AdvertisementAdvertisement

Bantuan Kemanusiaan Tiba di Agam, Pesan Kebersamaan yang Menguatkan Warga Penyintas

Content Partner

AGAM (Hidayatullah.or.id) — Malam kian larut di Nagari Sungai Batang. Listrik masih padam total, menyisakan cahaya samar dari lampu darurat seadanya. Ini realitas pahit namun warga dan relawan tetap berjuang.

Meski demikian, di tengah kegelapan Jorong Labuh, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam itu, secercah harapan datang mendekat.

Tepat pukul 20.00 WIB, rombongan tim Baitul Maal Hidayatullah (BMH) akhirnya tiba di lokasi. Wajah-wajah lelah namun lega tampak jelas dari para relawan. Di belakang mereka, tertinggal cerita perjalanan panjang yang menguji fisik dan mental.

Perjalanan ini bermula pukul 13.00 WIB dari Padang. Bukan perjalanan wisata, melainkan misi kemanusiaan menembus jalur yang nyaris lumpuh. Jalanan terjal, licin, dan beberapa titik yang putus total memaksa tim harus ekstra waspada.

Akses menuju titik bencana begitu terbatas. Jalur darurat yang dibangun warga bersama tim SAR hanya cukup untuk satu mobil, memaksanya melintas bergantian dengan sistem buka-tutup. Namun, lelah tujuh jam perjalanan itu seolah menguap saat kaki para relawan memijak tanah posko pengungsian Galodo.

“Meski lelah, hati kami kuat. Setiap langkah ini membawa titipan amanah dari para Sahabat Kebaikan untuk saudara kita yang sedang berada di titik terendah,” ujar Prawira Dijaya Kepala BMH Sumbar, Jum’at, 14 Jumadil Akhir 1447 (5/12/2025).

Kedatangan tim disambut oleh Pak Elbama, Ketua Jorong Labuh. Mata pria paruh baya itu berkaca-kaca. Di tengah remang cahaya, suaranya berat menahan sesak saat menceritakan detik-detik galodo (banjir bandang) menghantam kampung halamannya.

“Semuanya terjadi begitu cepat. Tidak ada kesempatan menyelamatkan diri,” tuturnya lirih.

Data yang disampaikan Pak Elbama bukan sekadar angka, melainkan nyawa tetangga dan kerabat yang ia kenal baik. Lima warganya meninggal dunia, sementara satu orang masih dalam pencarian.

Dampak fisik pun tak kalah mengerikan. Lebih dari 60 rumah warga di tiga jorong utama—Kubu, Labuah, dan Nagari—hancur. Namun, ada satu kehilangan yang membuat luka batin warga terasa lebih dalam: hilangnya rumah ibadah.

Masjid Al-Ihsan lenyap disapu arus tanpa sisa, sementara Musholla Aie Kubang rusak berat.

“Kehilangan tempat tinggal itu sakit, tapi kehilangan tempat sujud membuat kami merasa lebih hampa,” tambah warga setempat.

Titipan Harapan dari Penjuru Negeri

Malam itu, puluhan paket sembako disalurkan. Bantuan ini merupakan kolaborasi kebaikan dari Bang Ferry Irwandi, platform Kita Bisa, dan masyarakat Indonesia yang tak henti menebar kepedulian.

Bagi warga Jorong Labuh, paket-paket ini lebih dari sekadar logistik untuk bertahan hidup beberapa hari ke depan. Ini adalah pesan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi musibah ini.

Di sela-sela pembagian bantuan, terselip doa dan harapan tulus dari warga. Mereka bermimpi agar kelak suara adzan bisa kembali berkumandang dari masjid mereka sendiri.

“Semoga suatu hari nanti masjid kami bisa berdiri kembali. Kami ingin kembali punya tempat untuk sujud, tempat memohon kekuatan dan ketenangan,” ucap salah seorang warga dengan penuh harap.

Tim BMH meninggalkan lokasi dengan hati yang penuh. Misi malam itu telah tunai, namun ikhtiar untuk membersamai pemulihan kehidupan di Agam belumlah usai.

“Jalur boleh terputus, listrik boleh padam, namun sambungan persaudaraan tak akan pernah reda, mari kita rawat bersama,” tutup Prawira.*

Reporter: Herim Achmad
Editor: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Sambut Ramadhan, Dana Umat Hadirkan Air Bersih untuk Santri dan Warga Cimanggu

BANDUNG BARAT (Hidayatullah.or.id) -- Menjelang Ramadhan 1447 H, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) rampungkan program pipanisasi...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img