AdvertisementAdvertisement

Sosialisasi Platform Sistahid, Sekjen Nanang Tekankan Pentingnya Transformasi Digital dalam Tata Kelola Organisasi

Content Partner

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Dr. Nanang Noerpatria, M.Pd., menekankan pentingnya transformasi digital dalam tata kelola organisasi saat menyampaikan sosialisasi platform digital terintegrasi bernama SISTAHID pada Rapat Kerja Nasional Muslimat Hidayatullah 2026. Acara tersebut berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, pada hari Rabu, 19 Syawal 1447 (8/4/2026).

Nanang menjelaskan bahwa langkah ini diambil berdasarkan evaluasi terhadap manajemen internal. Ia menyampaikan bahwa pendataan anggota selama ini dilakukan secara manual, rentan kesalahan, dan data sering tidak lengkap.

Dia menjelaskan, akses terhadap informasi strategis menjadi terhambat karena sebaran data yang masih bersifat fisik dan tidak terpusat, sehingga proses pembaruan data memakan waktu lama serta kurang efisien. Kondisi faktual inilah yang kemudian mendorong organisasi untuk melakukan aksentuasi pada penguatan pangkalan data digital.

“Tujuan utama dari implementasi SISTAHID adalah untuk membangun database anggota yang akurat dan terpusat bagi seluruh struktur organisasi,” katanya mengenai platform yang telah dibesut sejak lebih dari 5 tahun lalu itu.

Nanang menegaskan bahwa keberadaan data yang valid merupakan prasyarat mutlak bagi kepemimpinan dalam merumuskan kebijakan.

Ia mengungkapkan, platform Sistahid dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan organisasi berbasis data yang valid serta meningkatkan efektivitas komunikasi internal antara pengurus dan anggota. Dengan demikian, koordinasi program kerja di lingkungan Muslimat Hidayatullah diharapkan dapat berjalan lebih akseleratif.

Dalam aspek teknis, platform SITAHID menyediakan fitur komprehensif mulai dari pendaftaran anggota baru secara digital, manajemen profil, hingga pengelolaan agenda organisasi dan halaqah kader.

Nanang juga mengingatkan bahwa implementasi sistem digital tidak lepas dari tantangan teknis dan sosiologis. Ia mengidentifikasi beberapa potensi kendala seperti keterbatasan akses internet di daerah tertentu, risiko gangguan sistem, hingga resistensi terhadap perubahan metode kerja.

Sebagai solusi, kata Nanang, organisasi berkomitmen untuk mengadakan pelatihan dan pendampingan intensif bagi pengguna baru serta melakukan monitoring data secara berjenjang dari tingkat pusat hingga daerah.

“Peran operator di wilayah dan daerah menjadi sangat penting dalam melakukan verifikasi serta validasi data guna memastikan akurasi informasi dalam sistem,” imbuhnya.

Nanang mengajak seluruh kader Muslimat Hidayatullah untuk memiliki kesadaran kolektif akan pentingnya integritas data. Dia mengutip visi besar organisasi bahwa dengan data yang akurat dan terpercaya, kita membangun fondasi organisasi yang kokoh dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Paradigma utama yang harus dipegang teguh oleh setiap pengelola organisasi adalah data kuat maka organisasi kuat,” katanya.

Melalui SISTAHID, Nanang menambahkan, Hidayatullah berupaya mewujudkan tata kelola yang profesional, transparan, dan visioner demi keberlangsungan dakwah di masa mendatang.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

KH Naspi Arsyad Sebut Industri Produk Halal Telah Menjadi Kebutuhan Eksistensial Masyarakat

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) -- Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, Lc., menyampaikan pergeseran paradigma masyarakat terhadap urgensi...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img