
AMBON (Hidayatullah.or.id) — Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Hidayatullah Maluku Tahun 2025 resmi dibuka oleh Pemerintah Provinsi Maluku dalam sebuah forum yang sarat makna kebangsaan dan keumatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, pada Senin, 2 Rajab 1447 (22/12/2025).
Pembukaan Muswil dilakukan oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Achmad Jais Ely.
Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakan oleh Achmad Jais Ely, Pemerintah Provinsi Maluku menyampaikan apresiasi atas kontribusi Hidayatullah sebagai organisasi kemasyarakatan Islam yang konsisten menjalankan peran dakwah, pendidikan, serta kerja-kerja sosial kemasyarakatan di Maluku. Kiprah tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat Maluku yang majemuk dan menjunjung tinggi nilai kerukunan.
Gubernur menegaskan bahwa Muswil VI menjadi momentum strategis bagi Hidayatullah Maluku untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan organisasi, sekaligus menyusun program kerja yang terarah dan berkelanjutan. Forum musyawarah ini juga dipandang penting dalam proses regenerasi kepemimpinan agar organisasi mampu menjawab tantangan zaman secara adaptif dan konstruktif.
Dalam konteks sosial-keagamaan Maluku, Gubernur menyampaikan harapan agar Hidayatullah terus mengambil peran sebagai pelopor dalam menjaga dan merawat kerukunan antarumat beragama.
Harapan tersebut ditekankan mengingat Maluku memiliki sejarah panjang sebagai ruang hidup bersama berbagai komunitas dengan latar belakang agama dan budaya yang beragam.
“Saya berharap pengurus Hidayatullah Maluku, yang juga merupakan para dai dan pendidik, dapat menjadi pelopor harmoni serta mampu menjalankan fungsi organisasi dalam membangun umat yang kuat, solid, dan berakhlakul karimah,” demikian pernyataan Hendrik Lewerissa dalam sambutan resminya.
Lebih lanjut, Gubernur menyoroti pentingnya sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah. Ia menjelaskan bahwa salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Maluku saat ini adalah mendorong terwujudnya masyarakat yang maju dan sejahtera, dengan pendidikan sebagai sektor kunci. Peningkatan kualitas guru dan mutu pendidikan diposisikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju masa depan Maluku.
“Kolaborasi antara Hidayatullah dan Pemerintah Daerah sangatlah penting dalam proses kemajuan bangsa. Mari kita bersama-sama mewujudkan Transformasi Maluku yang Adil dan Sejahtera menyongsong Indonesia Emas 2045,” lanjutnya.
Muswil VI Hidayatullah Maluku dihadiri oleh perwakilan pengurus pusat, di antaranya Kepala Departemen Pendidikan Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Dr Muzakkir Usman, Ketua DPW Hidayatullah Maluku Sulaiman Sandre dan jajaran, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut dinilai memperkuat posisi Muswil sebagai forum musyawarah yang tidak hanya bersifat internal organisasi, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan kebangsaan.
Melalui Muswil ini, diharapkan lahir rumusan kebijakan dan rekomendasi strategis yang berorientasi pada kemaslahatan umat serta mendukung agenda pembangunan Provinsi Maluku.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur Hendrik Lewerissa secara resmi menyatakan pembukaan Musyawarah Wilayah VI Hidayatullah Maluku Tahun 2025, dengan harapan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat Maluku dan Indonesia.











