
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Syaefullah Hamid, menilai keberlangsungan kader dan kepemimpinan Hidayatullah di Jakarta merupakan modal penting sekaligus tantangan strategis dalam menjalankan dakwah ke depan. Hal itu disampaikan dia saat memberikan sambutan penutupan sebagai pendamping Musyawarah Wilayah (Muswil) VI DPW Hidayatullah DKI Jakarta yang digelar pada 12–14 Desember 2025.
Syaefullah mengungkapkan rasa syukur, bahagia, dan bangganya dapat hadir dalam forum Muswil tersebut. Menurutnya, Muswil ini menjadi ruang refleksi perjalanan panjang kader dan kepemimpinan Hidayatullah di Jakarta.
“Saya sangat bersyukur dan bangga bisa hadir di Musyawarah Wilayah ini. Ini bukan pertemuan biasa, tetapi pertemuan orang-orang yang telah melalui perjalanan panjang dakwah,” ujar Syaefullah, di asrama haji Pondok Gede, Sabtu, 22 Jumadil Akhir 1447 (13/12/2025).
Ia mengenang kedekatan personal dan perjalanan organisasinya bersama sejumlah kawan-kawan di Hidayatullah DKI Jakarta, termasuk KH Asdar Majhari Pette Ewang, sekarang Ketua Dewan Murabbi Hidayatullah DKI Jakarta. Syaefullah menyebut relasi itu terjalin jauh sebelum keduanya memegang amanah struktural.
“Saya pernah tinggal bersama beliau di Matraman, sebelum beliau menikah. Itu kenangan yang masih sangat jelas. Kami saling menjadi saksi perjalanan masing-masing,” tuturnya.
Selain itu, ia juga mengingat kebersamaan dengan Ketua DPW Hidayatullah DKI Jakarta terpilih, Ust. Suhardi Sukiman, S.Th.I, M.Pd., sejak masa perjuangan di Ciputat sebagai mahasiswa.
Bagi Syaefullah, kebersamaan lintas waktu tersebut menunjukkan konsistensi dan daya tahan kader Hidayatullah dalam menghadapi kerasnya dinamika Ibu Kota.
“Tidak semua orang mampu bertahan di Jakarta. Yang bisa bertahan di sini adalah mereka yang memiliki daya survival tinggi. Dan, bukan sekadar bertahan, tetapi juga mampu memberi warna dan kontribusi,” katanya.
Menurut Syaefullah, kemampuan bertahan dan berkiprah di Jakarta merupakan modal kepemimpinan yang sangat penting dalam menggerakkan dakwah. Ia menilai Jakarta sebagai kota dengan tantangan yang sangat kompleks, tempat berbagai peluang dan ancaman hadir bersamaan.
“Jakarta ini kota yang sangat menantang. Segala hal ada di sini. Seperti kata seorang kawan, jalan menuju kebaikan banyak, tetapi jalan menuju keburukan juga tidak kalah banyak,” ujarnya.
Dalam konteks itu, Syaefullah menekankan pentingnya peran Dewan Murabbi Wilayah (DMW) dalam mengawal kepemimpinan DPW, khususnya dalam menjaga dimensi spiritual dan kultur organisasi. Ia menilai sinergi antara DW dan DPW harus terus dijaga agar gerak dakwah tetap seimbang dan berkelanjutan.
“Kolaborasi antara DMW dan DPW harus senantiasa terjaga. Ini penting untuk menjaga arah ideologis, spiritual, dan kultur perjuangan,” tegasnya.
Sebagai pendamping Muswil, Syaefullah juga mendoakan para pengurus yang mendapat amanah agar senantiasa diberikan kemudahan, petunjuk, dan kelapangan dalam menjalankan tugas organisasi selama lima tahun ke depan.
“Mudah-mudahan para pengurus diberikan otak yang sehat dan hati yang lurus dalam menjalankan amanah ini, sehingga menghasilkan kesuksesan yang menjadi fondasi bagi perjalanan Hidayatullah DKI Jakarta selanjutnya,” pungkasnya.






