
PEMALANG (Hidayatullah.or.id) — Tim Siaga Bencana Laznas Baitulmaal Hidayatullah (BMH) dan SAR Hidayatullah melakukan aksi tanggap darurat penanganan darurat banjir bandang yang melanda Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Pemalang, Jawa Tengah, pada akhir Januari 2026, saat hujan masih turun sepanjang hari dan kondisi lapangan dinilai memerlukan penanganan cepat.
Hengky, Koordinator Lapangan aksi tanggap darurat BMH, menyatakan bahwa pihaknya tidak hanya mengirimkan logistik, tetapi juga terjun langsung bersama tim relawan gabungan lainnya membersihkan puing-puing bangunan yang terdampak serta mendistribusikan makanan siap saji untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi di tengah suhu dingin yang menusuk.
Banjir bandang tersebut menyebabkan situasi darurat di sejumlah wilayah Desa Penakir dan sekitarnya. Air bah yang datang secara tiba-tiba mengakibatkan kerusakan pada rumah warga serta memaksa penduduk meninggalkan tempat tinggal mereka.
Hingga Senin, 26 Januari 2026, suasana di lokasi masih dilaporkan mencekam karena curah hujan yang belum mereda dan adanya potensi banjir susulan.
BMH bersama SAR Hidayatullah bergerak ke lokasi bencana untuk melakukan aksi tanggap darurat. Kegiatan yang dilakukan mencakup proses evakuasi warga dari area rawan, penyaluran bantuan logistik, serta dukungan langsung di titik-titik pengungsian. Kehadiran relawan difokuskan untuk membantu warga yang terdampak langsung dan memastikan distribusi bantuan dapat menjangkau pengungsi secara merata.
Data lapangan menunjukkan bahwa lebih dari 1.900 jiwa terpaksa mengungsi akibat kerusakan rumah atau ancaman lanjutan dari banjir. Pengungsi tersebar di beberapa lokasi di Kecamatan Pulosari. Sebagian besar warga mengungsi di wilayah kecamatan dengan jumlah mendekati seribu jiwa, sementara ratusan lainnya bertahan di Masjid Desa Penakir dan di gedung SD Penakir yang difungsikan sebagai tempat pengungsian sementara.
Prioritas Keselamatan Warga


Dalam keterangannya, Hengky menyampaikan bahwa kondisi lapangan masih memerlukan perhatian intensif. Ia menyebutkan bahwa hujan yang turun sepanjang hari meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga.
“Kondisi saat ini sangat mengkhawatirkan karena hujan turun sepanjang hari. Kami fokus pada evakuasi dan memastikan warga mendapatkan makanan layak,” ujarnya saat ditemui di lokasi pengungsian.
Selain distribusi logistik, relawan BMH terlibat langsung dalam pembersihan puing-puing bangunan yang rusak akibat terjangan banjir bandang. Kegiatan ini dilakukan untuk membuka akses lingkungan serta mengurangi risiko lanjutan bagi warga yang berada di sekitar lokasi terdampak.
Pada saat yang sama, makanan siap saji dibagikan kepada pengungsi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian, terutama di tengah kondisi cuaca yang dingin.
Respons atas kehadiran relawan disampaikan oleh tokoh masyarakat setempat. Kepala Dusun Wanasari, Darno, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan BMH dan relawan di lapangan. Ia menyatakan bahwa bantuan yang diberikan sangat membantu warga dalam situasi darurat, terutama ketika banyak akses terhambat akibat genangan air dan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh warga terdampak. Bapak Miskan, salah satu pengungsi yang saat ini bertahan di lokasi pengungsian, menyatakan bahwa bantuan evakuasi dan makanan yang diberikan sangat berarti bagi dirinya dan warga lain.
“Terima kasih kepada BMH dan para donatur. Bantuan makanan dan evakuasi ini sangat berarti bagi kami di saat akses sulit dan air masih mengancam,” ujarnya.
Hingga saat ini, ancaman banjir susulan masih menjadi perhatian utama di wilayah terdampak. Para pengungsi masih memerlukan dukungan untuk memenuhi kebutuhan mendesak.
Kebutuhan tersebut meliputi makanan siap saji dan bahan pangan pokok, selimut serta perlengkapan bayi dan lansia, ketersediaan air bersih dan alat kebersihan, serta peralatan pompa air untuk membantu proses pembersihan lingkungan pascabanjir. Kondisi ini menjadi bagian dari situasi darurat yang masih berlangsung di Desa Penakir dan Kecamatan Pulosari.






