AdvertisementAdvertisement

Tanam Pohon Bersama Menhut dan Gubernur, Naspi Arsyad Ketengahkan Pesan Kesadaran Ekologis

Content Partner

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah KH Naspi Arsyad, Lc bersama Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam rangkaian agenda silaturahmi dan buka puasa bersama di Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Ahad, 11 Ramadhan 1447 (Foto: Syaid Fathur Alqadrie/ Setda Kaltimprov).

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) –– Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah KH Naspi Arsyad, Lc melakukan penanaman pohon bersama Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam rangkaian agenda silaturahmi dan buka puasa bersama di Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Ahad, 11 Ramadhan 1447 (1/3/2026).

Kegiatan tersebut sekaligus menandai penguatan kerja sama antara Hidayatullah dan Kementerian Kehutanan dalam program pelestarian lingkungan hidup berbasis lembaga pendidikan.

Agenda yang berlangsung di kawasan pesantren tersebut juga diisi dengan aksi ekologis berupa penanaman pohon buah di lingkungan pondok pesantren. Penanaman ini menandai komitmen bersama antara pemerintah dan institusi dakwah pendidikan Islam dalam mendukung upaya konservasi lingkungan secara berkelanjutan.

Dalam keterangannya kepada media ini, KH Naspi Arsyad menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna strategis bagi perjalanan panjang Hidayatullah dalam bidang pelestarian lingkungan.

Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap alam bukanlah agenda baru, melainkan bagian dari nilai dasar gerakan sejak awal berdirinya lembaga.

“Momentum ini sangat istimewa bagi Hidayatullah untuk kembali meneguhkan komitmen menjaga lingkungan. Sejak awal, pendiri Hidayatullah, Ustadz Abdullah Said, telah menanamkan kesadaran bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab keimanan,” ujar Naspi Arsyad.

Ia mengingatkan bahwa kontribusi Hidayatullah di bidang lingkungan pernah memperoleh pengakuan nasional melalui penghargaan Kalpataru tahun 1984 yang dianugerahkan Presiden Soeharto kepada pendiri Hidayatullah. Menurutnya, warisan tersebut terus dilanjutkan melalui pembangunan kampus dan pesantren yang dirancang selaras dengan prinsip keseimbangan ekosistem.

Naspi Arsyad menambahkan bahwa keterlibatan pesantren dalam agenda pelestarian lingkungan memiliki posisi strategis karena pendidikan karakter berlangsung secara langsung dalam kehidupan keseharian santri. Ia menegaskan bahwa kesadaran ekologis perlu ditanamkan sebagai bagian dari pembinaan nilai keagamaan.

“Menjaga lingkungan bukan hanya program sosial, tetapi bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Karena itu pesantren memiliki tanggung jawab membentuk generasi yang memahami hubungan antara iman, ilmu, dan kelestarian alam,” katanya.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah KH Naspi Arsyad, Lc bersama Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam rangkaian agenda silaturahmi dan buka puasa bersama di Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Ahad, 11 Ramadhan 1447 (Foto: Syaid Fathur Alqadrie/ Setda Kaltimprov).
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah KH Naspi Arsyad, Lc bersama Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam rangkaian agenda silaturahmi dan buka puasa bersama di Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Ahad, 11 Ramadhan 1447 (Foto: Syaid Fathur Alqadrie/ Setda Kaltimprov).
Pesan Gubernur dan Menhut

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa pelibatan pondok pesantren dalam program lingkungan menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran ekologis generasi muda. Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga ruang pembentukan kesadaran menjaga alam. Kami mengapresiasi sinergi Kementerian Kehutanan dalam memperkuat program rehabilitasi hutan dan lahan di Kalimantan Timur,” ujar Rudy Mas’ud.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program perhutanan sosial dan pengelolaan kawasan hutan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, kementerian, serta lembaga pendidikan masyarakat.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan bahwa gerakan pelestarian lingkungan harus dijalankan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan simbolik semata. Ia mengaitkan momentum Ramadan sebagai waktu yang relevan untuk memperkuat kesadaran moral dalam menjaga alam.

“Menanam pohon bukan hanya soal menjaga tutupan lahan, tetapi bentuk cinta kita kepada generasi mendatang. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menumbuhkan semangat menjaga amanah, termasuk menjaga kelestarian hutan,” tegas Raja Juli Antoni di hadapan para santri.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pembina Pesantren Hidayatullah Balikpapan KH Latief Usman, Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Muhammad Isnaeni, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan Ustadz Muh Arfan AU, Ketua Dewan Pengurus Wiayah Hidayatullah Kaltim KH Hizbullah Abdullah Said, beserta undangan lainnya. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan buka puasa santri di lingkungan pesantren.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

KHUTBAH JUM’AT Menjaga Takwa Setelah Ramadhan

الْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ التَّقْوَى مِفْتَاحَ الْجِنَانِ، وَأَنْزَلَ الْقُرْآنَ نُوْرًا لِلْأَنَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img