
ACEH (Hidayatullah.or.id) — Upaya pemulihan pascabanjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang terus dilakukan melalui kerja kolaboratif antara Tim Siaga Bencana DPW Hidayatullah Aceh dan Baitul Maal Hidayatullah (BMH).
Pada Sabtu, 7 Rajab 1447 (27/12/2025), kedua unsur ini melaksanakan kegiatan pembersihan fasilitas umum dan rumah warga yang terdampak, sebagai bagian dari ikhtiar kemanusiaan untuk mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan pendidikan masyarakat.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Aceh, Ustaz Harun Rasyid, menjelaskan bahwa salah satu fokus utama kegiatan diarahkan ke ruang kelas di SMP Negeri 1 Karang Baru. Hingga pelaksanaan aksi tersebut, ruang belajar itu belum tersentuh pembersihan menyeluruh pascabanjir. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada terhambatnya proses pendidikan.
“Kondisi ruang kelas sangat memprihatinkan, dengan endapan lumpur setinggi kurang lebih 50 sentimeter yang menggenangi ruang belajar. Akibatnya, proses pembelajaran belum dapat kembali berjalan normal hingga saat ini,” ungkap Harun.
Harun menegaskan bahwa pemulihan sektor pendidikan tidak dapat dilepaskan dari penanganan fisik sarana belajar yang rusak akibat bencana.
Tim relawan memulai kegiatan sejak pukul 07.30 WIB dari Posko Hidayatullah Aceh di Desa Payameta dan menyelesaikan pembersihan sekitar pukul 15.20 WIB. Aktivitas dilakukan secara bertahap, mulai dari pengangkatan lumpur, pembersihan lantai dan dinding, hingga penataan awal ruang kelas agar dapat segera difungsikan kembali.
Dalam keterangannya, Harun menyoroti kondisi para tenaga pendidik yang turut menjadi korban bencana. Ia menyampaikan bahwa sebagian besar guru di sekolah tersebut terdampak langsung, bahkan ada yang kehilangan tempat tinggal. Situasi ini, menurutnya, membuat pemulihan sekolah berjalan lambat apabila tidak ada dukungan dari pihak luar.
“Guru-guru pun sedang berjuang memulihkan keluarga mereka,” kata Harun, menekankan dimensi kemanusiaan di balik tantangan pemulihan pendidikan.
Kegiatan pembersihan melibatkan relawan personel Tim Siaga Bencana DPW Hidayatullah Aceh yang didampingi wali kelas 2C SMP Negeri 1 Karang Baru, Inawati, S.Pd. Kehadiran pihak sekolah dinilai penting untuk memastikan penanganan ruang kelas sesuai kebutuhan pembelajaran.
Inawati menjelaskan bahwa para siswa dijadwalkan kembali masuk sekolah pada 5 Januari 2026, bersamaan dengan dimulainya semester genap setelah libur semester dan bencana banjir. Namun, ia mengakui masih terdapat kendala signifikan.
Kondisi ruang kelas yang belum sepenuhnya layak, kerusakan seluruh mobiler, serta akses jalan menuju sekolah yang masih tertimbun lumpur dan genangan air menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.
Berangkat dari realitas tersebut, Inawati berinisiatif menyiapkan ruang kelasnya agar dapat kembali digunakan. Upaya ini dilakukan dengan menggandeng bantuan dari Tim DPW Hidayatullah Aceh dan Baitul Maal Hidayatullah sebagai bentuk sinergi kemanusiaan yang berlandaskan nilai keislaman dan semangat gotong royong khas Indonesia.
Dampak banjir juga dirasakan berat oleh para guru. Dari sekitar 70 tenaga pendidik di SMP Negeri 1 Karang Baru, hanya tujuh orang yang rumahnya tidak terdampak langsung banjir bandang. Bahkan, beberapa di antaranya dilaporkan kehilangan tempat tinggal, sehingga membutuhkan dukungan berkelanjutan untuk pemulihan kehidupan sehari-hari.
Untuk agenda lanjutan pada Minggu, 28 Desember 2025, Tim DPW Hidayatullah Aceh dan Baitul Maal Hidayatullah dijadwalkan melaksanakan pembersihan rumah warga terdampak. Beberapa lokasi yang direncanakan antara lain rumah alumni Hidayatullah Tanjung Morawa serta rumah Ustadz Aswir, simpatisan Hidayatullah, yang turut mengalami dampak banjir bandang.











