AdvertisementAdvertisement

Daurah Wustha Sultanbatara Teguhkan Peran Kader Hidayatullah di Tengah Umat

Content Partner

PAREPARE (Hidayatullah.or.id) — Daurah Marhalah Wustha (DMW) Se-Sultanbatara yang digelar Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan di Kota Parepare pada 11–14 September 2025 menjadi momentum penting penguatan kaderisasi.

Dalam kesempatan itu Muhammad Shaleh Utsman, Ketua Departemen Perkaderan DPP Hidayatullah, menegaskan harapan besar agar para peserta semakin teguh dalam membawa risalah dakwah di tengah kompleksitas tantangan umat.

“Setelah mengikuti daurah ini, kami berharap para kader wustha semakin mantap dalam mempelajari, mengamalkan, dan mendakwahkan ajaran Islam di tengah masyarakat. Tantangan umat semakin kompleks, dan kader Hidayatullah harus hadir sebagai solusi,” ujar Shaleh Utsman dikutip dari laman hidayatullahsulsel.or.id, Jum’at, 19 Rabiul Awal 1447 (12/9/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah Sulsel ini menghadirkan peserta dari tiga provinsi kawasan Sulawesi bagian selatan-tenggara. Tercatat 25 orang dari Sulawesi Selatan, 4 orang dari Sulawesi Tenggara, dan 1 orang dari Sulawesi Barat.

Di tengah padatnya agenda persiapan Musyawarah Nasional (Munas) VI Hidayatullah, penyelenggaraan daurah tetap mendapat prioritas. Shaleh Utsman menyebut kegiatan tersebut sebagai ruang penting bagi penguatan ruhiyah dan intelektual kader.

“Kegiatan ini menjadi kesempatan emas bagi peserta untuk meneguhkan komitmen dakwah,” ujarnya.

Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan, Nasri Bohari, menekankan arti penting pelaksanaan daurah, terlebih menjelang akhir periode kepengurusan 2021–2025.

“Agenda ini diharapkan melahirkan kader-kader unggul yang siap mengemban amanah dakwah di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa terlaksananya kegiatan tersebut merupakan hasil kerja kolektif. Terlaksananya DMW ini, jelas Nasri, merupakan hasil kolaborasi kuat berbagai pihak, termasuk DPP, DPW, DMW, DPD Parepare, Yayasan Al Mubarak Hidayatullah Parepare, BMH, dan Sekolah Dai Hidayatullah (SDH).

“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kaderisasi adalah kerja bersama, bukan kerja individual,” tegas Nasri Bohari dalam sambutannya.

Selama empat hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi intensif yang meliputi manhaj tarbiyah Hidayatullah, strategi dakwah komunitas, penguatan fikrah Islamiyah, serta manajemen organisasi. Selain itu, acara turut diisi dengan agenda penguatan spiritual dan akhlak seperti shalat lail, muhasabah, dan tausyiah umum.

Kegiatan DMW Sultanbatara di Parepare tidak hanya menghadirkan pengayaan materi, tetapi juga diharapkan memperkokoh jaringan kaderisasi di tiga provinsi wilayah selatan, barat, dan tenggara Sulawesi.

“Dengan fondasi itu, diharapkan lahir kader dakwah yang konsisten mengemban amanah demi terwujudnya Peradaban Islam,” imbuh Nasri.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Sambut Ramadhan, Dana Umat Hadirkan Air Bersih untuk Santri dan Warga Cimanggu

BANDUNG BARAT (Hidayatullah.or.id) -- Menjelang Ramadhan 1447 H, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) rampungkan program pipanisasi...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img