AdvertisementAdvertisement

Dakwah di Wilayah Urban Menuntut Adaptasi dan Keberanian Eksekusi

Content Partner

Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Suhardi Sukiman (Foto: Bilal Tazkir/ Hidayatullah.or.id)

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Kompleksitas wilayah perkotaan menjadi salah satu isu utama yang mengemuka dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang berlangsung 2 hari di Aula Pesantren Hidayatullah Jakarta Timur, dibuka pada Jum’at, 11 Sya’ban 1447 (30/1/2026).

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah DKI Jakarta, Suhardi Sukiman, menegaskan bahwa karakter urban Jakarta menuntut pendekatan gerakan yang lebih adaptif, realistis, dan berorientasi pada eksekusi nyata agar dakwah dan pengabdian organisasi tetap relevan serta berdampak.

Suhardi menekankan bahwa DKI Jakarta tidak dapat diperlakukan sama dengan wilayah lain. Kepadatan penduduk, keterbatasan lahan, dinamika ekonomi, serta kompleksitas sosial menuntut penyesuaian kebijakan organisasi tanpa menghilangkan ruh dan prinsip perjuangan.

“Jakarta ini wilayah khusus. Beberapa kriteria ideal tidak mudah diterapkan, sehingga perlu kebijakan dan penyesuaian yang realistis tanpa menghilangkan ruh perjuangan,” kata Suhardi.

Dari konteks tersebut, Suhardi menekankan bahwa tantangan urban harus dijawab dengan kesungguhan dalam perencanaan dan keberanian dalam eksekusi. Rakerwil, menurutnya, ruang strategis untuk memastikan program kerja benar-benar bisa dijalankan dan dirasakan manfaatnya oleh umat di ibu kota.

“Kita berharap ikhtiar ini menghasilkan program yang betul-betul bisa kita eksekusi untuk pengabdian di DKI Jakarta, pengabdian untuk bangsa dan agama,” imbuh suami Tuti Darwati ini.

Suhardi menilai bahwa banyak program organisasi gagal memberi dampak bukan karena kekurangan gagasan, tetapi karena lemahnya implementasi. Oleh sebab itu, seluruh unsur organisasi perlu terlibat aktif dalam proses perencanaan agar merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program satu tahun ke depan.

Dalam konteks eksternal, Suhardi memaparkan langkah konkret DPW Hidayatullah DKI Jakarta dalam membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia menyebut bahwa silaturahim dan komunikasi intensif telah dilakukan, salah satunya melalui pertemuan dengan staf khusus Gubernur DKI Jakarta bidang keumatan.

Dari pertemuan tersebut, terbuka peluang kolaborasi yang dinilai signifikan, khususnya pada sektor ekonomi umat dan penguatan dakwah di ruang publik perkotaan.

“Ternyata peluang sinergi itu sangat besar dan perlu kita respons secara serius,” imbuhnya.

Tindak lanjut dari penjajakan tersebut kemudian diwujudkan melalui audiensi dengan jajaran direksi Perumda Pasar Jaya. Dari proses itu, Hidayatullah DKI Jakarta memperoleh Surat Perintah Kerja (SPK) untuk kerja sama pendirian unit usaha minimarket. Suhardi menilai skema kerja sama yang ditawarkan cukup fleksibel dan memberi ruang besar bagi pemberdayaan ekonomi umat.

“Pasar Jaya menawarkan kerjasama usaha. Jika mereka punya tempat, kita isi. Jika mereka punya lokasi, kita yang membawa dan mengelola usaha,” kata magister pendidikan jebolan Universitas PTIQ Jakarta ini.

Namun, Suhardi menegaskan bahwa peluang sebesar apa pun tidak akan bermakna tanpa keberanian untuk mengeksekusinya. Ia mengingatkan agar organisasi tidak terjebak dalam diskusi potensi yang berulang tanpa realisasi konkret di lapangan.

Selain sektor ekonomi, Suhardi juga memaparkan tindak lanjut arahan Dewan Pengurus Pusat terkait program pangan. Ia menyebut bahwa Hidayatullah DKI Jakarta mendapat amanah untuk mengawal program Rumah Pangan Keluarga (RPK) sebagai jalur distribusi pangan, dengan tahap awal pengelolaan minimal dua ton komoditas.

Menurutnya, program ini berpotensi berkembang luas jika dijalankan secara serius, sistematis, dan terintegrasi dengan jaringan organisasi di wilayah lain.

Secara internal, Suhardi menegaskan bahwa tantangan urban tidak boleh menjadi alasan stagnasi. Justru sebaliknya, kompleksitas Jakarta harus mendorong lahirnya inovasi kebijakan, fleksibilitas strategi, dan penguatan soliditas organisasi.

Suhardi mengajak seluruh jajaran Hidayatullah DKI Jakarta untuk memperkuat keseriusan, konsistensi, dan semangat eksekusi. Ia menegaskan bahwa hanya dengan kerja nyata dan terukur, Hidayatullah dapat hadir sebagai kekuatan dakwah dan sosial yang relevan di tengah dinamika ibu kota.

Dia berharap, Rakerwil Hidayatullah DKI Jakarta menjawab tantangan urban secara strategis, melalui program yang realistis, kolaboratif, dan berdampak langsung bagi umat dan masyarakat Jakarta.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

KH Hamim Thohari Ingatkan Jangan Sampai Perjuangan Berubah Menjadi Rutinitas Tanpa Makna

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) -- Ketua Pimpinan Majelis Syura Hidayatullah, KH. Drs. Hamim Thohari, M.Si, menyampaikan refleksi mengenai orientasi perjuangan dalam...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img