AdvertisementAdvertisement

Tekad BMH Tingkatkan Daya Saing Melalui Inovasi Berkelanjutan

Content Partner

BANDUNG (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Kota Bandung. Dihadiri Kepala Perwakilan di seluruh Indonesia, Rakernas berlangsung pada Selasa hingga Kamis, 28-30 Jumadil Awal 1445 (12-14/12/2023).

Sesuai jadwal, Rakernas dibuka Ketua Pembina BMH K.H. Dr. Nashirul Haq, MA, Selasa, (12/12/2023). Dalam sambutannya Ust. Nasirul Haq menyampaikan bahwa eksistensi BMH tidak boleh lepas dari jatidiri Hidayatullah.

“Karena, hal tersebut yang justru akan meningkatkan spirit juang para amil BMH, dan inilah yang menjadi salah satu pembeda BMH dengan lembaga sejenis,” kata pria yang karib disapa UNH ini.

Sementara itu, Firman ZA selaku ketua pengurus BMH dalam sambutannya menyampaikan bahwa BMH perlu meningkatkan kreatifitas inovasi yang berkelanjutan karena tantangan kedepan filantropi akan menghadapi persaingan yang lebih ketat dibandingkan dengan sebelumnya.

Dia menyebutkan, data dari Baznas bahwa potensi zakat di Indonesia tahun 2023 mencapai Rp 350 triliun. Namun, hingga kini potensi tersebut realisasinya masih membutuhkan upaya bersama terutama Laznas.

“Untuk senantiasa menghadirkan inovasi yang secara langsung dapat diimplementasikan secara efektif dan efisien sehingga dana zakat bisa terserap secara maksimal,” kata Firman.

Lebih lanjut Firman mengatakan Laznas BMH ditahun 2024 berupaya menguatkan platform zakat yang inovatif dan berkelanjutan.

“Hal ini guna dapat berkontribusi dan berpartisipasi aktif dalam menjadikan gerakan zakat di Indonesia kian terasa manfaat bagi umat. Sehingga, kepercayaan muzakki terhadap lembaga zakat juga semakin tinggi,” katanya.

Dia menjelaskan, inovatif ditekankan pada bagaimana marketing yang kian progressif. Sedangkan efektif lebih pada model pendayagunaan, sehingga dana zakat yang disalurkan benar-benar berdampak perubahan berkelanjutan.

Kemudian, efisen ditekankan pada pengelolaan sumber daya. Sehingga, terang dia, BMH kian gesit dalam gerak, cepat dalam respons, dan terdepan dalam partisipasi ikut mencerdaskan dan mensejahterakan kehidupan bangsa.

Rakernas BMH bertujuan mengevaluasi capaian kinerja 2023. Serta, merumuskan langkah-langkah strategis pada 2024 yang menjadi komitmen melangkah bersama dalam mengedukasi umat perihal zakat sekaligus dalam mendayagunakannya.

“Agar gerakan zakat semakin maju dan berdampak perubahan yang berkelanjutan,” tandas Firman.

Pada hari ketiga menjelang penutupan Rakernas 2024 adalah saat yang menegangkan bagi para peserta Rakernas. Pasalnya, dibacakan SK penugasan berupa rotasi, demosi, dan promosi secara besar-besaran dil ingkungan BMH secara nasional.

Hal ini menjadi sebuah budaya di BMH dimana setiap tahun akan selalu ada perubahan struktur di BMH secara nasional.

Marsono selaku Direktur Operasional BMH Pusat adalah salah satu amil yang diberi SK penugasan untuk memimpin BMH Jawa Barat. Dengan penuh semangat Marsono menggemakan takbir saat namanya disebut didalam deretan nama nama yang diberi SK.

Dalam Rakernas 2024 ini juga ada beberapa BMH Perwakilan yang mendapat nominasi penghargaan BMH Award dalam beberapa kategori, diantaranya Penerapan Manajemen Mutu ISO, Inovasi Program Terbaik, Pengelolaan Keuangan Terbaik, Kedisiplinan Amil Terbaik, Persentasi Pencapaian Target Penghimpunan Terbaik, dan Inovasi Marketing Terbaik.*/Asep Joehana

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img