AdvertisementAdvertisement

Tokoh Muslimah Ajak Jadikan Ramadhan Momentum Penguatan Daya dan Produktivitas

Content Partner

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Tokoh nasional muslimah inspiratif, Bunda Aisah, mengatakan bahwa momentum suci bulan Ramadhan harus menjadi titik perubahan bagi Muslimah untuk meninggalkan sikap pasif dan bertransformasi menjadi pribadi yang lebih berdaya dalam berbagai dimensi kehidupan.

Pengawas Vanilla Hijab ini menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan kesempatan penting untuk memperkuat kualitas diri, baik dalam lingkup keluarga, peran sosial, maupun penguatan spiritualitas.

“Momentum suci bulan Ramadhan ini seharusnya menjadi titik balik untuk meninggalkan kebiasaan pasif dan beralih menjadi pribadi yang lebih berdaya, baik dalam ranah domestik, sosial, maupun spiritual,” ujar Bunda Aisah dalam kegiatan Tarhib Ramadhan yang diselenggarakan Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah Depok, pada Sabtu, 27 Sya’ban 1447 (15/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh ratusan peserta, khususnya kalangan Muslimah, yang mengikuti rangkaian acara dengan antusias. Dalam kesempatan tersebut, Bunda Aisah menyampaikan bahwa Ramadhan tidak hanya berkaitan dengan ibadah ritual seperti menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan sarana pendidikan yang membentuk kedisiplinan dan meningkatkan kapasitas individu.

Bunda Aisah menjelaskan bahwa bulan Ramadhan berfungsi sebagai madrasah kehidupan yang memberikan ruang bagi Muslimah untuk mengembangkan potensi diri secara optimal.

Dalam pemaparannya, Bunda Aisah juga menyinggung tentang peran Muslimah dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, termasuk dalam aspek ekonomi. Ia menjelaskan bahwa Islam memberikan ruang bagi perempuan untuk berkontribusi secara produktif selama tetap memenuhi ketentuan syariat.

“Islam memperbolehkan wanita bekerja membantu suami, bahkan dianggap mulia, asalkan mendapat izin dari suami, halal dan tidak melalaikan kewajiban utama,” katanya, sembari menegaskan bahwa aktivitas produktif yang dilakukan Muslimah dapat berjalan selaras dengan tanggung jawab keluarga dan nilai-nilai agama.

Salah satu bentuk aktivitas produktif yang disampaikan dalam forum tersebut adalah keterlibatan dalam bidang usaha atau bisnis. Bunda Aisah menjelaskan bahwa kegiatan usaha dapat dijalankan dengan prinsip yang sederhana dan terencana. Ia menyebutkan empat unsur utama yang perlu diperhatikan dalam memulai usaha, yaitu niat yang kuat, penentuan produk yang jelas, pemanfaatan teknologi digital, serta pembangunan jaringan kerja yang luas.

“Bisnis itu tidak ribet. Syaratnya ada empat. Pertama, niat dan tekad yang kuat. Kedua menentukan produk. Ketiga, melek dengan teknologi dan dunia digital. Keempat, bangun jaringan, networking,” katanya.

Owner VH Tour ini mendorong Muslimah untuk memanfaatkan perkembangan teknologi secara produktif. Ia menegaskan bahwa penggunaan media sosial dapat diarahkan untuk aktivitas yang memberikan manfaat nyata, termasuk dalam mendukung ekonomi keluarga. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dapat membuka peluang yang luas bagi Muslimah untuk berkarya tanpa harus meninggalkan peran domestik.

“Kalau itu bisa dilakukan, maka Muslimah kalau main medsos, dia tidak sekadar scrolling. Tapi juga menghasilkan income bagi keluarga, dari rumah bisa meraih banyak berkah,” tukasnya.

Kegiatan Tarhib Ramadhan ini menjadi ruang pembelajaran yang memberikan penguatan pemahaman tentang peran Ramadhan sebagai sarana pembinaan diri. Selain menyampaikan materi tentang pemberdayaan Muslimah, kegiatan tersebut juga menjadi sarana silaturahmi dan penguatan semangat kebersamaan di antara para peserta.

Acara tersebut terselenggara melalui kerja sama berbagai pihak, termasuk dukungan dari Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) dan Muliamart Swalayan. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadirkan kegiatan edukatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

BAZNAS dan IMS Gelar Pesantren Marjinal Cahaya Ramadan bagi Kelompok Rentan

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) -- Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) bekerja sama dengan Islamic Medical Service (IMS) menyelenggarakan...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img