AdvertisementAdvertisement

Menteri Transmigrasi Apresiasi Peran Hidayatullah dalam Dakwah dan Pembangunan Manusia

Content Partner

Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, membuka Rapat Kerja Nasional Hidayatullah Tahun 2026 di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah Jakarta, Senin, 12 Januari 2025 (Foto: Billy via Tadz Media Pro/ Hidayatullah.or.id)

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyampaikan apresiasi terhadap peran strategis Hidayatullah yang selama ini aktif berkontribusi dalam pembangunan manusia di kawasan transmigrasi. Kontribusi tersebut dinilai nyata melalui kerja-kerja pendidikan, dakwah, pembentukan karakter, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

Apresiasi itu disampaikan saat Menteri Iftitah membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hidayatullah Tahun 2026 yang digelar di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, pada Senin, 23 Rajab 1447 (12/1/2025).

Forum nasional tersebut dihadiri pengurus pusat, wilayah, dan daerah dari 38 provinsi, bersama unsur organisasi pendukung, badan usaha, serta pengelola amal usaha tingkat pusat.

Dalam sambutannya, Menteri Iftitah menempatkan isu pembangunan manusia sebagai fondasi utama kebijakan transmigrasi nasional. Ia menegaskan bahwa paradigma transmigrasi telah mengalami pergeseran mendasar. Program ini tidak lagi dipahami sebatas perpindahan penduduk, melainkan sebagai instrumen pembangunan ekonomi dan sosial yang terintegrasi.

“Transmigrasi hari ini bukan sekadar memindahkan orang dari satu daerah ke daerah lain. Transmigrasi adalah instrumen pembangunan nasional untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Iftitah.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan kawasan transmigrasi sangat bergantung pada dua faktor utama, yakni optimalisasi produktivitas lahan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, pemerintah mendorong kolaborasi lintas sektor yang melibatkan masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, serta organisasi kemasyarakatan sebagai mitra strategis negara.

Dalam konteks inilah, peran Hidayatullah mendapat perhatian khusus. Menteri Iftitah menilai bahwa gerakan pendidikan dan dakwah yang dijalankan Hidayatullah memiliki keselarasan dengan visi pembangunan nasional, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun karakter masyarakat di wilayah-wilayah pengembangan.

“Hidayatullah memiliki visi yang sejalan dengan negara, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Membangun Indonesia yang besar harus dimulai dengan membangun manusianya, membangun jiwa, pola pikir, dan perilaku,” tegasnya.

Menurutnya, pendidikan yang menjadi fondasi pembangunan tidak terbatas pada proses belajar formal di ruang kelas. Pendidikan harus dimaknai sebagai proses pembentukan karakter, etos kerja, dan cara pandang masyarakat terhadap kehidupan sosial dan ekonomi. Aspek inilah yang disebutnya sebagai prasyarat utama kemajuan bangsa.

Selain membahas peran organisasi kemasyarakatan, Menteri Iftitah juga memaparkan sejumlah agenda strategis Kementerian Transmigrasi. Salah satunya adalah Program Transmigrasi Patriot, yang dirancang untuk melibatkan generasi muda terdidik dalam pengembangan kawasan transmigrasi. Program ini membuka ruang pengabdian berbasis keilmuan dan pengalaman lapangan.

Program Transmigrasi Patriot akan didukung skema beasiswa jenjang magister di tujuh perguruan tinggi nasional, dengan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan riset lapangan dan pengabdian masyarakat. Melalui skema tersebut, pemerintah berharap tercipta kader pembangunan yang memahami kebutuhan riil kawasan transmigrasi.

Menteri Iftitah menegaskan bahwa arah kebijakan transmigrasi ke depan menempatkan masyarakat lokal sebagai subjek utama pembangunan. “Yang kita dorong sekarang adalah transmigrasi lokal. Masyarakat setempat harus menjadi aktor utama pertumbuhan ekonomi. Lapangan kerja harus memberi manfaat pertama dan utama bagi masyarakat lokal,” jelasnya.

Kerja Dakwah dan Profesionalisme
Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, membuka Rapat Kerja Nasional Hidayatullah Tahun 2026 di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah Jakarta, Senin, 12 Januari 2025 (Foto: Billy via Tadz Media Pro/ Hidayatullah.or.id)

Pada kesempatan yang sama, ia juga menyoroti pentingnya profesionalisme dalam kerja dakwah. Menteri Iftitah mengusulkan perlunya standarisasi dan sertifikasi dai secara nasional sebagai upaya menjaga kualitas dakwah dan memperkuat persatuan bangsa. Menurutnya, dakwah merupakan kerja intelektual dan moral yang membutuhkan kompetensi serta pemahaman yang utuh.

“Dai adalah profesi yang membutuhkan keahlian. Dengan standar dan sertifikasi, dakwah akan lebih berkualitas, moderat, dan mampu menjaga persatuan Indonesia,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Menteri Transmigrasi secara resmi membuka Rakernas Hidayatullah 2026. “Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Rapat Kerja Nasional Hidayatullah Tahun 2026 saya nyatakan resmi dibuka. Semoga Rakernas ini menghasilkan keputusan dan program yang bermanfaat, bukan hanya bagi Hidayatullah, tetapi juga bagi bangsa dan negara,” tutupnya.

Rakernas Hidayatullah 2026 menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah gerakan organisasi dalam memperkuat kontribusi di bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat, sejalan dengan agenda pembangunan nasional di seluruh wilayah Indonesia.[]

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Gelar Diklat Water Rescue, SAR Hidayatullah Dorong Standar Kompetensi Relawan Perairan di Papua Barat

RAJA AMPAT (Hidayatullah.or.id) -- Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Water Rescue yang digelar oleh SAR Hidayatullah Papua Barat menjadi...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img