AdvertisementAdvertisement

Rumah Terdampak Banjir di Tamiang Direhabilitasi, Prioritaskan Kelompok Rentan

Content Partner

ACEH (Hidayatullah.or.id) — Rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir di Kabupaten Aceh Tamiang mulai direhabilitasi secara bertahap dengan mengedepankan prinsip keberpihakan kepada kelompok rentan.

Proses pemulihan hunian ini dilakukan melalui kerja gotong royong masyarakat bersama relawan kemanusiaan dalam Program Recycle House yang diinisiasi oleh Laznas Baitul Maal Hidayatullah dan Hidayatullah Peduli di Dusun Karya, Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda.

Sejak banjir melanda wilayah tersebut, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan serius, bahkan berpindah dari posisi semula akibat derasnya arus. Memasuki fase awal pemulihan, rehabilitasi hunian difokuskan pada keluarga yang memiliki keterbatasan fisik, usia lanjut, dan kondisi kesehatan kronis, sebagai bagian dari pendekatan perlindungan sosial pascabencana.

Salah satu rumah yang menjadi prioritas penanganan adalah milik Badri, warga berusia 65 tahun yang telah lama menderita penyakit kronis. Kondisi kesehatannya yang rentan menjadi pertimbangan utama dalam percepatan rehabilitasi rumah agar ia tidak berlama-lama tinggal di pengungsian yang minim fasilitas.

Istri Badri, Tumira (63), mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi sang suami sejak banjir terjadi.

“Sudah lama sakit, tiga kali mengalami stroke. Kami sangat khawatir dengan kondisi kesehatannya,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan rehabilitasi, Rabu, 19 Rajab 1447 (8/1/2026).

Pasangan lansia tersebut sebelumnya terpaksa mengungsi ke lokasi yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka. Ketika air mulai surut dan mereka berniat kembali, kondisi rumah yang diharapkan menjadi tempat berlindung justru berubah drastis. Tumira menceritakan bahwa bangunan rumah mereka tidak lagi berada di titik semula.

“Rumahnya terseret arus banjir beberapa meter, sampai ke pekarangan tetangga,” kata Tumira mengenang kejadian tersebut. Kerusakan itu tidak hanya memengaruhi struktur bangunan, tetapi juga memperpanjang ketidakpastian bagi mereka untuk kembali menjalani kehidupan normal.

Melalui kerja bersama antara warga, relawan BMH, dan tim Program Recycle House, rumah Badri kemudian dipindahkan kembali ke lokasi awal secara gotong royong.

Proses pemindahan dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan dan stabilitas bangunan, meskipun kondisi material rumah dinilai sudah tidak sepenuhnya layak.

Tumira menjelaskan bahwa usia bangunan menjadi faktor utama kerusakan yang cukup parah. “Rumah ini memang sudah puluhan tahun usianya, jadi kayu-kayunya banyak yang lapuk,” tuturnya. Kondisi tersebut mengharuskan sebagian besar material diganti agar rumah dapat kembali dihuni dengan aman.

Koordinator aksi rehabilitasi, Syamsuddin, menyampaikan bahwa Program Recycle House dirancang untuk memanfaatkan kembali material yang masih layak sekaligus memperkuat struktur bangunan agar lebih tahan terhadap risiko lingkungan.

“Melalui program ini, kami coba merakit ulang dan memastikan rumah Pak Badri bisa berdiri kembali dengan lebih kokoh, aman, dan nyaman untuk ditempati, insyaAllah,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan gotong royong menjadi elemen penting dalam proses pemulihan pascabencana. Keterlibatan warga sekitar tidak hanya mempercepat pekerjaan fisik, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di tengah situasi sulit.

“Rehabilitasi rumah bukan sekadar sebagai perbaikan bangunan, melainkan sebagai upaya memulihkan rasa aman dan martabat warga terdampak,” katanya.

Syamsuddin menambahkan, program Recycle House di Aceh Tamiang menjadi bagian dari rangkaian respons kemanusiaan pascabanjir BMH yang menekankan pemanfaatan sumber daya lokal dan kepedulian kolektif.

Dengan memprioritaskan kelompok rentan, program ini diharapkan mampu memberikan dampak pemulihan yang lebih adil dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Reporter: Ahmad Jaelani
Editor: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Jejak Ayah dalam Jiwa Anak, Pelajaran Moral dari Kisah Nabi Yusuf

MARILAH kita mentadabburi pesan yang Allah Subhanahu wa Ta'ala sampaikan dalam Al Qur'an Surah Yusuf ayat 24, ketika Dia...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img