AdvertisementAdvertisement

Menjaga Asa Pascabanjir Aceh-Sumatera, Tim Recovery Hidayatullah Tempuh Jalur Darat

Content Partner

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Tim Siaga Bencana Hidayatullah bersama Laznas BMH melanjutkan pendampingan kemanusiaan bagi warga penyintas banjir di wilayah Sumatera dan Aceh. Upaya ini memasuki fase lanjutan dengan diturunkannya tim transisi recovery yang diberangkatkan dari Jakarta menuju Medan dan Aceh Tamiang melalui jalur darat pada Senin dini hari, 2 Rajab 1447 (22/12/2025). Langkah tersebut merupakan bagian dari kesinambungan penanganan bencana yang tidak berhenti pada masa tanggap darurat.

Tim transisi recovery ini disiapkan untuk memastikan proses peralihan dari penanganan darurat menuju pemulihan berjalan terstruktur. Upaya tersebut menitikberatkan pada keberlanjutan bantuan, sekaligus menyesuaikan kebutuhan lapangan yang berkembang seiring waktu.

Diketahui, fase recovery menjadi tahap krusial karena menyentuh aspek pemulihan sosial, psikologis, dan keberlangsungan hidup masyarakat terdampak.

Kepala Divisi Kreator Program BMH Pusat, Rohsyiandi Santika, menjelaskan bahwa keberangkatan tim ini mengemban dua misi utama.

“Misi aksi ini ada dua. Pertama, memastikan transisi tim tanggap darurat ke tim recovery berjalan mulus. Kedua, pilihan melalui jalur darat untuk akselerasi distribusi bantuan ke titik yang memang memerlukan kendaraan lebih kuat,” ujarnya, yang menegaskan strategi mobilisasi disesuaikan dengan kondisi geografis dan tantangan akses di wilayah terdampak banjir.

Pemilihan jalur darat juga berkaitan dengan efektivitas distribusi logistik dan pendampingan. Beberapa lokasi terdampak banjir di Sumatera dan Aceh Tamiang memiliki keterbatasan akses kendaraan standar. Oleh karena itu, tim membawa perlengkapan pendukung tambahan untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit dilalui.

“Kami juga mengangkut armada motor trail guna memudahkan manuver tim di lapangan,” ungkap Rohsyiandi, menegaskan kesiapan teknis tim dalam menghadapi kondisi medan yang beragam.

Tim yang terdiri dari relawan muda Rohsyiandi Santika, Imam Nawawi, Johansyah, dan Rifai Fadhly ini berangkat dari Jakarta pada pukul 00.00 WIB dan tiba di Pelabuhan Merak sekitar pukul 04.00 WIB.

Dari titik tersebut, perjalanan dilanjutkan dengan menyeberang menggunakan kapal lintas Merak–Bakauheni sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Sumatera. Hingga laporan ini disusun, tim masih berada dalam perjalanan di atas kapal penyeberangan, dengan agenda lanjutan menuju Medan dan Aceh Tamiang.

Pendampingan pascabanjir yang dilakukan merefleksikan nilai keislaman yang menempatkan kepedulian terhadap sesama sebagai bagian dari tanggung jawab iman. Dalam perspektif tersebut, membantu penyintas bencana tidak hanya dimaknai sebagai aksi sosial, tetapi juga sebagai wujud pengamalan nilai rahmatan lil ‘alamin.

Ia menegaskan, ikhtiar kemanusiaan senantiasa disertai harapan akan keselamatan dan kelancaran, sejalan dengan nilai tawakkal yang menjadi bagian penting dalam setiap langkah pengabdian sosial dan kebencanaan.

Rohsyiandi Santika menutup keterangannya dengan permohonan dukungan doa dari masyarakat. “Mohon doa sahabat kebaikan semua, tim ini bisa lancar sampai ke tujuan,” ujarnya.

Reporter: Herim Achmad
Editor: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Sambut Ramadhan, Dana Umat Hadirkan Air Bersih untuk Santri dan Warga Cimanggu

BANDUNG BARAT (Hidayatullah.or.id) -- Menjelang Ramadhan 1447 H, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) rampungkan program pipanisasi...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img