
HALMAHERA (Hidayatullah.or.id) — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Halmahera Timur Abdul Latif Mole menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program Safari Dakwah Ramadan yang diselenggarakan Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Maluku Utara bersama Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah Perwakilan Maluku Utara.
Abdul Latif Mole menilai kehadiran dai muda asal suku Togutil dalam kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu melahirkan generasi tangguh yang siap membimbing masyarakat di lingkungan asalnya.
Program Safari Dakwah Ramadan tersebut berlangsung di Kabupaten Halmahera Timur sejak Jumat hingga Senin, dengan menghadirkan Rahmat, dai muda dari komunitas Togutil, sebagai penceramah utama dalam rangkaian kegiatan dakwah Ramadan tahun 2026.
Kehadiran dai dari komunitas pedalaman menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pembinaan keagamaan hingga wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses pendidikan dan dakwah.
Pada malam ke-12 Ramadan, kegiatan dilaksanakan di Masjid Baiturahman Subaim, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, setelah pelaksanaan salat Isya dan Tarawih.
Jamaah mengikuti rangkaian tausiyah dalam suasana khusyuk ketika Rahmat menyampaikan materi dakwah yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an secara tartil. Penyampaian materi keagamaan berlangsung dengan pendekatan yang komunikatif dan mendapat respons positif dari masyarakat yang hadir.
Sejumlah warga menyampaikan rasa bangga atas tampilnya seorang pemuda dari komunitas pedalaman di mimbar dakwah. Kehadiran Rahmat dipandang sebagai representasi keberhasilan proses pendidikan dan pembinaan yang menjangkau masyarakat adat di wilayah terpencil Halmahera Timur.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut pada hari berikutnya di Masjid An-Nur Buli. Antusiasme jamaah tetap terlihat tinggi dalam mengikuti ceramah yang disampaikan pada siang hari tersebut. Dalam materinya, Rahmat menekankan pentingnya penguatan iman, pendidikan berbasis Al-Qur’an, serta komitmen membangun generasi Qur’ani sebagai fondasi kehidupan masyarakat.
Abdul Latif Mole yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menilai materi ceramah yang disampaikan memiliki nilai pembinaan yang kuat bagi masyarakat.
“Ini menjadi bukti bahwa pendidikan dan pembinaan yang tepat dapat melahirkan dai yang kuat dan istiqamah. Harapannya, Rahmat dapat terus membimbing masyarakat di pedalaman Halmahera,” ujar Abdul Latif dalam keterangannya di sela kegiatan.
Menurutnya, kehadiran dai muda dari suku Togutil menunjukkan bahwa pembinaan umat tidak hanya menghasilkan kader dakwah di wilayah perkotaan, tetapi juga mampu melahirkan tokoh pembimbing dari komunitas lokal yang memahami kondisi sosial masyarakatnya secara langsung. Ia berharap program serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan layanan keagamaan di daerah terpencil.
Abdul Latif juga menyampaikan harapan agar sinergi antara DPW Hidayatullah Maluku Utara dan Laznas BMH terus diperluas sehingga semakin banyak dai lokal yang lahir dari proses pembinaan masyarakat pedalaman. Program dakwah berbasis komunitas dinilai mampu memperkuat keberlanjutan pembinaan umat secara lebih merata.
Penyelenggara menyampaikan bahwa Safari Dakwah Ramadan ini merupakan bagian dari agenda tahunan untuk menghadirkan layanan dakwah hingga wilayah yang membutuhkan pendampingan keagamaan secara intensif. Selain ceramah Ramadan, kegiatan juga menjadi ruang silaturahmi antara dai dan masyarakat setempat.
Rangkaian Safari Dakwah dijadwalkan berlanjut menuju wilayah Maba dan Maba Utara dalam beberapa hari berikutnya. Penyelenggara berharap seluruh agenda dapat berjalan lancar serta memberikan kontribusi nyata bagi penguatan kehidupan keagamaan masyarakat di berbagai wilayah Halmahera Timur.[]






