AdvertisementAdvertisement

Pelatihan Juleha di Lombok Utara Dorong Penguatan Ekosistem Halal

Content Partner

LOMBOK UTARA (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Sembelih Halal (LSH) Hidayatullah Perwakilan Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Utara menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) pada Rabu, 2 Sya’ban 1447 (21/1/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor hulu halal, khususnya pada mata rantai penyembelihan hewan, yang memiliki peran strategis dalam menjaga kehalalan produk pangan asal hewani.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Lombok Utara, Tresnahadi. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa peningkatan kompetensi juru sembelih halal merupakan kebutuhan mendasar daerah yang memiliki potensi peternakan dan pariwisata berbasis halal.

“Ketahanan pangan yang berkelanjutan harus berjalan seiring dengan kepastian halal. Pelatihan ini kami pandang sebagai investasi sosial untuk memastikan proses penyembelihan memenuhi kaidah syariat, higienitas, dan kesejahteraan hewan,” ujar Tresnahadi.

Tresnahadi mengatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan seperti LSH Hidayatullah merupakan model sinergi yang efektif.

“Kami berharap pelatihan ini melahirkan juru sembelih halal yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas. Dengan demikian, masyarakat memperoleh jaminan bahwa produk yang dikonsumsi aman, sehat, dan halal,” katanya.

Melalui kegiatan ini, LSH Hidayatullah NTB dan Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Utara menegaskan komitmen bersama dalam membangun sistem pangan halal yang berkelanjutan.

Menurut Tresnahadi, pelatihan juru sembelih halal tidak hanya menjawab kebutuhan teknis, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nilai, tanggung jawab, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Dalam jangka panjang, langkah ini diharapkan berkontribusi pada penguatan ekosistem halal nasional yang kredibel, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan,” harapnya.

Amanah Syariat

Program pelatihan ini menghadirkan Ketua LSH Hidayatullah Pusat, KH. Nanang Hanani, S.Pd.I., MA, sebagai narasumber utama. Ia adalah sebagai pakar penyembelihan halal dan penguatan standar halal dari sisi hulu.

Dalam pemaparannya, Nanang Hanani menegaskan bahwa juru sembelih halal adalah penjaga amanah syariat sekaligus aktor penting dalam ekosistem halal nasional.

“Kehalalan produk hewani sangat ditentukan pada satu titik krusial, yakni proses penyembelihan. Jika di hulu sudah benar, maka mata rantai berikutnya akan lebih terjamin,” jelasnya.

Pelatihan ini menyajikan pendekatan akademis-praktis yang memadukan pemahaman fikih penyembelihan, standar teknis operasional, serta aspek etika dan keselamatan kerja.

Peserta dibekali materi tentang syarat sah penyembelihan menurut syariat Islam, teknik pemotongan yang tepat, penanganan hewan sebelum dan sesudah disembelih, serta prinsip kebersihan dan sanitasi. Hal ini, jelas Nanang, sejalan dengan kebutuhan ekosistem halal yang menuntut integrasi antara aspek religius, kesehatan masyarakat, dan mutu pangan.

Nanang mengatakan penguatan kompetensi juru sembelih halal memiliki relevansi tinggi. Indonesia telah menetapkan kebijakan jaminan produk halal yang menempatkan sertifikasi halal sebagai instrumen perlindungan konsumen.

Pada sektor pangan asal hewan, penyembelihan yang sesuai syariat dan standar teknis menjadi prasyarat utama sebelum produk memasuki proses distribusi dan konsumsi.

“Karena itu, ketersediaan juru sembelih halal yang terlatih dan tersertifikasi menjadi kebutuhan mendesak, terutama di daerah-daerah dengan aktivitas peternakan dan pemotongan hewan yang tinggi,” kata Nanang.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran kolektif tentang halal sebagai sistem, bukan sekadar label.

“Ekosistem halal mencakup regulasi, sumber daya manusia, proses produksi, hingga edukasi publik. Juru sembelih halal berada di garis depan ekosistem ini. Ketika mereka memahami peran strategisnya, maka kepercayaan masyarakat akan tumbuh,” tuturnya.

Dengan memperkuat kompetensi di tingkat hulu, Nanang menambahkan, daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus menjaga nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi kehalalan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Ketua Umum Hidayatullah Ingatkan Tanggung Jawab Publik Menuntut Keteladanan Pribadi

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) -- Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah KH Naspi Arsyad mengingatkan pemangku amanah bahwa tanggung jawab...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img