AdvertisementAdvertisement

Integrasi Ibadah dan Kinerja Jadi Pokok Bahasan Sharing Kultural DPP di Deli Serdang

Content Partner

DELI SERDANG (Hidayatullah.or.id) — Mengakhiri tahun dengan penguatan dimensi spiritual dan kelembagaan, Departemen Rekrutmen Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah menyelenggarakan agenda sharing kultural di Kampus Utama Pondok Pesantren Hidayatullah, Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa, 10 Rajab 1447 (30/12/2025).

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan orientasi kader dakwah dalam memadukan nilai keislaman, profesionalisme, dan tanggung jawab kebangsaan.

Hadir sebagai narasumber utama, Imam Nawawi, Ketua Departemen Rekrutmen DPP Hidayatullah, menyampaikan pokok pembahasan mengenai karakter Muslim sejati yang tidak terjebak pada dikotomi antara kesalehan ritual dan kualitas kerja. Dalam paparannya, Imam Nawawi menegaskan bahwa ibadah yang dilakukan seorang Muslim harus tercermin secara nyata dalam etos kerja, kinerja lapangan, dan kontribusi sosial bagi umat dan bangsa.

Di hadapan peserta yang terdiri atas unsur pengurus yayasan, perwakilan Dewan Pengurus Wilayah (DPW), serta mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ash-Shiddiq, ia mengingatkan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar dibaca sebagai teks ritual, melainkan menjadi sumber energi moral dan intelektual dalam menjalankan amanah dakwah.

“Kita diperintahkan untuk senantiasa bersemangat dalam menguatkan kebaikan, kebenaran, dan kesabaran,” ujarnya, seraya menekankan pentingnya menjadikan wahyu sebagai penggerak kerja nyata.

Dalam sesi diskusi yang berlangsung dialogis, Imam Nawawi menguraikan tiga garis besar penguatan militansi kader dakwah. Pertama, ia menyoroti makna mendalam dari perintah membaca dalam wahyu pertama Al-Qur’an. Membaca, menurutnya, tidak berhenti pada aktivitas literasi, tetapi merupakan proses pembentukan cara pandang yang bertumpu pada tauhid.

Ketika perintah membaca dilaksanakan dengan kesadaran Bismirabbik—dengan menyebut dan melibatkan nama Allah—maka aktivitas intelektual akan melahirkan kejernihan visi, ketajaman analisis, dan keberanian moral dalam menjawab persoalan umat.

Kedua, Imam Nawawi menegaskan pentingnya integrasi antara ibadah dan etos kerja. Ia menyampaikan bahwa seorang Muslim tidak cukup dinilai dari intensitas ibadah ritual semata, tetapi juga dari kualitas kontribusinya dalam tugas dan tanggung jawab yang diemban.

“Orang Islam itu tidak hanya dituntut baik dalam ibadah, tetapi juga harus unggul dalam etos kerja dan kinerja,” katanya. Menurutnya, profesionalisme, disiplin, dan ketuntasan kerja merupakan manifestasi dari iman yang hidup dan bernilai sosial.

Poin ketiga yang ditekankan adalah kesadaran posisi kader dalam dunia dakwah dan pendidikan. Imam Nawawi mengingatkan bahwa keterlibatan seseorang dalam jalan dakwah bukan hasil perencanaan pribadi semata, melainkan karunia dari Allah SWT yang harus dijaga dengan kesungguhan.

Ia mengajak peserta untuk menjaga fokus perjuangan tanpa terjebak pada keraguan atau distraksi yang melemahkan langkah. “Teruslah bergerak maju, jangan larut menengok ke kanan dan ke kiri hingga kehilangan arah,” pesannya.

Agenda sharing kultural ini merupakan bagian dari tradisi internal Hidayatullah yang secara konsisten dirawat sebagai sarana konsolidasi nilai dan visi. Selain berfungsi sebagai media penyampaian arah kebijakan organisasi, forum ini juga menjadi ruang penyatuan orientasi batin antara pengelola lembaga dan generasi muda yang dipersiapkan sebagai pemimpin masa depan.

Dengan menempatkan Al-Qur’an sebagai sumber energi spiritual dan etos kerja, pertemuan di Tanjung Morawa tersebut diharapkan dapat memperkuat karakter kader dakwah yang religius, produktif, dan berdaya saing. Spirit keislaman yang terintegrasi dengan semangat keindonesiaan ditegaskan sebagai fondasi untuk menjawab tantangan dakwah dan pembangunan umat pada masa-masa mendatang.

Reporter: Herim Achmad
Editor: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Sambut Ramadhan, Dana Umat Hadirkan Air Bersih untuk Santri dan Warga Cimanggu

BANDUNG BARAT (Hidayatullah.or.id) -- Menjelang Ramadhan 1447 H, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) rampungkan program pipanisasi...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img