AdvertisementAdvertisement

K.H. Naspi Arsyad Ajak Jama’ah Capai Kemerdekaan Keluarga di Era Digital Melalui Pendekatan Personal

Content Partner

CILACAP – Badan Dakwah Islam (BDI) RU IV Cilacap menyelenggarakan Pengajian Al-Qudwah yang dirangkaikan dengan Doa Bersama serta Santunan Anak Yatim dan Dhu’afa di Masjid Baiturrahmah Donan, Jalan MT Haryono No. 77, Donan, Cilacap. Rabu (19-08-2026). Acara yang juga disiarkan secara dalam jaringan (daring) melalui kanal YouTube BDI Pertamina Cilacap ini mengusung tema “Mewujudkan Kemerdekaan Keluarga, di Era Digital”.

Hadir sebagai penceramah utama, Ketua Umum DPP Hidayatullah sekaligus Anggota Dewan Pertimbangan MUI Pusat, K.H. Naspi Arsyad, Lc.

Dalam tausiyahnya, Kiai Naspi menekankan pentingnya peran keluarga dalam menghadapi pesatnya era digitalisasi. Ia menjelaskan bahwa gawai dan media sosial saat ini bukan sekadar mesin pencari, melainkan telah menjadi wadah pelarian dan pelampiasan emosional bagi anak-anak yang kurang mendapat perhatian di rumah.

“Banyak kasus terjadi di mana anak tidak dekat dengan orang tuanya, kurang mendapatkan belaian serta kedekatan emosional maupun fisik. Akhirnya, mereka mencari figur kawan atau ‘bestie’ di media sosial, padahal sejatinya hal tersebut sangat mereka harapkan dari orang tua mereka sendiri,” ungkap Kiai Naspi.

Untuk membentengi dan mengimbangi dampak negatif era digital terhadap anak, beliau memaparkan salah satu kiat utama yang bersumber dari pesan Al-Qur’an, yaitu pendekatan personal (rabbani). Menjelaskan makna surah Al-‘Alaq ayat pertama, beliau menguraikan pesan di balik penggunaan lafaz “Rabb” (Iqra’ bismi rabbikallazi khalaq).

Menurutnya, penggunaan lafaz Rabb yang bermakna Zat Pemelihara, Pengasih, Penyayang, dan Pengampun menunjukkan pendekatan yang sangat personal, hangat, dan mengayomi, berbeda dengan lafaz yang menekankan superioritas semata. Pendekatan personal penuh kasih sayang inilah yang wajib diterapkan oleh para orang tua di rumah agar anak-anak tidak kehilangan pegangan di tengah derasnya arus informasi digital.

Selain mengupas tema utama keluarga di era digital, Kiai Naspi juga memberikan pesan khusus menyambut bulan suci Ramadan. Memasuki bulan Rabiul Awwal, beliau mengajak jama’ah untuk mulai meneladani para ulama terdahulu dan penduduk Madinah dalam mempersiapkan diri. Persiapan tersebut meliputi memanjatkan doa sejak enam bulan sebelum Ramadan agar dipertemukan dengan bulan suci, serta membiasakan diri menyisihkan rezeki sejak jauh hari untuk dimaksimalkan dalam bersedekah.

“Mengapa warga Makkah dan Madinah bisa begitu royal bersedekah saat Ramadan? Ternyata rahasianya adalah persiapan. Sejak tanggal 1 Syawal mereka sudah mulai menabung kembali selama 11 bulan penuh, khusus untuk diinfakkan di bulan suci berikutnya. Jika kita ingin merasakan nikmatnya berbagi di bulan Ramadan, persiapannya bukan seminggu sebelumnya, melainkan dibiasakan dan disisihkan sejak jauh-jauh hari.” tegas Alumnus Universitas Islam Madinah tersebut.

Kegiatan pengajian ini berlangsung dengan khidmat dan hangat, ditutup dengan doa bersama serta penyerahan santunan kepada anak-anak yatim dan dhu’afa di lingkungan sekitar.

Editor: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

42 Mahasiswa STAI Al Bayan Jalani Munaqasyah, Kopertais Uji Landasan Syariat dan Bacaan Al-Qur’an

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Bayan Hidayatullah Makassar menggelar Ujian Munaqasyah bagi 42 mahasiswa tingkat...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img