
RAJA AMPAT (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Bidang Organisasi, Dr. Dudung Amadung Abdullah, M.Ag., M.H., menyampaikan bahwa Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) hendaknya mampu melahirkan program kerja yang sistematis, konsisten, dan memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi internal organisasi, tetapi juga bagi umat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan dia saat pembukaan Rapat Kerja Wilayah I Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Papua Barat Daya yang dilaksanakan di Waisai, Kabupaten Raja Ampat.
Rapat Kerja Wilayah I DPW Hidayatullah Papua Barat Daya diselenggarakan selama dua hari, pada 25–26 Januari 2026. Kegiatan ini mengusung tema Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Mandiri dan Berpengaruh. Tema tersebut menjadi landasan pelaksanaan agenda Rakerwil yang diarahkan pada perumusan langkah-langkah kerja organisasi di tingkat wilayah.
Dudung menyampaikan bahwa forum Rakerwil merupakan momentum penting bagi DPW Hidayatullah Papua Barat Daya untuk menata arah gerak organisasi. Ia menjelaskan bahwa Rakerwil tidak hanya diposisikan sebagai agenda rutin, tetapi sebagai sarana penyusunan strategi implementasi kebijakan umum organisasi.
Ia menyampaikan bahwa program kerja yang dirumuskan dalam Rakerwil diharapkan tersusun secara sistematis dan dijalankan secara konsisten. Ia menegaskan bahwa program tersebut perlu diarahkan agar memberikan dampak yang dapat dirasakan, baik oleh internal organisasi maupun oleh masyarakat luas dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
“Mari terus mengambil peran dalam pembangunan bangsa dengan berpegang pada kerangka agama, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konsensus nasional yang telah disepakati para pendiri bangsa,” katanya.
Penguatan Sumber Daya Manusia


Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Papua Barat Daya, M. Sanusi, dalam forum tersebut menyampaikan bahwa Rakerwil merupakan tanggung jawab kolektif seluruh unsur organisasi.
Ia menjelaskan bahwa forum ini diselenggarakan untuk menyiapkan langkah-langkah strategis organisasi agar mampu merespons dinamika tantangan dakwah dan pendidikan yang terus berkembang.
M. Sanusi menyampaikan bahwa pengelolaan organisasi memerlukan pendekatan yang lebih terarah dan terstruktur. Menurutnya, Rakerwil I difokuskan pada penguatan konsolidasi jati diri organisasi, transformasi tata kelola, kemandirian lembaga, serta penguatan sumber daya manusia. Fokus tersebut menjadi bagian dari agenda pembahasan dalam rangkaian sidang Rakerwil.
Ia juga menyampaikan tiga pokok perhatian yang menjadi fokus bersama dalam Rakerwil, yaitu penguatan jati diri organisasi, peningkatan profesionalisme dalam pengelolaan lembaga, serta penguatan sinergi dan kolaborasi untuk optimalisasi gerakan dakwah.
“Ketiga poin ini dibahas sebagai bagian dari kerangka kerja DPW Hidayatullah Papua Barat Daya,” katanya.
Rakerwil I DPW Hidayatullah Papua Barat Daya dihadiri oleh jajaran pengurus DPW dan DPD Hidayatullah se-Papua Barat Daya, Pengurus Mushida Papua Barat Daya, serta sejumlah undangan.
Hadir pula Dandim 1805 Raja Ampat, perwakilan Pos TNI Angkatan Laut Raja Ampat, Majelis Taklim Al Akbar Warbayam, Ketua BKMT Raja Ampat, Imam Masjid Al Akbar, dan masyarakat sekitar Kampus Hidayatullah Raja Ampat.
Pelaksanaan pembukaan Rakerwil berlangsung dalam kondisi cuaca panas, namun kegiatan berjalan tertib sesuai agenda.






