
PONTIANAK (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Kalimantan Barat memanfaatkan momentum Syawal untuk menjalin silaturahim dengan berbagai pihak sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan dan komunikasi dengan tokoh-tokoh masyarakat.
Langkah ini dilakukan di tengah tradisi Syawalan di mana masyarakat memanfaatkan waktu setelah Idulfitri untuk saling berkunjung dan mempererat hubungan kekeluargaan. Tradisi tersebut tidak terbatas pada beberapa hari setelah hari raya, melainkan dapat berlangsung hingga satu bulan penuh, sehingga menjadi ruang sosial yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat.
Dalam konteks tradisi tersebut, pengurus Hidayatullah Kalimantan Barat melakukan kunjungan silaturahim kepada sejumlah tokoh di Pontianak. Selain sebagai pertemuan informal, kegiatan ini juga menjadi sarana bertukar pengalaman serta memperkuat komunikasi dalam aktivitas dakwah.
Salah satu pertemuan berlangsung pada Rabu, 12 Syawal 1447 (1/4/2026), ketika rombongan pengurus DPW Hidayatullah Kalimantan Barat bersilaturahim dengan dai nasional dari Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Dr. H. Harjani Hefni, Lc., M.A., di kediamannya di Pontianak.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah kesibukan Dr. Harjani Hefni yang juga beraktivitas sebagai dosen di Institut Agama Islam Negeri Pontianak. Meskipun memiliki agenda akademik yang padat, ia tetap meluangkan waktu untuk menerima kunjungan tersebut. Sambutan yang diberikan berlangsung dalam suasana hangat dan akrab, dengan percakapan yang berkembang dari berbagai pengalaman dakwah hingga kisah perjalanan pendidikan.
Dalam pertemuan itu, Dr. Harjani Hefni berbagi pengalaman masa studinya di Madinah. Ia juga menyebut sejumlah tokoh yang pernah dikenalnya dalam perjalanan akademik tersebut, termasuk salah satu senior yang berasal dari lingkungan Hidayatullah, almarhum Ust. H. Amru Rijal Junaid. Nama tersebut, menurutnya, dikenal di kalangan kader Hidayatullah dan menjadi bagian dari memori yang ia ingat ketika menceritakan perjalanan hidupnya.
Sebagai seorang ayah dari lima anak, ia juga menceritakan pengalaman yang pernah dialaminya ketika berada di Surabaya setelah mengisi tausiyah. Ia mengungkapkan bahwa dalam kesempatan tersebut ia pernah diajak mengunjungi Kampus Hidayatullah Surabaya oleh seorang ustaz. Dia mengatakan, pengalaman tersebut ia kenang sebagai bagian dari perjalanan dakwah yang pernah dilalui.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPW Hidayatullah Kalimantan Barat, Ust. H. Muhyidin Nur Rabbani, S.Sos.I., memperkenalkan anggota rombongan yang turut hadir dalam kunjungan tersebut. Ia juga menyampaikan pengalaman pribadinya ketika bertugas di Kalimantan Tengah.
Dalam ceritanya, ia menyebut bahwa pernah ada seorang ustaz yang menyarankan agar dirinya bersilaturahim dengan Dr. Harjani Hefni ketika berada di Pontianak. Ustaz yang memberikan rekomendasi tersebut, menurutnya, merupakan rekan saat menempuh studi di Madinah, yaitu Ustaz H. Amanto, Lc.
Muhyidin, yang baru sekitar tiga bulan menjalankan amanah sebagai Ketua DPW Hidayatullah Kalimantan Barat, memanfaatkan pertemuan tersebut untuk meminta nasihat terkait pengembangan dakwah di wilayah Kalimantan Barat. Menanggapi hal tersebut, Harjani Hefni menyampaikan pesan mengenai pentingnya meluruskan niat dalam menjalankan aktivitas dakwah serta menjaga keikhlasan dalam setiap langkah yang ditempuh.
Ia juga menceritakan pengalaman dakwah yang telah membawanya ke berbagai wilayah di Indonesia dan sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Jerman, serta Inggris sekitar dua tahun yang lalu. Menurutnya, perjalanan tersebut merupakan bagian dari proses yang dijalani dalam aktivitas dakwah.
Selain aktif dalam kegiatan dakwah, Harjani Hefni juga dikenal melalui karya tulis yang telah diterbitkan. Beberapa di antaranya adalah terjemahan tafsir Fi Zhilalil Qur’an dan buku The 7 Islamic Daily Habits. Karya-karya tersebut telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Jerman sehingga dapat diakses oleh pembaca di tingkat internasional.






