AdvertisementAdvertisement

Wakil Bupati Nurul Azizah Tinjau Ponpes Hidayatullah Bojonegoro Pasca Diterjang Angin Puting

Content Partner

Tangkapan layar Pondok Pesantren Putri Hidayatullah Bojonegoro (Foto: JTV Bojonegoro/ Youtube)

BOJONEGORO (Hidayatullah.or.id) — Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, mengakibatkan atap Gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Putri Hidayatullah roboh pada Selasa sore, 15 Sya’ban 1447 (03/02/2026). Insiden ini terjadi di Dusun Kalisari, Desa Banjarsari, sekitar pukul 16.30 WIB.

Merespons kejadian tersebut, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, turun langsung meninjau lokasi pada Rabu pagi untuk memastikan kondisi para santri dan penanganan pascabencana.

Petugas gabungan dari BPBD, kepolisian, SAR dan BMH serta relawan Tagana terlihat bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan.

Dalam kunjungannya, Wabup Nurul Azizah menyampaikan keprihatinannya dan menginstruksikan pendataan untuk persiapan bantuan perbaikan fisik bangunan. Ia juga mengimbau masyarakat Bojonegoro untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan angin puting beliung yang masih mungkin terjadi.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, meninjau Pondok Pesantren Putri Hidayatullah Bojonegoro (Foto: JTV Bojonegoro/ Youtube)

Kapolsek Trucuk, AKP Mulyono, menjelaskan bahwa kerusakan parah terjadi pada bagian atap lantai dua yang terbuat dari galvalum dengan rangka besi, serta runtuhnya plafon ruang kelas dan asrama.

Pelaksana Tugas (Plt) Kalaksa BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, menambahkan bahwa atap yang roboh meliputi satu gedung kelas dan empat gedung asrama putri dengan dimensi kerusakan mencapai panjang 30 meter dan lebar 7 meter.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Sebelum kejadian, petugas keamanan pondok telah sigap mengimbau para santriwati untuk menjauh dari lokasi rawan menuju tempat yang lebih aman.

Meski demikian, kerugian material akibat bencana ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Untuk keamanan, para santriwati yang sebelumnya menempati asrama lantai dua kini dipindahkan sementara ke gedung lantai satu dan masjid.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Ketika Kebenaran Disampaikan Namun Tak Lagi Didengar

DALAM kehidupan sosial, ada satu ironi yang kerap berulang. Yaitu, ketika kebenaran disampaikan, namun justru ditolak, nasihat diucapkan, tetapi...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img