AdvertisementAdvertisement

SAR Hidayatullah dan Laznas BMH Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Pekalongan

Content Partner

PEKALONGAN (Hidayatullah.or.id) — Aksi siaga bencana kembali dilakukan oleh SAR Hidayatullah bersama Laznas BMH dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir di Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, pada Selasa, 16 Syaban 1447(4/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari respon darurat atas kondisi banjir berkepanjangan yang masih melanda wilayah tersebut.

Sebanyak 100 paket bantuan sembako didistribusikan langsung kepada warga terdampak. Relawan SAR Hidayatullah turut terjun ke lapangan untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Aksi ini diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang aktivitas kesehariannya terganggu akibat genangan air yang belum surut.

Relawan SAR Hidayatullah, Johan Winarno, menyampaikan bahwa kehadiran tim kemanusiaan diharapkan dapat meringankan beban warga. “Kami berharap bantuan ini bisa sedikit membantu kebutuhan warga dan kondisi segera membaik agar masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti semula,” ujarnya singkat di sela pendistribusian.

Banjir di Kecamatan Tirto dilaporkan telah memasuki fase mengkhawatirkan. Selama kurang lebih dua pekan, empat desa yakni Jeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo, dan Karangjompo terendam air. Banjir dipicu oleh kombinasi puncak musim hujan, fenomena rob, serta jebolnya tanggul sungai yang memperparah luapan air ke permukiman warga.

Camat Tirto, Siswanto, melaporkan bahwa kondisi tersebut memaksa sedikitnya 1.600 jiwa meninggalkan rumah dan kini tersebar di 17 titik pengungsian. Di lapangan, kebutuhan medis mulai menipis, sementara fasilitas sanitasi di posko pengungsian dinilai tidak lagi memadai.

Sejumlah kepala desa juga menyampaikan keterbatasan stok obat-obatan, terutama salep kulit untuk kutu air, obat diare, selimut, susu formula, serta pakaian dalam bagi warga pengungsi.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Ketika Kebenaran Disampaikan Namun Tak Lagi Didengar

DALAM kehidupan sosial, ada satu ironi yang kerap berulang. Yaitu, ketika kebenaran disampaikan, namun justru ditolak, nasihat diucapkan, tetapi...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img