AdvertisementAdvertisement

Ajakan Merawat Persatuan dan Menjaga Komitmen Dakwah di Tengah Tantangan Zaman

Content Partner

BONTANG (Hidayatullah.or.id) — Penutupan Musyawarah Daerah dan Musyawarah Yayasan Hidayatullah Kota Bontang menjadi momentum untuk menegaskan kembali fondasi perjuangan dakwah di tengah dinamika zaman yang terus berubah.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Hidayatullah Kota Bontang, Ustadz Syaifuddin Anshari, menegaskan bahwa persatuan hati bukanlah hasil rekayasa manusia, melainkan karunia Allah SWT yang wajib dijaga melalui iman, keikhlasan, dan amal jama’i.

Menurutnya, persatuan inilah modal utama dalam memastikan keberlanjutan dakwah yang kokoh dan berakar di tengah masyarakat kita yang majemuk.

Agenda penutupan yang berlangsung khidmat selepas salat Subuh, Ahad, 23 Jumadil Akhir 1447 (14/12/2025), ini menandai berakhirnya rangkaian musyawarah organisasi sekaligus menjadi ruang konsolidasi nilai dan peneguhan arah gerak Hidayatullah Kota Bontang dalam menghadapi tantangan dakwah kontemporer yang semakin kompleks, baik di level sosial, budaya, maupun kebangsaan.

Dalam sambutannya, Ustadz Syaifuddin menjelaskan bahwa tantangan dakwah masa kini tidak selalu berbentuk tekanan fisik sebagaimana dialami generasi awal Islam. Ia menilai, ujian zaman modern justru hadir melalui tekanan yang bersifat halus, menguji ketulusan niat, ketahanan batin, serta konsistensi dalam memegang amanah. Kondisi tersebut menuntut kesiapan mental dan spiritual yang mendalam agar dakwah tetap berjalan di atas prinsip yang lurus.

Untuk memperkuat pesan tersebut, ia mengangkat keteladanan Bilal bin Rabah radhiyallahu ‘anhu sebagai simbol keteguhan iman. Bilal digambarkan tetap mengucapkan “Ahad… Ahad…” meski menghadapi siksaan berat. Keteguhan tersebut, menurut Syaifuddin, lahir dari tauhid yang murni dan keyakinan total kepada Allah SWT, bukan semata kekuatan fisik.

Ia menegaskan bahwa kisah Bilal tidak berhenti sebagai narasi sejarah yang heroik, melainkan cermin bagi kader masa kini. Tantangan yang dihadapi hari ini sering kali berupa benturan antara idealisme dan realitas, godaan kecil yang menguji amanah besar, serta kelelahan batin yang tidak selalu tampak. Dalam situasi tersebut, keteguhan prinsip menjadi indikator kualitas kader.

“Kader hari ini harus memiliki ‘Ahad… Ahad…’-nya sendiri,” ujar Ustadz Syaifuddin, seraya menegaskan pentingnya komitmen batin dalam menjaga niat suci untuk Allah Ta’ala, konsistensi dakwah, dan kesetiaan pada nilai perjuangan, apa pun bentuk tekanan yang dihadapi.

Pada bagian akhir, ia menekankan kembali urgensi persatuan hati dengan mengutip firman Allah SWT dalam surah Al-Qur’an Al-Anfal ayat 63 yang menegaskan bahwa persatuan merupakan anugerah Ilahi yang harus dirawat melalui iman, keikhlasan, dan kerja kolektif.

“Sekiranya engkau membelanjakan semua kekayaan yang ada di bumi, niscaya engkau tidak akan dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah-lah yang mempersatukan hati mereka,” kutipnya.

Sebagai penutup, Ustadz Syaifuddin mendorong penguatan sinergi internal dan eksternal antara DPD Hidayatullah Kota Bontang, Kampus Madya, Kampus Pratama, serta seluruh unsur institusi baik internal maupun eksternal.

Sinergi tersebut diharapkan dia mampu menggerakkan program keumatan secara terpadu dan berkelanjutan, sehingga Hidayatullah dapat terus berkontribusi nyata dalam membangun Kota Bontang yang tertib, agamis, mandiri, aman, nyaman, dan berperadaban berlandaskan nilai-nilai Islam.

Editor: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Sambut Ramadhan, Dana Umat Hadirkan Air Bersih untuk Santri dan Warga Cimanggu

BANDUNG BARAT (Hidayatullah.or.id) -- Menjelang Ramadhan 1447 H, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) rampungkan program pipanisasi...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img