
KENDARI (Hidayatullah.or.id) — Ratusan kader Hidayatullah berkumpul dalam sebuah momentum strategis bertajuk Gema Muharram di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin, 5 Muharram 1447 (1/7/2025).
Selain sebagai kegiatan ritual awal tahun Hijriyah, kegiatan ini juag menjadi agenda penguatan jati diri kader menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Hidayatullah 2025.
Mengusung tema “Penguatan Jati Diri Kader Menuju Sukses Munas Hidayatullah 2025”, forum ini menjadi medan konsolidasi yang menyatukan semangat kader dari berbagai wilayah Sultra—dari Konawe hingga Wakatobi. Kegiatan ini dibingkai oleh nilai hijrah sebagai transformasi intelektual dan spiritual.
“Momentum Muharram ini harus kita jadikan titik balik. Hijrah bukan hanya soal waktu, tapi juga komitmen untuk terus memperbaiki diri, amal, dan arah perjuangan,” tegas Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Tenggara Achmad Syahroni dalam sambutannya.
Dalam narasi kolektif ini, hijrah dipahami bukan sebagai peristiwa historis, melainkan prinsip kerja dakwah yang menuntut keteguhan, perbaikan, dan arah baru.
Doa-doa dilantunkan bukan dalam suasana hening belaka, melainkan dengan kesadaran penuh akan tugas besar yang menanti: suksesnya Munas 2025.
Para peserta hadir bukan hanya untuk meramaikan, melainkan membawa satu tujuan: soliditas. Kebersamaan mereka menandai kesatuan langkah, menunjukkan kesiapan Hidayatullah Sulawesi Tenggara sebagai kekuatan strategis dakwah.
Gema Muharram menjadi medium refleksi dan mobilisasi. Di tengah kebersamaan, para kader saling menguatkan visi, memperteguh loyalitas, dan menyatukan gerak menuju sukses bersama. Karena bagi mereka, Munas 2025 dimulai dari kebulatan tekad hari ini.*/






