AdvertisementAdvertisement

Menggabungkan Olahraga, Kebersamaan, dan Ibadah dalam Konsep Bukber Sporty

Content Partner

TERLEPAS dari berbagai komplain terhadap Gen Z, ada satu yang harus diacungi jempol dari mereka: Kegemaran olahraga.

Survey dalam dan luar negeri menunjukkan mereka gemar olahraga. Survey Sport Trend Analysis yang diadakan di dalam negeri menunjukkan 94% Gen Z dan Milenial rajin olahraga minimal sepekan sekali. Sementara survey yang diadakan di Inggris memberi angka 72% Gen Z rajin olahraga.

Kegemaran olahraga Gen Z akhirnya menular ke banyak generasi, terutama generasi senior. Selain itu, dalam satu kajian, kegemaran olahraga ini menggeser kegemaran untuk clubbing. Keren, kan? Subhanallah.

Di sisi lain, dalam bidang olahraga, ada yang namanya golden window. Ini sebuah istilah untuk menggambarkan pentingnya makan bergizi tinggi setelah olahraga. Batas maksimumnya sekitar 60 menit pasca olahraga. Artinya setelah olahraga hendaklah seseorang makan bergizi tinggi terutama protein. Agar tubuh memiliki asupan yang cukup untuk recovery. Tubuh sehat dan bugar lebih mudah diperoleh insya Allah.

Lalu apa hubungannya dengan Ramadhan? Mari merancang bukber sporty!

Agar olahraga didapatkan, kebersamaan oke, dan ibadah mantap.

Contoh gambaran kegiatannya sebagai berikut.

1,5 jam sebelum waktu buka puasa, seluruh peserta bukber sudah berkumpul di arena olahraga. Lalu peserta pemanasan, olahraga, dan pendinginan dalam waktu 45 menit. Berikutnya peserta meniriskan keringat dan mandi, waktunya 45 menit juga. Tepat waktu adzan, peserta buka puasa bersama.

Dikarenakan ini bukber sporty, maka protein diperbanyak. Misalkan pisang, susu, whey protein, telur, ikan, dan daging. Karbohidrat tetap ada. Jangan lupa kurma, sebagaimana sunnah. Gorengan? Boleh, tapi cukup 1 biji saja (hehehe).

Karena golden window tersisa 15 menit, maka peserta dikondisikan langsung makan berat namun tetap perlahan. Setelah selesai, peserta shalat Maghrib lanjut taushiyah sampai Isya’. Sehingga peserta tidak berpikir untuk pulang. Sering ditemui peserta bukber pulang sebelum Isya’. Sayang sekali, karena tarawih berpotensi absen seiring keinginan peserta untuk segera sampai rumah masing-masing.

Oke, setelah mendapatkan taushiyah, peserta menjalankan shalat Isya’ dan Tarawih jama’ah. Tarawihnya bisa panjang, jika disepakati. Akan tetapi karena sudah olahraga di sore harinya, sangat dianjurkan untuk Tarawih berintensitas ringan hingga sedang. Betul, tujuannya agar peserta segera rehat dan recovery tubuh.

Dengan rangkaian seperti itu semoga Gen Z yang gemar olahraga berkenan ikut bukber. Kesan bukber yang monoton alias lebih menonjol taushiyahya sedikit meredup. Gantinya imej bukber yang penuh semangat.

Tunggu, tunggu…

Apabila dari tadi Gen Z yang disebut, bukan berarti Generasi Milenial dan X tidak boleh ikut bukber sporty. Boleh sekali generasi senior ikut. Gen Alpa yang lebih yunior juga boleh gabung. Tinggal olahraganya diatur dan disepakati.

Mungkin olahraganya bersifat individual seperti jogging atau gym, mungkin juga tim seperti futsal. Apa saja jenis olahraganya dipersilakan, yang penting semua senang dan tuntas hingga akhir waktunya. Ya olahraganya, bukbernya, Tarawihnya, semuanya dilalui dengan lancar.

Semangat!

Wallah a’lam.

FU’AD FAHRUDDIN

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Sistematika Wahyu Didorong Menjadi Tawaran Kerangka Epistemologi Peradaban Global

BATAM (Hidayatullah.or.id) -- Ketua Dewan Badan Pembina Yayasan Hidayatullah Batam, Ust. Nursyamsa Hadis, mengemukakan bahwa Sistematika Wahyu (SW) sebagai...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img