AdvertisementAdvertisement

Mahasiswa STIQ Ash-Shiddiq Diterjunkan ke Masyarakat untuk Syiar dan Pengabdian Ramadhan

Content Partner

MEDAN (Hidayatullah.or.id) — Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ash-Shiddiq Medan, Muhammad Mahmud, S.Th.I., M.Pd., menegaskan bahwa program Safari Ramadhan 1447 Hijriyah merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pendekatan dakwah dan interaksi langsung.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan yang jelas dan terstruktur dalam membangun hubungan sosial serta memperkuat peran mahasiswa di tengah masyarakat.

“Tujuan utama Safari Ramadhan 1447 H bagi mahasiswa ke masyarakat adalah untuk mempererat tali silaturahmi, melaksanakan pengabdian masyarakat, dan menyebarluaskan dakwah keagamaan secara langsung,” kata Mahmud dalam kegiatan pelepasan mahasiswa STIQ Ash-Shiddiq yang dilaksanakan pada Jumat, 2 Ramadhan 1447 (20/2/2026).

Mahmud menjelaskan, program Safari Ramadhan STIQ Ash-Shiddiq Medan menjadi bagian dari implementasi pengabdian akademik berbasis masyarakat yang mengintegrasikan pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial. Melalui kegiatan ini, dia berharap, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam berinteraksi dengan masyarakat, sekaligus menjalankan peran sebagai bagian dari upaya penguatan syiar Islam dan pengabdian sosial di berbagai wilayah penugasan.

Pelepasan mahasiswa tersebut dilakukan secara resmi oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Medan Muhammad Isa Abdul Baary, bersama Ketua STIQ Ash-Shiddiq Medan. Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa diberangkatkan menuju berbagai wilayah penugasan yang telah ditentukan sebelumnya. Penempatan tersebut merupakan bagian dari perencanaan kegiatan Safari Ramadhan yang disusun secara sistematis untuk menjangkau masyarakat di berbagai daerah.

Mahmud menjelaskam, Program Safari Ramadhan ini sebagai sarana pembelajaran langsung di tengah kehidupan masyarakat. Selain mempererat hubungan sosial, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap kondisi sosial dan keagamaan masyarakat.

“Melalui keterlibatan langsung, mahasiswa diharapkan dapat menjalankan peran dakwah serta memperkuat nilai-nilai keislaman di lingkungan tempat mereka bertugas,” kata Mahmud.

Mahmud menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai penting dalam proses pembentukan kapasitas mahasiswa. “Kegiatan ini menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan sosial, menimba ilmu langsung dari masyarakat, dan menggali wawasan sosial dan keagamaan dari sumber yang tak terbatas di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat,” terangnya.

Sementera itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Medan Muhammad Isa Abdul Baary menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu yang telah diperoleh selama masa studi dengan pengalaman nyata di lapangan.

“Selain bisa menerapkan ilmunya yang sudah didapat dari kampus, para mahasiswa juga bisa mendapatkan lebih banyak lagi ilmu serta keterampilan dari masyarakat, yang kadang tidak bisa didapatkan di bangku perkuliahan,” jelasnya.

Safari Ramadhan tahun ini mengusung tema “Gen-Q (Generasi Qur’ani): Muda, Berdakwah dan Berdampak.” Tema tersebut dirumuskan oleh Dewan Mahasiswa (Dema) STIQ Ash-Shiddiq sebagai kerangka konseptual untuk membentuk karakter mahasiswa yang memiliki komitmen dakwah serta mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Isa menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjawab kebutuhan dakwah dan penguatan pemahaman keagamaan.

“Kehadiran mereka di tengah-tengah masyarakat juga diharapkan bisa membantu memecahkan masalah yang dihadapi oleh masyarakat berkaitan dengan tantangan dakwah dan kurangnya wawasan keagamaan,”katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Departemen Pendidikan Dasar, Menengah, dan Tinggi (DikDasMenTi) Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sumatera Utara, Muhammad Fathun Nur, menyampaikan pesan kepada para mahasiswa terkait implementasi tema tersebut. Ia menegaskan pentingnya konsistensi antara nilai yang diusung dengan perilaku yang ditunjukkan selama pelaksanaan Safari Ramadhan.

“Kehadiran mereka di tengah masyarakat harus memberi dampak yang positif bagi masyarakat, memberi warna baru yang positif bagi lingkungan yang mereka bina,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an harus tercermin dalam perilaku mahasiswa selama menjalankan tugas dakwah dan pengabdian.

Reporter: Abu Dawud
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Ukir Solidaritas di Malam Kedua Ramadhan, BMH-Masjid Al-Mubaarok Bekasi Timur Gaungkan Dukungan untuk Palestina

BEKASI (Hidayatullah.or.id) -- Malam kedua Ramadhan (19/2/2025) di Masjid Jami’ Al-Mubaarok, Jalan Dewi Sartika RT 002/008, Margahayu, Bekasi Timur,...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img