
TIMIKA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Murabbi Pusat Hidayatullah Ust. Dr. H. Tasrif Amin, M.Pd, mengungkap pentingnya pengarusutamaan etos kerja positif dan produktif sebagai amanah iman setiap muslim. Hal itu disampaikan saat membuika Rapat Pleno Laporan Akhir Kepengurusan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Kampus Utama Timika, Papua Tengah, Periode 2021-2025 pada Rabu, 4 Rajab 1447 (24/12/2025).
Tasrif Amin mengingatkan landasan filosofis yang sejak awal menjadi motor penggerak gerakan Hidayatullah, yakni spirit Surah At-Taubah ayat 105. Dia menjelaskan, ayat ini mengandung perintah bekerja secara aktif dan bertanggung jawab, dengan kesadaran etos kerja yang tinggi bahwa setiap amal akan disaksikan oleh Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman.
“Katakanlah, ‘bekerjalah!’ maka Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu,” kutipnya.
Taysrif menegaskan, kita hendaknya menjadikann kerja organisasi dalam bingkai ibadah yang menyatu dengan nilai keislaman dan tanggung jawab kebangsaan. Prinsip tersebut, menurutnya, menumbuhkan etos kerja positif sekaligus sikap mawas diri dalam menjalankan amanah.
“Kita bekerja bukan karena perintah atasan semata atau karena mengejar materi, melainkan karena Allah, Rasul, dan orang mukmin melihat kerja kita. Kelak, seluruh khidmat ini akan dipertanggungjawabkan di hadirat Allah Ta’ala,” katanya.
Rapat Pleno ini, lanjut Tasyrif, diharapkan semakin menguatkan kiprah strategis serta memperkuat peran Kampus Utama Yayasan Hidayatullah Timika, sehingga keberadaannya semakin memberi dampak nyata bagi masyarakat Papua Tengah, khususnya di wilayah Mimika, dalam kerangka pembangunan umat dan bangsa yang berkelanjutan.
“Rapat Pleno Akhir Kepengurusan ini sebagai ruang strategis bersama untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas perjalanan organisasi selama satu periode kepengurusan,” pesan Ketua Dewan Pembina Yayasan Hidayatullah Timika ini.
Tasyrif menegaskan bahwa capaian organisasi tidak dapat dipahami semata sebagai hasil kerja administratif atau teknis. Dalam pada itu, dia menegaskan bahwa kerja organisasi adalah ikhtiar kolektif yang berkelindan dengan dimensi keimanan.
Menurutnya, keberlangsungan dan pencapaian yayasan selama lima tahun terakhir bertumpu pada spiritualitas yang terus dijaga melalui munajat, musyawarah, khidmat yang meluas dan universal, dan mujahadah yang konsisten.
“Apa yang kita hasilkan hari ini adalah hasil munajat, musyawarah, dan mujahadah kita selama lima tahun terakhir. Kita telah memberikan yang terbaik sesuai kemampuan, namun tentu saja di sana-sini masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki,” ujarnya.
Tasrif Amin juga menyampaikan rasa syukur atas keberlangsungan yayasan di tengah berbagai ujian dan tantangan. Ia menilai eksistensi organisasi dapat terjaga berkat soliditas jamaah, kompetensi sumber daya manusia, serta integritas para pengurus dalam menjalankan amanah.

Agenda ini dihadiri oleh jajaran Pembina, Pengawas, serta seluruh fungsionaris yayasan, dan diposisikan sebagai forum pertanggungjawaban kelembagaan sekaligus refleksi atas khidmat yang telah dijalankan.
Dalam rangkaian acara, Pelaksana Tugas Ketua Yayasan Hidayatullah Timika, Ustadz Akbar Ridloy, mengajak mendoakan para pendahulu dari unsur Pembina, Pengawas, dan Ketua Yayasan yang telah wafat.
“Kita berada di sini melanjutkan estafet perjuangan mereka. Semoga amal jariyah para pendahulu kita diterima di sisi Allah SWT dan kita mampu meneruskan cita-cita besar mereka untuk kemaslahatan masyarakat yang lebih luas,” tuturnya.






