
BANDUNG (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Barat, Ahmad Maghfur, menegaskan pentingnya menghadirkan Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah Jawa Barat sebagai sentral kegiatan dan pusat konsolidasi dakwah wilayah. Harapan tersebut disampaikan dia dalam kegiatan Saresehan Dakwah dan Silaturahmi Dai Jawa Barat yang diselenggarakan di Gedung Dakwah Yayasan Hajatan Toyyibah, Bandung, beberapa waktu lalu dan ditulis Jum’at, 16 Ramadhan 1447 (6/3/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari unsur Dewan Pengurus Daerah Hidayatullah Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kota Bandung. Forum ini diselenggarakan oleh Korps Muballigh Hidayatullah (KMH) Jawa Barat dengan dukungan Persaudaraan Dai Indonesia (PosDai) serta Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (BMH) Jawa Barat. Selain peserta dari wilayah Bandung Raya, kegiatan ini juga mencakup perwakilan dai dari wilayah Garut.
Dalam sambutannya, Ahmad Maghfur menekankan bahwa pembangunan pusat dakwah memiliki makna strategis bagi penguatan aktivitas dakwah di tingkat wilayah.
“Gedung dakwah bukan hanya bangunan fisik, tetapi simbol keseriusan kita membangun peradaban,” ujarnya.
Forum saresehan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi para dai untuk bertukar gagasan serta memperkuat koordinasi gerakan dakwah yang berkembang di kawasan perkotaan.
Hadir pula Dewan Murobbi Wilayah Hidayatullah Jawa Barat, Endang Abdul Rohman dan Anton, yang memberikan arahan kepada peserta mengenai penguatan peran dai dalam aktivitas dakwah.

Ketua Departemen Dakwah Hidayatullah Jawa Barat, Asep Juhana, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pandangannya mengenai potensi pengembangan model dakwah yang adaptif terhadap dinamika masyarakat perkotaan.
Sementara itu, Sekretaris Wilayah Hidayatullah Jawa Barat, Andi Ahmad Suhendar, memandu jalannya diskusi saresehan yang membahas penguatan koordinasi organisasi dan pembentukan kepanitiaan kegiatan dakwah.
“Dakwah butuh sistem. Butuh barisan yang rapi dan taat pada keputusan bersama,” kata Andi Ahmad Suhendar yang juga pengawas Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok ini.
Dalam forum tersebut, Anton dari Dewan Murobbi Wilayah Jawa Barat juga menyampaikan pandangan mengenai kapasitas yang perlu dimiliki seorang dai.
“Seorang dai harus memiliki kekuatan spiritual, fisik, dan finansial,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Pemuda Hidayatullah Jawa Barat, LSH, PosDai, serta sejumlah undangan lainnya. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang difasilitasi oleh BMH Jawa Barat sebagai bentuk dukungan terhadap para dai yang terlibat dalam aktivitas dakwah di wilayah tersebut.






