
ACEH TAMIANG (Hidayatullah.or.id) — Peresmian Kampung Inspirasi di Dusun Karya, Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang pada Senin, 26 Ramadhan 1447 (16/3/2026), menjadi momentum istimewa dalam upaya pemulihan wilayah pascabencana.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah bersama ormas Hidayatullah ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah KH Naspi Arsyad, Bupati Aceh Tamiang Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, Direktur BMH Supendi, serta Direksi Prodaya BMH Pusat Syamsuddin. Program ini difungsikan sebagai instrumen penguatan masyarakat yang sebelumnya mengalami dampak signifikan akibat bencana alam di wilayah tersebut.
Kondisi awal di Dusun Karya saat bencana terjadi digambarkan melalui keterangan Pemimpin Dusun Karya, Bapak Imam, yang menyebutkan adanya keterisolasian dan kendala akses kebutuhan pokok. Masyarakat menghadapi situasi di mana toko-toko tutup dan logistik makanan sulit didapatkan, sementara perangkat desa memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh kebutuhan warga. Dalam fase tanggap darurat, BMH melakukan intervensi dengan menembus wilayah terisolasi untuk mendistribusikan bantuan kebutuhan mendasar seperti beras, sarden, dan bahan pangan lainnya.
Data operasional menunjukkan bahwa BMH mengerahkan sekitar 100 relawan yang tersebar di berbagai titik terdampak di Aceh Tamiang. Langkah sistematis yang dilakukan mencakup penyediaan air bersih, pengoperasian dapur mobile untuk menyalurkan makanan siap saji, serta pemenuhan kebutuhan pokok warga.
Pada tahap pemulihan fisik, terdapat program khusus bernama Recycle House yang berfokus pada relokasi dan renovasi hunian warga. Tercatat sebanyak 80 rumah warga telah selesai direnovasi sehingga dapat ditempati kembali oleh pemiliknya sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Warga setempat, termasuk Ibu Ayu, mengatakan bahwa bantuan tersebut mencakup perbaikan rumah dan keberlanjutan dukungan yang memberikan landasan bagi masyarakat untuk bangkit.
Saat ini, terdapat lebih dari 120 kepala keluarga di Dusun Karya yang terintegrasi dalam program pemulihan dan pemberdayaan melalui mekanisme Kampung Inspirasi. Program ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga mencakup aspek ekonomi, sosial, pendidikan, dan dakwah sebagai sebuah proyek percontohan.
Implementasi program ini juga menyentuh aspek keberlanjutan lingkungan dan mitigasi bencana di masa depan. BMH melaksanakan gerakan penanaman pohon serta edukasi kebersihan lingkungan dengan melibatkan instansi terkait. Selain itu, dibentuk tim siaga bencana di Desa Seumadam untuk membekali masyarakat dengan kemampuan penyelamatan dini dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana mendatang.
Perwakilan BMH, Syamsuddin, menegaskan komitmen lembaga seraya menegaskan bahwa peresmian Kampung Inspirasi merupakan titik awal dari pendampingan berkelanjutan terhadap komunitas lokal. “Ini bukan akhir dari perjalanan kami. Justru ini adalah awal untuk terus mendekat dan membersamai masyarakat,” katanya.
Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, memberikan apresiasi atas sinergi pemerintah daerah dalam proses pemulihan ini. Dia juga menyebutkan bahwa jaringan Hidayatullah telah beroperasi di 38 provinsi di seluruh Indonesia untuk memberikan pelayanan serupa, yang didanai melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah masyarakat.
“Apa yang kami lakukan ini seperti butiran pasir di lautan luas, belum sebanding dengan apa yang dirasakan masyarakat. Namun sinergi ini berusaha semaksimal mungkin untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.
Naspi berharap pola kolaborasi lintas institusi kemanusiaan, masyarakat, dan pemerintah dalam mendukung upaya bersama dalam merekonstruksi harapan warga pascabencana.
Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, memaparkan langkah pemerintah dalam melakukan klasifikasi kerusakan rumah warga menjadi kategori ringan, sedang, dan berat.
Pemerintah daerah, jelas Armia, telah memproyeksikan pembangunan sekitar 8.000 hunian tetap (huntap), di mana 4.000 hunian sementara (huntara) telah disiapkan.
Dukungan finansial dan logistik juga disalurkan melalui Kementerian Sosial dengan rincian bantuan perabot rumah tangga senilai Rp3 juta, bantuan pemberdayaan ekonomi sebesar Rp5 juta, serta dana jaminan hidup Rp500 ribu per individu selama periode tiga bulan.
Bupati juga memberikan penekanan pada aspek akuntabilitas pelayanan publik dengan membuka akses pelaporan langsung bagi warga yang belum menerima bantuan.
“Jika ada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan, silakan datang ke kantor bupati. Jika ada hambatan, datang langsung kepada saya,” kata Bupati. Dia menegaskan adanya jaminan aksesibilitas dari pihak eksekutif daerah untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.
Bupati Armia mengharapkan dukungan doa dari masyarakat agar pemerintah daerah dapat terus menjalankan fungsi pelayanan dan pengabdian secara optimal bagi warga Aceh Tamiang.













