AdvertisementAdvertisement

Hidayatullah Sampaikan Duka atas Gugurnya Prajurit TNI di Markas UNIFIL Lebanon

Content Partner

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Juru Bicara yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Muhammad Isnaeni, menyampaikan pernyataan duka cita atas gugurnya prajurit TNI Praka Farizal Rhomadhon dalam serangan yang dilaporkan dilakukan oleh militer Israel dengan menarget Markas Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) pada Ahad, 29 Maret 2026.

Serangan tersebut juga menyebabkan empat prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka. Kelima personel tersebut tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang sedang menjalankan mandat misi perdamaian internasional.

Isnaeni menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada almarhum atas pengabdian yang diberikan dalam misi penjaga perdamaian dunia.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Praka Farizal Rhomadhon yang sedang menjalankan tugas sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB. Pengorbanan beliau merupakan bentuk dedikasi bagi stabilitas dan keamanan internasional,” ujar Isnaeni dalam keterangannnya, Senin, 10 Syawal 1447 (30/3/2026).

Ia juga menyampaikan doa bagi prajurit yang terluka agar segera mendapatkan pemulihan kesehatan secara penuh.

“Kami mendoakan agar para prajurit yang mengalami luka dapat segera pulih dan kembali sehat. Mereka adalah representasi komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia,” katanya.

Indonesia merupakan salah satu negara kontributor terbesar dalam misi penjaga perdamaian PBB. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan bahwa hingga 2025 Indonesia menempatkan lebih dari 2.700 personel dalam berbagai misi penjaga perdamaian di berbagai wilayah konflik, termasuk Lebanon melalui United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Misi UNIFIL sendiri dibentuk pada 1978 untuk memantau penghentian permusuhan, membantu pemerintah Lebanon memulihkan otoritasnya di wilayah selatan, serta menjaga stabilitas kawasan perbatasan.

Isnaeni menyampaikan bahwa Hidayatullah mengecam keras serangan yang menyebabkan jatuhnya korban dari pasukan penjaga perdamaian tersebut. Ia menegaskan bahwa misi UNIFIL berada di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa dan memiliki status perlindungan internasional.

“Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Isnaeni.

Menurut laporan berbagai lembaga internasional, insiden yang menimpa pasukan penjaga perdamaian di Lebanon terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan tersebut. Sejumlah fasilitas sipil, termasuk infrastruktur kemanusiaan dan fasilitas internasional, dilaporkan turut terdampak serangan.

Isnaeni menyerukan dilakukannya penyelidikan menyeluruh terhadap insiden tersebut oleh lembaga internasional yang berwenang.

“Kami menyerukan agar dilakukan investigasi yang transparan dan menyeluruh untuk memastikan akuntabilitas atas serangan yang menyebabkan gugurnya prajurit Indonesia tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peristiwa ini juga menunjukkan pola kekerasan yang sering terjadi dalam konflik kawasan, di mana pihak-pihak yang tidak terlibat langsung dalam permusuhan kerap menjadi korban. Situasi tersebut, menurutnya, juga terlihat dalam berbagai laporan mengenai serangan membabi buta di Palestina yang selama bertahun-tahun menunjukkan tingginya korban sipil akibat operasi militer di wilayah pendudukan itu.

Hidayatullah menyampaikan penghormatan kepada seluruh prajurit TNI yang bertugas dalam misi penjaga perdamaian dunia. Pengabdian tersebut, tegas isnaeni, adalah sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas internasional serta memperkuat komitmen global terhadap perdamaian dan keamanan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Krisis Geopolitik Global dan Tanggung Jawab Intelektual Halaqah Kader

KURANG lebih sudah sebulan ketegangan dan perang Amerika-Iran berlangsung. Tanda-tanda mereda belum terlihat. Bahkan cakupan wilayah perang semakin meluas. Bagi...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img