
BANDUNG (Hidayatullah.or.id) — Agenda sosial bertajuk Khitanan Berkah Nusantara kembali digelar oleh Laznas Baitulmaal Hidayatullah (BMH) sebagai bagian dari program rutin akhir tahun.
Perwakilan Manajemen BMH Jawa Barat, Yosep Suhendar, mengatakan kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi kebaikan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap anak-anak dai, guru ngaji, serta warga sekitar pesantren.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung di Pondok Pesantren Hidayatullah Bandung yang berlokasi di wilayah Padasuka, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Selasa, 3 Rajab 1447 (23/12/2025).
Rangkaian acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh salah satu orang tua peserta khitan, yang juga berkhidmat sebagai guru pesantren. Suasana khidmat tersebut menjadi pengantar pembukaan kegiatan, dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai pihak, mulai dari perwakilan BMH, pimpinan yayasan pesantren, tim medis, hingga unsur pemerintahan kelurahan setempat. Nuansa keislaman dan kebersamaan tampak kuat mewarnai seluruh rangkaian acara.
Yosep Suhendar dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur kepada Allah atas terselenggaranya program ini berkat dukungan para donatur dan sinergi berbagai pihak. Ia mengapresiasi kepercayaan orang tua peserta, pengurus yayasan, serta dukungan pemerintah kelurahan.
Menurutnya, BMH sebagai lembaga amil zakat nasional terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi umat melalui jaringan cabang dan pesantren binaan yang tersebar di berbagai daerah.
Sebagai tuan rumah kegiatan, Ketua Yayasan Hayatan Thayyibah Pesantren Hidayatullah Bandung, Ustadz Abdul Wakit, menyambut pelaksanaan Khitanan Berkah Nusantara dengan penuh kegembiraan.
Ia mendoakan para amil BMH, donatur, dan seluruh peserta khitan agar senantiasa diberi kesehatan serta keberkahan. Ungkapan syukur tersebut mencerminkan semangat ukhuwah dan kepedulian sosial yang menjadi bagian dari nilai dakwah pesantren.
Pokok perhatian dalam kegiatan ini disampaikan oleh Lurah Padasuka, M. Fahlah Hudaya Mimbar, S.I.P., yang secara resmi membuka acara. Ia mengapresiasi langkah BMH sebagai wujud konkret kepedulian terhadap masyarakat.
Fahlah menyatakan ketertarikannya untuk melanjutkan kolaborasi kebaikan tersebut melalui rencana penandatanganan nota kesepahaman atau MOU bersama BMH di bidang kesehatan, pendidikan, dan sektor sosial lainnya.
“Kami ingin meneruskan kebaikan kolaborasi ini secara lebih terstruktur sebagai bentuk tanggung jawab kepada pimpinan dan masyarakat,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, ia juga memberikan dukungan langsung kepada peserta khitan berupa bantuan uang tunai.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan sesi foto, sebelum memasuki proses khitan. Momentum ini menjadi pengalaman bermakna bagi para peserta dan keluarga.

Salah satu orang tua peserta, ayah dari Umar dan Hamzah, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti program ini karena sangat membantu meringankan beban biaya, sekaligus memperoleh uang saku, bingkisan, dan layanan konsultasi medis gratis.
Program Khitanan Berkah Nusantara diikuti oleh 20 anak dari lingkungan sekitar pesantren dengan penanganan langsung tenaga medis profesional dari Klinik Amanah Padasuka. Selain layanan khitan tanpa biaya, peserta juga menerima bingkisan sebagai bentuk perhatian.
Melalui program ini, Yosep menambahkan, BMH berharap sinergi antara lembaga sosial, pemerintah, dan masyarakat terus terjaga demi kemaslahatan bersama dalam bingkai keislaman dan keindonesiaan.






