
DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah menggelar Sidang Senat Terbuka bertajuk “Sinergi Ekonomi Berkeadaban dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045” dalam rangka Wisuda Angkatan ke-XIII di Hotel Bumi Wiyata, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu, 19 Rabi’ul Akhir 1447 (11/10/2025).
Ketua Yayasan Hidayatullah Depok, Ust. Lalu Mabrul, S.Pd., M.Pd., mengajak para wisudawan STIE Hidayatullah Depok untuk menjadi generasi emas yang berakhlak mulia, adaptif, dan berdaya saing global.
Dalam sambutannya Lalu Mabrul menegaskan bahwa momentum wisuda bukanlah akhir perjalanan belajar, tetapi awal dari perjuangan nyata di tengah masyarakat.
“Hari ini adalah titik awal, bukan titik akhir. Hari ini adalah puncak dari proses panjang, penuh perjuangan, kerja keras, air mata, dan doa yang tiada henti,” ungkapnya di hadapan para wisudawan, dosen, dan tamu undangan.
Mabrul menekankan, Indonesia tengah memasuki fase penting menuju tahun 2045 — satu abad kemerdekaan. Dalam periode ini, bangsa Indonesia menargetkan terwujudnya Indonesia Emas 2045, sebuah visi besar untuk menjadikan negara ini maju, adil, dan berdaya saing global.
“Namun pertanyaannya, siapa yang akan menjadi penggeraknya? Jawabannya adalah generasi muda saat ini. Merekalah yang hari ini kita wisuda, dan kelak akan memimpin di berbagai sektor ekonomi, pendidikan, pemerintahan, dan teknologi,” ujarnya.
Mabrul mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual semata tidak cukup untuk membangun bangsa. Ia menegaskan pentingnya keseimbangan antara ilmu, akhlak, dan spiritualitas.
“Wisuda bukanlah akhir dari proses belajar. Ia adalah gerbang menuju dunia nyata, tempat Anda akan diuji bukan lagi oleh soal ujian, tetapi oleh realitas kehidupan,” katanya di hadapan ratusan wisudawan.
Mengutip hadis Rasulullah SAW, ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan sejati terletak pada kemanfaatan diri bagi sesama. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” ucapnya.
Mabrul berharap lulusan STIE Hidayatullah Depok menjadi pribadi yang berilmu, berkarakter, dan siap mengabdi di tengah masyarakat. “Jadilah insan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas spiritual, berkarakter, dan berakhlak mulia,” pesannya.
Dalam kesempatan itu, Mabrul juga mengumumkan bahwa Yayasan tengah berikhtiar meningkatkan status kampus STIE Hidayatullah menjadi universitas. “Insyaallah, sebentar lagi STIE Hidayatullah akan berubah status menjadi universitas. Mohon doanya agar proses ini dimudahkan Allah SWT,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa Yayasan bersama civitas akademika terus berkomitmen memperkuat mutu pendidikan, memperluas jaringan, serta memastikan para lulusan dapat bersaing di tingkat nasional dan global tanpa kehilangan jati diri keislaman.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen, staf akademik, dan lembaga mitra yang telah mendukung proses pendidikan. Ia menyebut peran Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dan para donatur yang terus memberikan dukungan terhadap mahasiswa boarding. “Semoga Allah membalas segala amal baik dengan pahala berlipat ganda,” ujarnya.
Tak lupa, ia memberikan ucapan selamat kepada para orang tua dan wali mahasiswa. “Anak-anak Anda telah menuntaskan satu fase penting dalam hidup mereka. Terima kasih telah mempercayakan pendidikan putra-putri Anda kepada kami,” katanya.
Menutup sambutannya, Mabrul berharap agar para lulusan menjadi insan yang jujur, amanah, dan membawa keberkahan di manapun berada.
“Semoga ilmu yang Anda miliki menjadi cahaya, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi umat dan bangsa ini,” tutupnya dengan pantun yang sarat makna.
Bunga mawar mekar di taman,
Harumnya semerbak di pagi hari,
Semoga wisuda hari ini membawa amanah dan kemenangan,
Untuk masa depan yang penuh inspirasi






