
ACEH (Hidayatullah.or.id) — Relawan Tim Siaga Bencana Hidayatullah bersama Baitulmaal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Aceh kembali melaksanakan aksi kemanusiaan di wilayah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan tersebut berlangsung di Dusun Meluncur, Kecamatan Tenggulun, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan membantu pemulihan sosial dan spiritual masyarakat.
Aksi kemanusiaan ini dilaksanakan pada Sabtu malam, 14 Rajab 1447 (3/1/2025). Kegiatan lapangan dipimpin langsung oleh Buya Karyadi anggota Dewan Murabbi Hidayatullah Aceh, yang turut didampingi oleh istrinya. Kehadiran relawan pada malam hari dipilih untuk menyesuaikan dengan kondisi warga yang sebagian besar masih beraktivitas membersihkan lingkungan dan menata kembali tempat tinggal pascabencana.
Dalam kegiatan tersebut, tim menyalurkan bantuan kebutuhan pokok dan sarana ibadah kepada masyarakat yang mayoritas terdiri atas kaum ibu dan anak-anak. Bantuan yang disalurkan meliputi 300 bungkus nasi siap santap, 170 eksemplar Al-Qur’an, 50 buku Iqra, serta ratusan mukena untuk dewasa dan anak-anak, dengan total sekitar 150 lembar. Bantuan tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar sekaligus memperkuat dimensi keagamaan masyarakat terdampak.
Ustadz Karyadi menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian dan ikhtiar kemanusiaan, meskipun jumlahnya masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan kebutuhan riil warga di lapangan. Menurutnya, masyarakat masih menghadapi berbagai keterbatasan pascabencana, mulai dari akses terhadap sumber kebutuhan primer hingga ketersediaan air bersih dan fasilitas penunjang kehidupan sehari-hari.
“Kami menyadari apa yang disalurkan belum sebanding dengan besarnya kebutuhan masyarakat terdampak. Namun ini adalah bentuk kehadiran dan kepedulian, agar mereka tidak merasa sendiri dalam menghadapi masa sulit,” ujar Karyadi di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, Karyadi menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik dan material, tetapi juga menyangkut pemulihan psikologis dan spiritual masyarakat. Ia menyampaikan harapan agar musibah yang menimpa segera berlalu, sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas keseharian secara normal.
“Kami berharap masyarakat segera pulih, sehingga kehidupan bisa kembali berjalan seperti biasa. Langgar-langgar kembali hidup, anak-anak belajar mengaji, dan suara Al-Qur’an kembali menggema di tengah kampung,” tuturnya.
Ketua DPW Hiadyatullah Aceh, Harun Rasyid, kini pelan pelan langgar dan masjid masjid di Aceh khususnya Tamiang mulai sedikit sedikit hidup pascabencana dimana masjid dan langgar sebagai pusat kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
“Upaya pemulihan ini juga menjadi bagian dari penguatan ketahanan sosial berbasis komunitas, di mana nilai gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan menjadi fondasi utama,” kata Harun dalam keterangannya.

Kehadiran Tim Siaga Bencana Hidayatullah dan BMH Perwakilan Aceh disambut dengan rasa syukur dan kebahagiaan oleh warga Dusun Meluncur. Sejumlah warga menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan, khususnya karena bantuan tidak hanya menyentuh kebutuhan pangan, tetapi juga mendukung keberlangsungan aktivitas ibadah dan pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak.
Masyarakat berharap pendampingan dan perhatian dari berbagai pihak dapat terus berlanjut hingga kondisi mereka benar-benar pulih. Bagi warga, kehadiran relawan di tengah keterbatasan memberikan dorongan moral sekaligus menumbuhkan optimisme untuk bangkit kembali.
“Diharapkan dari kehadiran yang sederhana ini dapat membantu masyarakat tidak hanya bertahan, tetapi juga menata kembali kehidupan sosial dan keagamaan secara berkelanjutan,” tandas Harun.






