AdvertisementAdvertisement

Ingatkan Pentingnya Spiritualitas, Asdar Majhari Ungkap Sukses Dakwah Tak Diukur dari Capaian Simbolik

Content Partner

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah DKI Jakarta periode 2025–2030, KH Asdar Majhari Taewang, S.Ag., mengingatkan kader agar tidak terjebak pada capaian-capaian organisasi yang bersifat pragmatis dan simbolik. Menurutnya, ukuran keberhasilan dakwah tidak semata terletak pada pencapaian lahiriah, melainkan pada kesetiaan menjaga kultur perjuangan dan kekuatan hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Pesan tersebut dia sampaikan usai dikukuhkan dalam rangkaian Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Hidayatullah DKI Jakarta yang berlangsung pada 12–14 Desember 2025.

Peringatan tersebut relevan dengan tantangan dakwah di Ibu Kota yang berhadapan langsung dengan dinamika sosial, politik, dan budaya modern. Hidayatullah, sebagai bagian dari gerakan dakwah nasional, dituntut tetap kokoh menjaga nilai-nilai ruhani di tengah perubahan zaman yang cepat dan sering kali menekankan hasil instan.

Muswil VI Hidayatullah DKI Jakarta secara resmi menetapkan KH Asdar Majhari Taewang sebagai Ketua DMW periode 2025–2030. Dia didampingi KH Mahmud Effendi dan KH Munawir Baddu sebagai anggota.

Dalam pidato perdananya, ia menekankan pentingnya sinergi organisasi, keteguhan spiritual, dan konsistensi dalam menjaga kultur dakwah sebagai fondasi gerakan Hidayatullah di Jakarta.

Asdar menuturkan perjalanan panjangnya bersama Hidayatullah yang dimulai sejak awal tahun 2000. Ia pernah mengemban amanah sebagai penggerak DPW Jabodebek pada periode 2015–2020, lalu melanjutkan peran sebagai anggota Dewan Murabbi Wilayah pada periode 2020–2025. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari proses pembelajaran dakwah yang penuh ujian.

“Saya sampaikan ini agar kawan-kawan memahami bahwa ada jalan panjang yang saya lalui dalam organisasi ini. Jalan yang memberi rasa lelah, sekaligus pemahaman bahwa amanah dakwah bukan soal siapa yang terbaik,” ujar Asdar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu, 22 Jumadil Akhir 1447 (13/12/2025).

Ia juga menyampaikan kerendahan hatinya dengan mengakui bahwa dirinya bukan sosok paling layak di antara para kader. Bahkan, ia sempat mengusulkan nama lain yang dinilainya memiliki kapasitas kuat. Namun, amanah itu kembali dipercayakan kepadanya sebagai tanggung jawab kolektif yang harus dijalani dengan kesungguhan.

Dalam arahannya, Asdar menyoroti pentingnya membangun chemistry dan sinergi antarsayap organisasi, mulai dari Muslimat, Pemuda, hingga Sahabat Hidayatullah. Menurutnya, keberagaman struktur harus diarahkan dalam satu irama perjuangan agar dakwah berjalan efektif.

“Jika sinergi dan harmoni ini terbangun dengan baik, insya Allah lebih dari separuh langkah perjuangan akan terasa ringan,” tegasnya.

Asdar kembali mengingatkan agar keberhasilan tidak dimaknai sebatas pencapaian alegoris atau simbolik. Ia menegaskan bahwa kekuatan dakwah terletak pada kesetiaan menjaga kultur ruhani.

“Sehebat apa pun ikhtiar, tanpa kekuatan langit, ia seperti meludahi matahari, pada akhirnya akan kembali mengenai wajah kita sendiri,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa kesombongan sekecil apa pun dapat menjadi penghalang turunnya pertolongan Allah SWT. Dakwah, menurutnya, adalah ruang ketundukan, bukan ajang keangkuhan.

Menutup pidatonya, Asdar mengajak seluruh pengurus dan kader untuk mensyukuri amanah sebagai lembaran baru perjuangan. Ia menekankan pentingnya menjaga shalat malam, membersihkan pandangan dan lisan dengan Al-Qur’an, serta menata hati agar tetap lurus.

“Perjuangan ini tidak diukur dari seberapa sukses kita di mata manusia, tetapi seberapa baik kita menjaga kultur dakwah,” katanya.

Dia menambahkan seraya berdoa semoga Hidayatullah DKI Jakarta terus melangkah maju dengan kesadaran spiritual yang kokoh, sinergi yang kuat, dan komitmen istiqamah dalam mengabdi bagi umat dan bangsa.

Editor: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Mahasiswa STIQ Ash-Shiddiq Diterjunkan ke Masyarakat untuk Syiar dan Pengabdian Ramadhan

MEDAN (Hidayatullah.or.id) -- Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ash-Shiddiq Medan, Muhammad Mahmud, S.Th.I., M.Pd., menegaskan bahwa program Safari...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img