AdvertisementAdvertisement

Memulai Amanah Baru dengan Peneguhan Nilai Keilmuan dan Keindonesiaan

Content Partner

NABIRE (Hidayatullah.or.id) — Ketua Bidang Perkaderan Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Dr. Abdul Ghofar Hadi, menempatkan pesan pokok bahwa iman dan amanah tidak dapat berdiri sendiri tanpa landasan ilmu. Pesan ini menjadi garis besar refleksi penutup Musyawarah Wilayah (Muswil), sekaligus arah moral bagi kepengurusan baru di wilayah Papua Tengah.

Musyawarah Wilayah I Hidayatullah Papua Tengah yang berlangsung selama dua hari ini resmi ditutup dengan penegasan pentingnya integritas kepemimpinan kader.

Muswil I dilaksanakan melalui mekanisme syura yang khidmat dan terstruktur dalam empat sidang paripurna. Forum ini menghasilkan keputusan dengan terpilihnya Hairanzi sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Papua Tengah untuk masa amanah lima tahun ke depan. Prosesi pelantikan ketua terpilih beserta jajaran pengurus dilakukan langsung oleh Abdul Ghofar Hadi sebagai representasi Dewan Pengurus Pusat.

Dalam pidato perdananya setelah pelantikan, Hairanzi menyampaikan kesadaran penuh atas tanggung jawab besar yang diemban, terlebih Papua Tengah merupakan provinsi baru dengan tantangan dakwah dan pembangunan yang khas.

Ia menegaskan komitmen untuk mengoptimalkan seluruh potensi pengurus dan kader dengan menumbuhkan kultur berjamaah sebagai sumber kekuatan organisasi.

“Amanah yang diberikan kepada kami sangat berat, namun kami akan terus berusaha memaksimalkan seluruh potensi pengurus dan kader DPW Hidayatullah Papua Tengah. Dengan semangat kultur berjamaah, kita akan mendapatkan energi dan kekuatan untuk menyukseskan program mainstream organisasi, yaitu dakwah dan pendidikan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar Dewan Pengurus Pusat terus memberikan arahan, nasihat, serta pendampingan, sehingga roda organisasi di wilayah dapat berjalan konsisten dan terarah dalam menjalankan program-program strategis.

Pesan penguatan juga disampaikan oleh Anggota Murobbi Papua Tengah, Ustadz Hasanuddin. Ia menekankan bahwa jabatan kepengurusan bukan sekadar struktur administratif, melainkan janji suci yang diikrarkan di hadapan Allah. Menurutnya, amanah tersebut mengandung tanggung jawab untuk menjadi pribadi yang tercerahkan sekaligus mencerahkan masyarakat melalui manhaj perjuangan Hidayatullah.

“Ini adalah amanah sesuai janji yang diucapkan dalam pelantikan di hadapan Allah. Kita semua harus tercerahkan dan mencerahkan masyarakat dengan Manhaj Hidayatullah,” tuturnya.

Pentingnya Menjaga Amanah

Dalam sambutan penutup, Abdul Ghofar Hadi menguatkan dimensi teologis dan etis kepemimpinan dengan mengutip hadis, “Laa iimaana liman laa amaanata lahu, wa laa diina liman laa ‘ahdalahu.”

Lafaz tersebut adalah sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang berarti “Tidak ada keimanan bagi orang yang tidak bisa dipercaya (amanah), dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janjinya”.

Ia menjelaskan bahwa iman berkorelasi langsung dengan amanah karena keimanan melahirkan kesadaran akan pertanggung jawaban dunia dan akhirat.

“Kenapa iman dikaitkan dengan amanah? Karena dengan iman, seseorang percaya kepada Allah, akhirat, dan adanya dosa. Ia sadar bahwa amanah ini akan dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa lawan dari amanah adalah khianat yang menjadi ciri kemunafikan. Karena itu, ia berpesan agar iman dan amanah senantiasa dibarengi dengan ilmu sebagai penuntun dalam mengambil keputusan dan menjalankan program.

Pesan tersebut ditutup dengan ajakan untuk menghadirkan Hidayatullah di tengah masyarakat Papua Tengah sebagai Islam rahmatan lil ‘alamin melalui kerja nyata di bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan ekonomi.

“Dengan berakhirnya Muswil I tahun 2025, DPW Hidayatullah Papua Tengah dinyatakan siap memulai langkah pengabdian baru di Bumi Gerbang Cendrawasih, membawa semangat penguatan iman, amanah, dan ilmu dalam konteks keindonesiaan dan pembangunan umat,” tutupnya.

Reporter: Abdul Syakir
Editor: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Mahasiswa STIQ Ash-Shiddiq Diterjunkan ke Masyarakat untuk Syiar dan Pengabdian Ramadhan

MEDAN (Hidayatullah.or.id) -- Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ash-Shiddiq Medan, Muhammad Mahmud, S.Th.I., M.Pd., menegaskan bahwa program Safari...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img