AdvertisementAdvertisement

Kadep Pembinaan DPP Hidayatullah Serukan Kader Hadir Nyata di Tengah Masyarakat

Content Partner

MAMUJU (Hidayatullah.or.id) — Ketua Departemen Pembinaan Anggota Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Iwan Abdullah, M.Si., mendorong para pendakwah terutama kader Hidayatullah untuk terus hadir nyata di tengah masyarakat. Dia menegaskan bahwa menjadi mujahid pejuang dakwah merupakan pekerjaan yang memiliki nilai kemuliaan dan membawa dampak langsung terhadap kehidupan pribadi para dai.

Menurutnya, aktivitas dakwah tidak sekadar tugas organisasi, tetapi jalan pengabdian yang memengaruhi sikap, keteguhan, serta orientasi hidup para pelakunya.

Pernyataan tersebut disampaikan Iwan Abdullah saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Provinsi Sulawesi Barat pada Sabtu, 11 Sya’ban 1447 (31/1/2026). Ia mengingatkan bahwa pekerjaan dakwah memiliki kedudukan istimewa karena merupakan kelanjutan dari tugas para nabi dan rasul.

“Menjadi mujahid pejuang agama adalah pekerjaan mulia karena pekerjaan dakwah adalah pekerjaan para nabi dan rasul,” ujarnya dalam forum tersebut.

Pada kesempatan itu, Iwan Abdullah mengajak seluruh peserta Rakerwil untuk melakukan refleksi dalam menjadikan dakwah sebagai pekerjaan yang dijalani dengan sepenuh hati. Ia menekankan pentingnya membangun hubungan emosional yang kuat dengan amanah dakwah.

“Bekerjalah dengan penuh hati. Cintai pekerjaan ini, cintai tugas ini,” katanya. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan tugas yang dilandasi rasa cinta akan memunculkan sejumlah dampak dalam proses kerja.

Lebih lanjut, Iwan Abdullah menguraikan bahwa pekerjaan yang dilakukan dengan cinta akan menghadirkan tiga kondisi. Pertama, pekerjaan dijalani dengan perasaan senang dan hati yang tenang. Kedua, dalam menghadapi tugas yang berat, seorang dai tetap bergerak dengan gesit.

Ketiga, ketika tugas berhasil diselesaikan, muncul rasa kepuasan batin. “Kerja senang hati tenang, tugas sulit tetap gesit, dan saat tugas tuntas hati pun puas,” katanya.

Dalam arahannya, Iwan Abdullah juga menyampaikan pesan dari Rais Aam Hidayatullah, KH Abdurahman Muhammad, yang menekankan empat prinsip kerja kader, yakni bekerja dengan ikhlas, bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja tuntas. Prinsip tersebut disampaikan sebagai landasan etos kerja yang perlu dipegang oleh seluruh kader Hidayatullah dalam menjalankan peran dakwah dan organisasi.

Selain itu, ia menegaskan pesan dari Ketua Umum Hidayatullah yang mengingatkan agar para pengurus organisasi tidak terjebak berada di “menara gading” yang jauh dari realitas masyarakat. Iwan Abdullah menekankan bahwa kader dan pengurus harus hadir di tengah masyarakat serta memberikan kontribusi yang dapat dirasakan secara nyata.

Ia menambahkan bahwa kader tidak seharusnya hanya sibuk dengan aktivitas kampus atau pengelolaan amal usaha, sementara kondisi sosial masyarakat sekitar tidak diketahui.

Laporan Ketua DPW Sulawesi Barat

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Barat, Najamuddin, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa Hidayatullah Sulawesi Barat telah hadir di seluruh kabupaten di wilayah tersebut.

Najamuddin menjelaskan bahwa keberadaan tersebut mendorong organisasi untuk berinteraksi dengan berbagai pihak eksternal serta dituntut tampil lebih luas di tengah masyarakat, termasuk dalam membangun wacana untuk merespons isu-isu kebangsaan.

“Kita mesti hadir di tengah masyarakat bukan hanya mampu menampilkan kinerja, tapi juga mengedepankan semangat sinergi dan kolaborasi dengan pendekatan profetik-profesional bersama berbagai elemen umat,” ujar Najamuddin.

Ia menambahkan bahwa implementasi sinergi dan kolaborasi harus diwujudkan melalui peran yang dinamis serta sikap wasathiyah dalam setiap aktivitas dakwah dan sosial.

Najamuddin juga mengingatkan pentingnya menjaga silaturahim di seluruh lapisan masyarakat, termasuk dengan kelompok dakwah dan organisasi kemasyarakatan Islam. Menurutnya, keterbukaan terhadap berbagai pihak akan memperkuat peran sinergis Hidayatullah di tengah umat.

“Tetaplah menjaga silaturahim di semua lapisan masyarakat, kelompok-kelompok dakwah, ormas-ormas Islam. Kita yakin dengan membuka diri ke semua pihak akan semakin nyata peran sinergis kita,” tegasnya.

Rakerwil Hidayatullah Sulawesi Barat dilaksanakan pada Sabtu dan Ahad, 31 Januari hingga 1 Februari 2026, bertempat di Aula YPCM Hidayatullah, Mamuju. Dalam forum tersebut, para peserta diteguhkan kembali semangat berorganisasi melalui penguatan program kerja yang berorientasi pada pembinaan berkala sepanjang tahun 2026.

Pemaparan program kerja DPW Hidayatullah Sulawesi Barat disampaikan oleh para ketua departemen dalam rapat pleno yang dihadiri oleh Ketua DMW Hidayatullah, pengurus DPW, MMW Hidayatullah Sulbar, organisasi pendukung tingkat wilayah seperti Mushida dan Pemuda Hidayatullah, pengurus harian DPD se-Sulawesi Barat, serta SAR Hidayatullah Sulbar.[]

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Sambut Ramadhan, Dana Umat Hadirkan Air Bersih untuk Santri dan Warga Cimanggu

BANDUNG BARAT (Hidayatullah.or.id) -- Menjelang Ramadhan 1447 H, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) rampungkan program pipanisasi...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img