AdvertisementAdvertisement

Naspi Arsyad Soroti Tanggung Jawab Orang Tua dalam Membangun Masyarakat

Content Partner

TOLITOLI (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Naspi Arsyad, Lc., menekankan peran sentral orang tua dalam membangun tatanan masyarakat. Hal itu disampaikan dalam acara Tabligh Akbar yang digelar Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Tengah sebagai bagian dari rangkaian Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gabungan yang berlangsung di Masjid Agung Al Mubarok, Tolitoli, pada Jum’at, 6 Rajab 1447 (26/12/2025).

Naspi menyatakan bahwa tantangan terbesar di era digital adalah memastikan keterlibatan kedua orang tua secara utuh dan maksimal dalam proses pendidikan keluarga.

Naspi pun mengapresiasi kegiatan ini yang mengusung tema Urgensi Takwa Menjaga Keluarga di Era Digital. Menurutnya, upaya ini sebagai respons atas dinamika sosial yang dihadapi keluarga muslim Indonesia di tengah percepatan teknologi informasi.

“Kunci dari suatu tatanan masyarakat adalah peran orang tua yang dijalankan secara sempurna dan maksimal dalam menjalankan perannya masing-masing di dalam tatanan kehidupan, sehingga menjadi panutan bagi anak-anak di dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Naspi menegaskan bahwa peran tersebut akan membentuk anak-anak yang tangguh dan adaptif menghadapi perubahan zaman. Ia juga menyatakan dukungan terhadap berbagai program yang berorientasi pada pembinaan moral, perbaikan akhlak, serta pembangunan sumber daya manusia sebagai bagian dari ikhtiar kolektif membangun bangsa.

“Penguatan institusi keluarga sebagai fondasi utama pembentukan masyarakat yang berakhlak, berdaya, dan berketahanan moral. Upaya ini ini sekaligus memperkuat spirit keislaman dan keindonesiaan dalam menghadapi tantangan era digital yang kian kompleks,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa Tolitoli merupakan wilayah yang relatif aman dan harmonis. Ia menilai tidak terdapat sekat sosial yang tajam antar kelompok masyarakat, sehingga nilai wasatiyah atau moderasi yang dianut Hidayatullah menemukan relevansinya. Menurutnya, kondisi sosial tersebut membuka peluang besar bagi Tolitoli untuk berkembang sebagai kota religius yang mampu menjaga harmoni di tengah tantangan digital.

Naspi juga menyinggung dampak negatif perkembangan digital terhadap anak-anak, antara lain menurunnya minat belajar dan melemahnya kedekatan dengan Al-Qur’an. Fenomena ini berimplikasi pada masih ditemukannya anak-anak yang belum mampu membaca Al-Qur’an.

Merespons kondisi tersebut, Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Tengah, Sarmadani Karani, menargetkan program 500 Rumah Qur’an dalam lima tahun ke depan. Program ini, jelas dia, diarahkan sebagai pusat pengurangan buta aksara Al-Qur’an sekaligus wahana pembinaan masyarakat, baik pada ranah pendidikan formal maupun nonformal.

Apresiasi Pemerintah Tolitoli

Dukungan pemerintah daerah turut disampaikan melalui sambutan tertulis Bupati H. Amran H. Yahya yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Tolitoli, Mukti, S.T., yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas inisiatif DPW Hidayatullah Sulawesi Tengah dalam menyelenggarakan kegiatan yang dinilai memberikan manfaat strategis bagi penguatan keluarga dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini semoga kita semua memperoleh ilmu dan hikmah dalam membimbing keluarga agar tetap berada pada jalan yang diridhai Allah SWT dan sekaligus mampu menyikapi perkembangan digital secara bijak, cerdas, dan bertanggung jawab,” demikian harapannya.

Kegiatan Tabligh Akbar ini dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Toli-Toli, anggota DPRD, perwakilan Kementerian Agama, para kepala perangkat daerah, pimpinan ormas serta pondok pesantren, serta panitia pelaksana.

Rakerda gabungan yang digelar di Tolitoli ini dihadiri oleh unsur pengurus Hidayatullah Kabupaten Donggala, Kabupaten Poso, Kabupaten Luwuk Banggai, Kabupaten Tolitoli, Kota Palu, Kabupaten Buol, Kabupaten Morowali, Kabupaten Banggai, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Tojo Una-Una, Kabupaten Sigi, Kabupaten Banggai Laut, dan Kabupaten Morowali Utara.

Reporter: Suaib Sudirman
Editor: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Penugasan Alumni Ma’had Aly Ikhtiar Membangun Pemahaman Realitas dan Kasih Sayang Antargenerasi

MODEL lembaga pendidikan Islam di Indonesia saat ini sangat beragam. Salah satunya ma’had aly, sebuah model lembaga pendidikan Islam...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img