AdvertisementAdvertisement

Tim Siaga Bencana Hidayatullah Aceh Lanjutkan Recovery Pascabanjir, Keharuan Dirasakan Dzulfirman

Content Partner

ACEH (Hidayatullah.or.id) — Upaya pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang terus dilakukan secara bertahap oleh relawan Tim Siaga Bencana Hidayatullah Aceh bersama Laznas BMH.

Pada Senin, 9 Rajab 1447 (29/12/2025), kegiatan difokuskan pada pembersihan rumah salah satu tokoh agama setempat, Dzulfirman Batubara, Imam Rawatib Masjid Syuhada di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Dzulfirman dikenal sebagai penghafal Al-Qur’an 30 juz dan figur keagamaan yang aktif membina masyarakat.

Dalam keterangannya, Dzulfirman menuturkan pengalaman saat banjir besar melanda kawasan permukiman tempat tinggalnya. Ia bersama keluarga dan warga sekitar berusaha menyelamatkan diri dengan mengungsi ke sebuah rumah bertingkat dua di kompleks tersebut. Rumah itu satu satunya yang bisa dijangkau korban di kawasan ditengah gelombang banjir yang sangat cepat.

Di lantai dua berukuran sekitar 4 x 4 meter, ribuan warga bertahan selama tiga hari tiga malam. Kondisi darurat memaksa mereka mengonsumsi apa pun yang tersedia, termasuk sisa makanan, buah-buahan yang hanyut terbawa arus, serta air bercampur lumpur.

“Selama tiga hari itu, kami bertahan dengan apa yang ada. Nasi yang sudah tidak layak, pepaya dan kelapa yang hanyut, bahkan roti yang tidak diketahui asalnya ikut kami makan. Air yang diminum pun bercampur lumpur,” ungkap Dzulfirman saat ditemui relawan.

Ia melanjutkan, setelah air mulai surut meski masih setinggi pinggang orang dewasa, warga yang mengungsi perlahan turun untuk meninjau rumah masing-masing.

Pemandangan yang mereka temui meninggalkan guncangan psikologis mendalam. Rumah-rumah porak-poranda, dipenuhi lumpur tebal dan sisa material yang terbawa banjir bandang.

Kegiatan pembersihan rumah Dzulfirman dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Aceh, Harun Rasyid. Ia bersama para relawan bergotong royong mengeluarkan lumpur dan membersihkan bagian rumah yang terdampak paling parah.

Menurut Harun, kehadiran relawan merupakan bentuk tanggung jawab kemanusiaan yang berpijak pada nilai keislaman dan semangat kebersamaan masyarakat Indonesia.

“Insya Allah, tim masih terus bertahan membantu korban terdampak,” ujar Harun di sela kegiatan. Ia menegaskan bahwa bantuan tidak berhenti pada fase tanggap darurat, tetapi diarahkan pada proses pemulihan yang lebih berjangka.

Dzulfirman dengan rasa haru menyampaikan rasa syukur atas kehadiran relawan. Ia mengungkapkan bahwa membersihkan lumpur dari rumah pascabanjir umumnya membutuhkan biaya besar jika dilakukan dengan tenaga berbayar.

“Ada yang harus mengeluarkan jutaan rupiah hanya untuk membersihkan rumah. Dengan bantuan relawan Hidayatullah dan BMH, saya tidak mengeluarkan biaya apa pun, selain menyiapkan makan siang sederhana,” tuturnya.

Harun Rasyid menekankan bahwa program recovery diupayakan dapat berjalan secara berkelanjutan dengan menyesuaikan ketersediaan logistik serta dukungan dari masyarakat luas.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Relawan Bersihkan Warung Warga untuk Percepat Pemulihan Ekonomi Aceh Tamiang

ACEH (Hidayatullah.or.id) -- Relawan kemanusiaan Tim Siaga Bencana Hidayatullah Aceh bersama Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menyasar kedai dan...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img