
TANJAB BARAT (Hidayatullah.or.id) — Hidayatullah Jambi berkomitmen akan menunaikan amanah organisasi dengan pendekatan 4K, yaitu kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. Demikian diantara yang menjadi salah satu pokok komitmen dalam Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah Provinsi Jambi.
Komitmen tersebut disertai dengan rencana program penguatan sumber daya insani melalui pendirian Sekolah Dai untuk ditugaskan ke seluruh wilayah Jambi, pengembangan kemandirian ekonomi kreatif, serta aktivasi dakwah bagi mualaf di pedalaman Suku Anak Dalam.
Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Provinsi Jambi melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Pesantren Hidayatullah, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Rakerwil ini tercatat sebagai pelaksanaan perdana rapat kerja wilayah Hidayatullah di tingkat provinsi tersebut.
Pembukaan Rakerwil dihadiri oleh pendamping kegiatan, Iwan Abdullah, M.Si., yang menyampaikan pengantar terkait pelaksanaan rapat kerja. Dalam keterangannya, ia menyebut bahwa Rakerwil diharapkan dapat menghadirkan solusi pencapaian program yang efektif, efisien, adaptif, kolaboratif, dan berdampak luas.
Rakerwil Hidayatullah Provinsi Jambi diikuti oleh seluruh Ketua Dewan Pengurus Daerah Hidayatullah se-Provinsi Jambi. Selain itu, hadir pula jajaran Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah, Pengurus Wilayah Pemuda Hidayatullah, serta seluruh pengurus amal usaha dan badan usaha Hidayatullah di tingkat wilayah Provinsi Jambi. Kehadiran unsur-unsur tersebut menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi wilayah.
Tema yang diusung dalam Rakerwil ini adalah Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Hidayatullah Mandiri dan Berpengaruh. Tema tersebut menjadi landasan pembahasan dalam perumusan program kerja wilayah serta penjabaran arah organisasi untuk periode selanjutnya.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Provinsi Jambi, Subur Pramudya, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa dakwah dan tarbiyah merupakan bagian dari tugas kenabian. Keterangan tersebut disampaikan dalam konteks penegasan amanah yang diemban oleh pengurus dan kader Hidayatullah dalam menjalankan program organisasi.
Dalam sambutan yang sama, Subur Pramudia menyampaikan bahwa DPW Hidayatullah Jambi berkomitmen menunaikan amanah organisasi dengan prinsip 4K.
Ia juga memaparkan sejumlah program yang akan diusung, meliputi penguatan sumber daya insani melalui pendirian Sekolah Dai untuk penugasan ke seluruh wilayah Jambi, pengembangan kemandirian ekonomi kreatif, serta aktivasi dakwah mualaf di wilayah pedalaman Suku Anak Dalam.
Iwan Abdullah, selaku Ketua Departemen Pembinaan Anggota Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, bertindak sebagai pendamping Rakerwil Provinsi Jambi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Rakerwil merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas).
Pelaksanaan Rakerwil dimaksudkan untuk memastikan program-program utama, khususnya di bidang dakwah dan tarbiyah, yang telah ditetapkan di tingkat pusat dapat dijalankan dan ditindaklanjuti di tingkat wilayah dan daerah.
Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Rakerwil berkaitan dengan mekanisme permusyawaratan yang diatur dalam Pedoman Dasar Organisasi, sebagaimana tercantum dalam Pasal 37 ayat (15) serta Pasal 50 ayat (1) dan (2). Penjelasan tersebut disampaikan dalam rangka memberikan pemahaman struktural mengenai posisi Rakerwil dalam sistem organisasi.
Selain itu, Iwan Abdullah memaparkan bahwa tema Rakerwil merupakan amanah yang perlu diperhatikan dan diamalkan dalam menjalankan tugas di Hidayatullah. Ia juga menyampaikan penjelasan mengenai transformasi organisasi sebagai proses perubahan menyeluruh pada struktur dan strategi organisasi.
Dalam kesempatan yang sama, ia menyebutkan bahwa Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2026 memuat penekanan pada ketahanan pangan, energi hijau, dan investasi sumber daya manusia yang juga perlu diperhatikan agar selaras dengan program.
Menjelang penutupan pemaparan, disampaikan beberapa program strategis yang akan diusung oleh Pengurus Wilayah Hidayatullah Jambi. Program-program tersebut meliputi pendirian Sekolah Dai, pendirian Rumah Qur’an, perwujudan masjid percontohan, pengembangan kegiatan ekonomi kreatif, serta pembinaan mualaf.






