
MANADO (Hidayatullah.or.id) — Baharuddin Majid resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Utara dalam sebuah prosesi pelantikan yang menandai babak baru kepemimpinan organisasi dakwah tersebut di kawasan timur Indonesia di Kota Manado, Ahad, 23 Jumadil Akhir 1447 (14/12/2025).
Penetapan ini sekaligus menegaskan kesinambungan gerakan Hidayatullah dalam merawat misi keislaman yang berpijak pada nilai kebangsaan dan pengabdian sosial di tengah dinamika masyarakat Sulawesi Utara.
Dalam sambutan perdananya usai dilantik dalam forum Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Hidayatullah Sulut, Baharuddin Majid menyampaikan refleksi personal atas amanah yang kini diembannya. Ia mengungkapkan bahwa penetapan dirinya sebagai Ketua DPW merupakan sesuatu yang tidak pernah ia rencanakan sebelumnya.
Meski memiliki jejak masa kecil di Manado ketika sempat tinggal bersama keluarganya, ia tidak pernah membayangkan akan kembali ke daerah tersebut dua dekade kemudian dalam posisi kepemimpinan organisasi. Bahar menggambarkan perjalanan hidup yang berkelindan dengan proses dakwah dan pengabdian yang terus berkembang seiring waktu.
“Saya tidak pernah membayangkan akhirnya pulang ke tempat masa kecil saya dengan amanah yang besar ini,” katanya haru.
Baharuddin menegaskan bahwa kepemimpinan dalam Hidayatullah bukanlah ruang untuk menonjolkan figur personal. Ia secara terbuka menyampaikan bahwa dirinya bukan sosok terbaik di antara para kader dan pengurus yang hadir.
Oleh karena itu, ia memohon doa, dukungan, serta bimbingan dari para sesepuh dan tokoh Hidayatullah di Manado dan Sulawesi Utara agar amanah organisasi dapat dijalankan secara kolektif dan berkesinambungan. Dia menegaskan tradisi kepemimpinan kolegial yang selama ini menjadi karakter Hidayatullah.
“Saya tidak mungkin mampu tanpa didukung bapak ibu sekalian. Semoga Allah Ta’ala memudahkan langkah kita,” katanya.
Kepada jajaran pengurus DPW yang baru dilantik, Baharuddin mengajak untuk membangun kerja bersama yang solid. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dalam menjalankan tugas organisasi, seraya menegaskan bahwa kepemimpinan tidak bertumpu pada satu individu.
Menurutnya, keberhasilan dakwah hanya dapat dicapai melalui kerja tim yang terorganisasi, saling melengkapi, dan berorientasi pada tujuan bersama. Prinsip ini diletakkan sebagai fondasi kerja lima tahun ke depan.

Dalam konteks pengembangan wilayah, Baharuddin mengapresiasi capaian para perintis Hidayatullah yang telah membuka dan menguatkan aktivitas dakwah di sembilan kabupaten di Sulawesi Utara. Capaian tersebut dinilai dia sebagai modal penting bagi kepengurusan baru.
Namun, pada kesempatan yang sama, ia juga menyoroti masih adanya sejumlah kabupaten yang belum terjangkau secara optimal. Kondisi ini, menurutnya, menjadi tantangan strategis yang harus dijawab melalui perencanaan dakwah yang sistematis dan penguatan sumber daya kader di daerah.
Selain perluasan wilayah, Baharuddin menempatkan dakwah sebagai agenda prioritas. Ia menyampaikan bahwa Hidayatullah di Sulawesi Utara telah memiliki sejumlah lembaga pendidikan dan kampus, namun pengelolaan mutu pendidikan memerlukan perhatian yang lebih serius.
Penguatan kualitas sekolah dan lembaga pendidikan dipandang Baharuddin sebagai bagian dari kontribusi nyata Hidayatullah dalam mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing, berakhlak, dan berakar pada nilai keislaman.
Ia juga menyinggung sektor ekonomi dan bidang-bidang penunjang lainnya sebagai bagian dari amanah besar yang melekat pada kepengurusan DPW. Seluruh tanggung jawab tersebut, menurut Baharuddin, menuntut kesabaran, keteguhan, dan konsistensi dalam melanjutkan perjuangan para pendahulu.
Dengan meneladani spirit keislaman yang berpadu dengan semangat keindonesiaan, Hidayatullah di Sulawesi Utara diharapkan terus hadir sebagai gerakan dakwah yang memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa.
Pengurus Hidayatullah Gorontalo periode 2025–2030
Pada Muswil ini, struktur kepengurusan Hidayatullah Gorontalo periode 2025–2030 dikukuhkan. Formasi ini menempatkan Dewan Murabbi Wilayah sebagai penjaga arah tarbiyah dan nilai dasar perjuangan, sekaligus menguatkan Dewan Pengurus Wilayah sebagai pelaksana program strategis dakwah dan pengabdian umat.
Dalam susunan Dewan Murabbi Wilayah, Syamsul Arifin dipercaya mengemban amanah sebagai ketua. Ia didampingi oleh Baharuddin Bachmid sebagai anggota.
Dewan Murabbi berperan mengawal konsistensi manhaj, memperkuat pembinaan kader, serta memastikan nilai keislaman Hidayatullah tetap menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan dan aktivitas organisasi di Sulut.
Baharuddin Majid sebagai ketua dibantu oleh Yusuf Oela, S.Sos.I sebagai sekretaris, dan serta Fathan Haq Bahmid, S.E. sebagai bendahara. Ketiganya menjadi poros utama penggerak organisasi dalam menerjemahkan arah kebijakan menjadi kerja-kerja nyata di lapangan.






