AdvertisementAdvertisement

Beginilah Malaikat Bekerja Jalankan Tugas Menolong Orang Beriman

Content Partner

DALAM rukun iman, kita perlu yakin bahwa ada malaikat, makhluk Allah yang bebas dari hawa nafsu. Tentu saja malaikat tidak tertarik melakukan dosa. Menariknya, malaikat juga ada yang tugasnya menjalankan tugas dari Allah menolong orang beriman.

Al Qur’an itu menerangkan dengan eksplisit perihal bagaimana posisi malaikat kepada orang beriman.

إِن تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَا وَإِن تَظَاهَرَا عَلَيْهِ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ مَوْلَاهُ وَجِبْرِيلُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمَلَائِكَةُ بَعْدَ ذَلِكَ ظَهِيرٌ

“Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan). Dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik. Dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.” (QS. At-Tahrim: 4).

Cara “Mengundang” Malaikat

Ustadz Abdullah Said, pendiri Hidayatullah, memiliki sistem penjelas perihal bagaimana kita bisa “mengundang” pertolongan Allah melalui malaikat-malaikat-Nya:

“Ini sama sekali bukan bualan dan cerita kosong. Tetapi dapat dibuktikan lewat pengembaraan dan pengamalan di dalam mendekatkan diri kepada Allah.

Kalau sebelumnya terlalu banyak musuh yang kelihatan. Hampir semua orang yang kita jumpai adalah musuh kita, sementara kita tidak punya kekuatan menghadapinya.

Maka lain halnya setelah kita pernah merasakan nikmatnya bisikan Allah lewat perjumpaan dengan-Nya. Baik lewat shalat, dzikir, baca Al Qur’an, dan ibadah lainnya.

Rasanya semua orang ingin kita cinta dan sayangi, ingin kita santuni dan selamatkan. Termasuk dalam hal ini orang-orang yang dianggap sebagai musuh bebuyutan Islam, yang setiap saat menyusun strategi dan mengatur taktik untuk menghancurkan Islam.

Selalu rasanya kita ingin mengirim surat kepada Ferdinand Marcos di Philipina, Fidel Castro di Kuba, Deng Xiaoping di RRC, Leonid Brezhnev di Rusia dan Ronald Reagan di Washington, menyampaikan, bahwa jangan engkau memusuhi Islam. Islam adalah agama yang penuh keselamatan. Sengaja diturunkan Tuhan untuk keselamatan semua manusia. Termasuk tuan-tuan.

Dengan menikmati perjumpaan dengan Tuhan, niscaya akan tumbuh kekuatan dan perasaan mampu di dalam diri kita yang memberikan dorongan untuk mengangkat pekerjaan-pekerjaan besar.

Terasa sekali bahwa setiap saat bantuan dan pertolongan Allah yang dijanjikan kepada kita, itu dapat kita peroleh berkat keyakinan yang sudah terhujam dalam jiwa.

Kita yakin sekali bahwa tawaran bantuan Allah berupa pendropan beribu-ribu malaikat untuk orang Mukmin itu bukan sekadar janji-janji muluk.

Dan, malaikat yang sifatnya ghaib itu bukan sekadar simbol tetapi memang ada dan setiap saat siap menunggu komando dari Allah.

Sayangnya karena masalah bantuan ghaib khususnya malaikat ini tidak pernah kita permasalahkan secara serius dan mendetail. Kemudian dijabarkan sedemikian rupa dalam suatu rumusan praktis dan pragmatis untuk setiap saat digunakan di dalam mengatasi problema hidup dan kehidupan kita sehari-hari.

Karena seandainya berita tentang malaikat ini hanya merupakan simbol kenapa sampai Allah begitu sering mengungkapkan lewat wahyu-Nya yang menggambarkan janji dan isyarat-isyarat bantuan berupa malaikat itu.

Beribu-ribu malaikat yang dimaksudkan Allah bukan makhluk yang penakut. Dia tidak kenal mundur, dia tidak akan lari terbirit-birit menghadapi musuh.

Malaikat itu selalu fit, dia tidak mengidap penyakit darah tinggi, tidak berpenyakit ginjal. Tidak pernah kena rematik, lemah jantung, tidak sakit gigi sebagaimana halnya manusia.

Tidak pernah masuk rumah sakit kecuali untuk mencabut nyawa pasien yang sudah berakhir masa kerjanya di dunia ini. Malaikat yang dimaksudkan adalah merupakan pasukan khusus yang disiapkan Tuhan untuk menolong orang-orang Mukmin setiap saat.”

Demikianlah Ustadz Abdullah Said Rahimahullah menerangkannya kepada umat dalam Pengajian Malam Jumat di Karang Bugis, Balikpapan, 7 Oktober 1982.

Optimis di Jalan Allah

Dengan sistem penjelas itu, maka sebenarnya kita tidak perlu layu, apalagi memilih gugur di jalan Allah.

Kesulitan, ketidaknyamanan yang kita rasakan boleh jadi “mahar” yang akan membayar kesuksesan pada masa mendatang.

Tugas utama kita sabagai hamba Allah adalah bagaimana beribadah yang dengan itu kemudian kita yakin dengan seluruh janji-janji Allah.

Walaupun niat baik kita belum mendapat dukungan kekuatan dari manusia manapun juga, ingatlah Allah Maha Kuasa.

Termasuk kuasa mengirimkan ribuan malaikat untuk menolong kita. Pertanyaannya, ribuan malaikat itu datang untuk apa, pasti untuk membantu kita dalam urusan besar.

Oleh karena itu milikilah visi besar, melangkahlah di jalur yang mulia. Seorang guru pernah memberi nasihat, bahwa Allah akan memberikan kecerdasan kepada orang yang memang memikirkan banyak orang untuk yakin kepada agama ini.

Jadi, kalau seseorang memilih hidup sendiri, menumpuk materi, dan nyaman dengan ego pribadi, tidak mau peduli kepada sesama. Apa perlunya Allah memberi dia kecerdasan besar?

*) Penulis bergiat di lembaga kajian Progressive Studies and Empowerment Center (Prospect) prospect.or.id | Ketua Umum PP Pemuda Hidayatullah 2020-2023.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

FGD Mushida Perkuat Pola Pembinaan Ditengah Dinamika dan Tantangan Zaman

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) -- Ayat suci Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 104 mengingatkan umat tentang pentingnya menyeru kepada kebajikan, menyuruh...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img