
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, Lc, memberi makna di balik bulan suci Ramadhan khususnya pada tradisi buka puasa bersama. Ia menekankan bahwa kegiatan ini mengandung dimensi ruhani yang sangat kuat yang mampu melampaui batas-batas formalitas.
KH Naspi Arsyad menyebut buka puasa sebagai sebuah instrumen penyatu bagi idealisme umat yang terkadang terfragmentasi oleh realitas politik harian.
“Buka bersama adalah merupakan simbol spiritual yang berfungsi menyatukan hati dan idealisme umat Islam secara umum dan tokoh Islam secara khusus dan itu terlihat dari kebersamaan, keakraban, dan suasana yang cair dalam acara buka bersama yang dilakukan oleh kedutaan besar Arab Saudi,” katanya kepada media ini usai mengadiri undangan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Republik Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste di Hotel St. Regis, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa, 6 Ramadhan 1447 (24/2/2026).
Salah satu poin yang ditekankan oleh KH Naspi adalah kemampuan momentum spiritual ini dalam mencairkan residu ketegangan politik. Mengingat Indonesia baru saja melewati perhelatan demokrasi yang besar, kehadiran para tokoh nasional dalam satu meja makan menjadi simbol rekonsiliasi yang nyata.
Ia mengamati bahwa perbedaan pilihan politik di masa lalu seakan kehilangan relevansinya ketika dihadapkan pada ikatan persaudaraan yang lebih tinggi, yaitu ukhuwah imaniah.
“Tentu saja keakraban dan cairnya suasana ini meski boleh saja ketika Pilpres kemarin ada perbedaan atau dalam helatan pesta demokrasi berseberangan. Tapi di acara berbuka puasa bersama tadi semua seakan sirna dan kita dipersatukan dalam satu tali yang sangat kuat, solid, yaitu tali persaudaraan karena iman,” ungkap KH Naspi Arsyad.
KH Naspi memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak penyelenggara. Ia menilai bahwa inisiatif dari Kedutaan Besar Arab Saudi ini bukan sekadar agenda rutin diplomatik, melainkan sebuah momentum krusial bagi konsolidasi pemikiran dan hati para tokoh di Indonesia.
“Yang pertama atas nama DPP Hidayatullah mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Kedutaan Besar Arab Saudi atas helatan buka bersama pada malam hari ini dengan kehadiran atau yang juga dihadiri oleh beberapa tokoh nasional Indonesia serta beberapa duta besar yang ada di Indonesia,” ujar KH Naspi Arsyad.
Naspi memiliki harapan besar agar harmoni yang tercipta dalam acara buka puasa tersebut dapat terus membingkai setiap interaksi antar-pemimpin bangsa di masa depan. Menurutnya, stabilitas nasional dan kemajuan negara sangat bergantung pada bagaimana para tokoh nasional mengelola komunikasi dan hubungan personal mereka.
KH Naspi meyakini bahwa Indonesia saat ini sedang berada pada persimpangan jalan menuju cita-cita besar yang sering digaungkan sebagai “Indonesia Emas”. Namun, beliau memberikan catatan kritis bahwa visi Indonesia Emas, Indonesia yang tangguh, serta bermartabat hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen bangsa, terutama para pemegang kebijakan dan tokoh masyarakat, bergerak dalam jalur yang benar on the track. Jalur tersebut, menurut dia, harus didasari oleh fondasi persaudaraan yang kokoh.
“Kita berharap agar suasana seperti ini membingkai semua interaksi para tokoh nasional, tokoh-tokoh bangsa sehingga Indonesia dapat bermetamorfosa atau melangkah dalam jalur yang benar on the track menuju Indonesia emas, Indonesia tangguh, Indonesia bermartabat yang kita yakini tidak akan bisa terwujud kecuali dengan ikatan persaudaraan dan keakraban di antara stakeholder bangsa ini seperti yang dicerminkan dari acara buka puasa bersama tadi,” katanya.
KH Naspi Arsyad menegaskan kembali posisi Hidayatullah sebagai organisasi yang senantiasa mendorong persatuan bangsa. Baginya, pertemuan tokoh seperti ini merupakan mikrokosmos dari Indonesia yang dicita-citakan, yakni sebuah bangsa yang mampu mengesampingkan perbedaan demi kepentingan kolektif yang lebih besar, dipandu oleh nilai-nilai Islam yang luhur.
Ia berharap esensi dari kebersamaan malam itu dapat ditransformasikan ke dalam kebijakan-kebijakan strategis yang membawa kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia menuju masa depan yang lebih bermartabat.






