
JUDUL di atas adalah tema Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hidayatullah yang penulis kutip dari ToR yang diterbitkan oleh penyelenggara. Rakernas diselenggarakan setahun sekali dalam rangka sinkronisasi pelaksanaan program kerja serta sosialisasi kebijakan dan keputusan musyawarah dan rapat tingkat nasional (PDO, pasal 47 ayat 1). Perhelatan yang akan berlangsung tiga hari ini (12-14 Januari) dihadiri oleh; Dewan Pengurus Pusat, unsur Dewan Pengurus Wilayah, unsur Organisasi Pendukung tingkat pusat, unsur Amal Usaha tingkat pusat dan unsur Badan Usaha tingkat pusat (PDO, pasal 47, ayat 2). Sebagai sebuah Organisasi yang berdedikasi pada pembangunan peradaban Islam, sangat wajar jika bertekad menjadi lembaga yang mandiri dan berpengaruh dalam masyarakat. Pada posisi inilah konsolidasi Jatidiri dan transformasi Organisasi menjadi kunci utamanya.
Konsolidasi Jati Diri: Memperteguh Identitas dan Tujuan
Konsolidasi jati diri adalah proses memperkuat identitas dan tujuan organisasi. Dalam konteks Hidayatullah, konsolidasi jati diri berarti memperteguh komitmen pada nilai-nilai Sistematika Wahyu, Ahlussunnah Waljama’ah, al Haraqah al Jihadiyah al Islamiyah, Imamah Jamaah, Jama’atun Minal Muslimin, Washatiyah dan meningkatkan kesadaran akan tujuan organisasi serta memperkuat identitas sebagai gerakan perjuangan Islam yang merupakan salah satu bagian dari keseluruhan kaum muslimin dengan arus utama (mainstream) gerakan tarbiyah dan dakwah.
Menurut sosiolog asal Inggeris Anthony Giddens, identitas organisasi adalah konstruksi sosial yang dibentuk melalui interaksi dengan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, konsolidasi jati diri Hidayatullah harus melibatkan proses refleksi dan evaluasi atas nilai-nilai dan tujuan organisasi, serta memperkuat komitmen pada visi dan misi Organisasi.
Imam Al-Ghazali juga menekankan pentingnya memperkuat identitas dan tujuan dalam berorganisasi. Beliau mengatakan, “Barangsiapa yang tidak memiliki tujuan, maka dia tidak memiliki kehidupan” (Al-Ghazali, Ihya’ Ulum al-Din). Oleh karena itu, konsolidasi jati diri Hidayatullah harus diarahkan pada memperkuat tujuan dan Jatidiri Organisasi. Oleh karena itu, momentum Rakernas hendaknya dimanfaatkan dengan optimal oleh Pimpinan Majelis Syura dan Pengurus Harian DPP sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini untuk melakukan konsolidasi Jatidiri Organisasi.
Transformasi Organisasi: Menuju Efisiensi dan Efektivitas
Transformasi organisasi adalah proses perubahan fundamental dalam struktur, budaya, dan operasional Organisasi. Dalam konteks Hidayatullah, transformasi organisasi berarti meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam mencapai tujuan.
Menurut ahli sosiologi Austria-Amerika, Peter Drucker, transformasi organisasi adalah proses yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam menghadapi perubahan lingkungan. Oleh karena itu, transformasi organisasi Hidayatullah harus diarahkan pada meningkatkan kemampuan organisasi dalam menghadapi tantangan dan peluang baru.
Imam Ibn Khaldun juga menekankan pentingnya transformasi organisasi dalam mencapai tujuan. Beliau mengatakan, “Perubahan adalah hukum alam, dan organisasi yang tidak berubah akan menjadi stagnan” (Ibn Khaldun, Muqaddimah). Oleh karena itu, transformasi organisasi Hidayatullah harus diarahkan pada meningkatkan kemampuan Organisasi dalam menghadapi perubahan lingkungan.
Menuju Hidayatullah Mandiri dan Berpengaruh
Dengan konsolidasi Jatidiri dan transformasi organisasi, Hidayatullah dapat menjadi lembaga yang mandiri dan berpengaruh dalam masyarakat. Pengurus hendaknya memperhatikan beberapa pendekatan diantaranya berikut ini;

Hidayatullah yang ingin mandiri dan berpengaruh harus menyeimbangkan kemandirian internal (finansial, manajerial, kaderisasi) dengan pengaruh eksternal (program sosial, komunikasi, kolaborasi). Keduanya saling melengkapi: tanpa kemandirian, pengaruh mudah rapuh; tanpa pengaruh, kemandirian kehilangan makna.
Selamat Rakernas semoga Hidayatullah yang maju dan mandiri kian mampu mengantar kadernya melakoni amanah PDO sebagai mana yang termaktub di alenia pertama muqaddimah “Alhamdulillah, segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar, untuk dimenangkan-Nya di atas semua agama dan ideologi”.
*) Nursyamsa Hadis, penulis adalah Sekretaris dan Anggota Majelis Penasihat Hidayatullah






