
BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Hidayatullah Balikpapan bersama Program Pendidikan Ulama Zuama (PUZ) secara resmi memberangkatkan 255 mahasiswa untuk menjalankan Gerakan Ramadhaniyah 1447 Hijriyah yang dilaksanakan di lebih dari 38 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Ketua STIS Hidayatullah Balikpapan, Rizky Kurnia Sah, mengatakan program ini sebagai bagian dari penguatan kaderisasi nasional dan pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan aktivitas dakwah, pelayanan umat, serta penguatan literasi Al-Qur’an selama bulan Ramadhan.
Penugasan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Ketua STIS Nomor 28 Tahun 2026 serta Surat Keputusan Panitia Ramadhan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Nomor SK/001/PAN-RAM/YPPH/II/2026 tertanggal 28 Sya’ban 1447 H atau bertepatan dengan 16 Februari 2026.
Prosesi pelepasan kader dilakukan secara simbolis pada 12 Februari 2026 di Masjid Ar-Riyadh Hidayatullah Balikpapan sebagai penanda dimulainya rangkaian kegiatan Ramadhaniyah secara nasional.
Rizky Kurnia Sah menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembinaan kader yang dirancang secara menyeluruh, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat.
“Ramadhan adalah bulan pembuktian. Kader tidak hanya dibina secara akademik, tetapi ditempa langsung dalam pelayanan umat dan penguatan dakwah. Di sinilah integritas, kepemimpinan, dan ketangguhan mereka diuji,” kata Rizky dalam keterangannya kepada media ini, Sabtu, 3 Ramadhan 1447 (21/2/2026).
Rizky menjelaskan Gerakan Ramadhaniyah merupakan bagian dari sistem pembinaan kader yang mengintegrasikan pendidikan formal dengan praktik pengabdian nyata. Program ini dilaksanakan melalui berbagai bentuk penugasan yang mencakup Praktik Kuliah Dakwah (PKD), penempatan imam masjid, penugasan sebagai amil zakat, magang di firma hukum, serta pelaksanaan Daurah Qur’an Ramadhan.
Secara rinci, kegiatan ini mencakup 14 titik Praktik Kuliah Dakwah, 2 titik praktik magang firma hukum, 6 titik penugasan amil zakat, 16 titik penempatan imam masjid, serta satu program Daurah Qur’an Ramadhan.
Selain itu, terdapat 115 mahasiswa yang mengikuti Daurah Qur’an Ramadhan, 81 mahasiswa bertugas sebagai Mujahid Ramadhan, 23 mahasiswa PUZ menjalankan tugas sebagai imam masjid, serta 6 mahasiswa yang terlibat sebagai panitia Ramadhan di Gunung Tembak.
Rizky menyebutkan, sebaran kader mencakup berbagai provinsi dengan dukungan dan kerja sama dari sejumlah mitra kelembagaan. Di antaranya adalah Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Gorontalo.
Selain itu, sinergi juga terjalin dengan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Kalimantan Timur, Kantor Hukum Haji Nasrun Mu’min di Kutai Kartanegara, serta LPPA Bina Aisyah di Samarinda. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan umat sekaligus memperkuat sistem kaderisasi berbasis pengabdian nasional.

Penguatan Spiritual
Selain penugasan lapangan, Rizky menyebutkan, kegiatan Ramadhaniyah juga menempatkan penguatan spiritual sebagai bagian utama dari pembinaan kader melalui program Daurah Al-Qur’an Ramadhan. Program ini diikuti oleh 115 mahasiswi yang tergabung dalam halaqah yang terdiri dari Halaqah Ziyadah, Halaqah Mukammal, dan Halaqah Tahsin.
“Kegiatan tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas bacaan, hafalan, serta pembinaan karakter Qur’ani sebagai bagian dari pembentukan integritas kader selama menjalankan tugas dakwah,” jelasnya.
Dengan keterlibatan 255 mahasiswa di berbagai wilayah, Rizky menambahkan, program ini dilaksanakan secara terstruktur dan terkoordinasi untuk mendukung pelayanan umat selama bulan Ramadhan.
Melalui Gerakan Ramadhaniyah ini, STIS Hidayatullah Balikpapan dan PUZ menjalankan program kaderisasi yang mengintegrasikan pembelajaran, pelayanan, serta penguatan karakter berbasis nilai-nilai keislaman.
“Program tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari sistem pendidikan dan pembinaan kader yang berorientasi pada pengabdian masyarakat dan penguatan dakwah di berbagai wilayah Indonesia,” pungkas Rizky.






