Beranda blog Halaman 95

Menguatkan Barometer Dakwah dari Daerah Khusus Jakarta untuk Nusantara

0
ist – pendampingan-penyiaran

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Daerah Khusus Jakarta (DKJ) menjadi pusat perhatian dalam langkah strategis Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah. Melalui Departemen Komunikasi dan Penyiaran (DKP), Hidayatullah menguatkan program pendampingan Rumah Qur’an Hidayatullah (RQH) dan Majelis Qur’an Hidayatullah (MQH) percontohan, sebuah upaya yang diharapkan mampu memperkuat gerakan dakwah berbasis Al-Qur’an di wilayah yang dinilai sebagai barometer nasional.

Ketua Departemen Komunikasi dan Penyiaran DPP Hidayatullah, Shohibul Anwar, SS., M.H.I., menegaskan pentingnya momentum ini.

Menurutnya, program ini bukan sekadar pendampingan teknis. Ia hadir sebagai bagian dari visi jangka panjang membangun sistem pembinaan yang terstandar, mudah diaplikasikan, dan siap direplikasi di berbagai daerah.

“Alhamdulillah perjalanan RQH-MQH telah memasuki tahun terakhir kepengurusan organisasi. Oleh sebab itu, DPP Hidayatullah melalui Departemen Komunikasi dan Penyiaran akan melakukan pendampingan RQH dan MQH percontohan di DPW DKI Jakarta,” kata Shohibul Anwar dalam keteragannya, Kamis, 20 Safar 1447 (14/8/2025).

Jakarta dan Kalimantan Timur dipilih sebagai lokasi percontohan bukan tanpa alasan. Keduanya memiliki posisi strategis dalam peta dakwah nasional.

Keberhasilan RQH dan MQH di dua wilayah ini akan menjadi tolok ukur yang memudahkan replikasi di daerah lain, memastikan gerakan dakwah berjalan efektif dan konsisten di seluruh Indonesia.

Berdasarkan Term of Reference (TOR) yang diterbitkan DPP Hidayatullah, tujuan program ini dalam rangka mewujudkan RQH dan MQH percontohan yang menjadi rujukan nasional.

Untuk mencapai tujuan tersebut, serangkaian agenda disiapkan. Kegiatan dimulai dengan bimbingan teknis standardisasi, pembentukan tim kerja percontohan, visitasi, hingga koordinasi pendirian RQH/MQH baru.

Pendampingan di Jakarta berlangsung sepanjang Agustus 2025, dengan jadwal:

  • 7 Agustus 2025: Visitasi di Jakarta Barat
  • 8 Agustus 2025: Visitasi di Jakarta Utara
  • 14 Agustus 2025: Visitasi di Jakarta Selatan
  • 28 Agustus 2025: Visitasi di Jakarta Timur dan Jakarta Pusat

Adapun Kalimantan Timur dijadwalkan pada 17–20 Agustus 2025. Seluruh DPW yang terlibat diminta mempersiapkan waktu dan data pendukung agar pendampingan berjalan optimal.

Hadirnya RQH dan MQH percontohan ini diharapkan bukan hanya menjadi pusat pembinaan, tetapi juga simbol sinergi dan koordinasi antarwilayah.

Dengan model kerja yang terdokumentasi dan terstandar, lembaga percontohan ini akan menjadi titik tolak penguatan dakwah Qur’ani di berbagai penjuru negeri.

Langkah ini, jelas Shohibul Anwar, menandai babak baru dalam perjalanan dakwah Hidayatullah. Dari Jakarta, denyut gerakan Qur’ani diharapkan akan mengalir ke seluruh pelosok negeri, menghadirkan semangat pembinaan yang terjaga mutunya dan berkesinambungan.

Shohibul Anwar menyampaikan doa dan harapan agar upaya ini membawa manfaat luas. “Semoga Allah memberikan kesehatan dan taufiq kepada kita semua,” pungkasnya.

Munas Hidayatullah Panggung Harapan Kaum Muda Menuju Indonesia Bermartabat

0

MUSYAWARAH Nasional (Munas) VI Hidayatullah merupakan forum tertinggi dalam organisasi yang menjadi titik kulminasi evaluasi, konsolidasi, dan penetapan kebijakan strategis yang menjadi arah gerak perjuangan tarbiyah dan dakwah ke depan.

Bagi kaum muda Hidayatullah, Munas merupakan momentum strategis untuk meneguhkan identitas, memperkuat peran, dan menyuarakan harapan demi terwujudnya peradaban Islam.

Dalam konteks Indonesia yang sedang menapaki jalan menuju visi Indonesia Emas 2045, kaum muda Hidayatullah memandang Munas tahun ini sebagai panggung penting untuk merumuskan kontribusi nyata mereka bersama Hidayatullah dalam membangun bangsa yang bermartabat, beradab, dan berdaya saing global .

Kaum muda Hidayatullah adalah generasi yang tumbuh dalam semangat tauhid, tarbiyah, dan dakwah. Mereka tidak hanya dibina untuk menjadi pribadi yang taat secara spiritual, tetapi juga dituntut untuk menjadi agen perubahan sosial yang berkarakter kuat dan berpikiran maju.

Dalam Munas tahun ini, harapan besar kaum muda adalah agar organisasi semakin meneguhkan identitas pemuda Hidayatullah sebagai pemuda progresif yang berkeadaban tinggi.

Progresif yang ditandai dengan kemampuan membaca zaman, beradaptasi dengan teknologi, dan berinovasi dalam berbagai bidang kehidupan.

Berkeadaban tinggi yang mengamalkan nilai-nilai Islam yang menjadi modal dasar dalam mendakwahkannya untuk diamalkan dalam semua dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Salah satu gagasan penting yang muncul dalam forum-forum pra-Munas diantaranya pada ajang Kuliah Peradaban adalah konsep perkaderan ekspansif.

Kaum muda berharap Munas dapat menetapkan sistem kaderisasi yang tidak hanya fokus pada penguatan internal, tetapi juga mampu menjangkau masyarakat luas melalui pendekatan yang inklusif dan kontekstual.

Harapan kaum muda dalam hal perkaderan antara lain, Pertama, adanya roadmap kaderisasi yang relevan dengan tantangan zaman, termasuk digitalisasi, globalisasi, dan krisis identitas generasi muda.

Kedua, pengembangan metode pembinaan yang sesuai dengan jenjang usia dan karakter generasi Z dan Alpha, tanpa menghilangkan ruh tarbiyah yang menjadi ciri khas Hidayatullah.

Ketiga, peningkatan kapasitas kader dalam bidang kepemimpinan, kewirausahaan, teknologi, dan komunikasi publik. Dengan sistem perkaderan yang tertata, kaum muda Hidayatullah dapat menjadi kekuatan strategis dalam membangun peradaban Islam yang dinamis dan solutif.

Visi Indonesia Emas 2045 adalah cita-cita besar bangsa yang hanya dapat diwujudkan dengan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk pemuda Hidayatullah. Kaum muda Hidayatullah ingin mengambil bagian dalam proses ini melalui kontribusi yang nyata dan terukur.

Harapan mereka dalam Munas tahun ini adalah agar organisasi mendorong sinergi lintas sektor, baik dengan organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, maupun komunitas sosial. Memperkuat peran pemuda dalam isu-isu strategis seperti pelestarian lingkungan, transformasi digital, dan pembangunan berkelanjutan.

Menumbuhkan semangat entrepreneurship dan inovasi sosial, agar pemuda Hidayatullah tidak hanya menjadi da’i, tetapi juga menjadi pelaku perubahan di bidang ekonomi dan sosial.

Organisasi mengakomodasi masuknya kaum muda dalam struktur Organisasi baik ditingkat pusat maupun daerah. Struktur Organisasi hendaknya dihadirkan untuk menjawab tantangan tarbiyah dan dakwah dengan merujuk kepada kajian yang rasional.

Munas Hidayatullah tahun ini adalah panggung harapan. Kaum muda datang bukan hanya untuk menyimak, tetapi untuk menyuarakan. Mereka ingin menjadi bagian dari sejarah dan mencetak sejarah, bukan sekadar penonton.

Dengan semangat tauhid, karakter beradab, dan visi progresif, kaum muda Hidayatullah siap melangkah bersama membangun peradaban Islam menuju Indonesia yang bermartabat, adil, dan berperadaban.

Imam Ibnu Kastir dalam tafsirnya menegaskan bahwa pemuda selalu menjadi garda depan dalam memperjuangkan kebenaran dan melawan kebatilan.

Semoga Munas ini menjadi titik tolak lahirnya kebijakan dan program yang berpihak pada penguatan peran pemuda, demi terwujudnya cita-cita besar umat dan bangsa.

*) Nursyamsa Hadis, penulis Ketua Bidang Dakwah dan Pelayanan Ummat Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah

Menyatukan Langkah Dakwah, Hidayatullah Laksanakan Standardisasi RQH-MQH di Timur Indonesia

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah melalui Departemen Komunikasi dan Penyiaran memulai proses standardisasi Rumah Qur’an Hidayatullah (RQH) dan Ma’had Qur’an Hidayatullah (MQH) di wilayah Indonesia Timur.

Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk monitoring dan evaluasi (Monev) secara daring, melibatkan seluruh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) di regional Timur serta beberapa DPW regional Barat dan Tengah yang belum mengikuti tahap sebelumnya.

Ketua Departemen Komunikasi dan Penyiaran DPP Hidayatullah, Shohibul Anwar, SS., M.H.I, dalam keterangannya menjelaskan bahwa proses Monev ini merupakan bagian dari upaya konsolidasi organisasi di akhir masa kepengurusan 2020–2025.

“Alhamdulillah perjalanan RQH-MQH telah memasuki tahun terakhir kepengurusan organisasi. Oleh sebab itu, DPP Hidayatullah melalui Departemen Dakwah dan Komunikasi Penyiaran melakukan standardisasi dalam bentuk monitoring dan evaluasi perkembangan RQH-MQH,” kata Shohibul Anwar dalam keteragannya, Kamis, 20 Safar 1447 (14/8/2025).

Program standardisasi ini berlandaskan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hidayatullah yang menetapkan tema “Konsolidasi Manhaj, Organisasi, dan Wawasan menuju Terwujudnya Standardisasi, Sentralisasi, dan Integrasi Sistemik”.

Standarisasi dipandang sebagai langkah penting untuk memastikan gerakan dakwah dapat berjalan secara nasional dengan dukungan sistem dan jaringan yang terintegrasi, sehingga tetap efektif siapapun pengelolanya.

Shohibul Anwar menegaskan bahwa keberadaan sistem terstandar akan menjadikan gerakan dakwah lebih sederhana, aplikatif, dan dapat dijalankan oleh seluruh kader di berbagai wilayah.

“Sistem ini menjadikan gerakan dakwah menjadi simpel dan aplikatif, memungkinkan untuk dijalankan oleh seluruh kader dan jaringan organisasi,” ujarnya.

Kegiatan standardisasi mencakup bimbingan teknis, pendampingan (visitasi), dan asesmen. Bimbingan teknis (bimtek) dilaksanakan secara daring pada Rabu, 6 Agustus 2025, diikuti oleh DPW regional Indonesia Timur dan DPW regional Barat dan Tengah yang belum mengikuti tahap sebelumnya.

Adapun jadwal asesmen per-DPW di wilayah Timur meliputi:

  • 18 Agustus 2025: Gorontalo dan Sulawesi Utara
  • 19 Agustus 2025: Maluku dan Maluku Utara
  • 20 Agustus 2025: Papua Barat dan Papua Barat Daya
  • 21 Agustus 2025: Papua Tengah dan Papua Selatan
  • 22 Agustus 2025: Papua Induk dan Papua Pegunungan
  • 25–29 Agustus 2025: Sesi perbaikan untuk DPW yang belum tuntas proses asesmennya

Dalam pelaksanaan ini, setiap DPW diminta mempersiapkan waktu serta data-data pendukung. Dokumen kelengkapan yang harus disiapkan antara lain panduan bimbingan teknis standardisasi, panduan MQH-RQH, buku paket, lembar asesmen, serta backdrop atau spanduk.

Program RQH dan MQH sendiri merupakan inisiatif strategis Hidayatullah dalam pengembangan dakwah berbasis pendidikan Al-Qur’an. Standardisasi menjadi langkah penting untuk menjaga mutu, konsistensi, dan keberlanjutan program di seluruh wilayah Indonesia.

Melalui kegiatan ini, DPP Hidayatullah berharap seluruh jaringan RQH dan MQH dapat memiliki acuan kerja yang sama, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, serta memperkuat koordinasi antarwilayah.

Dengan demikian, jelas Shohibul Anwar, gerakan dakwah berbasis Al-Qur’an dapat berjalan lebih efektif, sistematis, dan terintegrasi di tingkat nasional.

Shohibul Anwar menutup arahannya dengan doa dan harapan agar kegiatan ini memberikan manfaat luas bagi umat. “Semoga Allah memberikan kesehatan dan taufiq kepada kita semua,” pungkasnya.

Lepas 112 Kontingen ISCH, Ibu Wali Kota Ternate Tekankan Disiplin dan Persaudaraan

0
Ketua Kwarcab Kota Ternate Hj. Marliza Marsaoly saat menyematkan ID Card kepada peserta yang akan mengikuti jambore nasional Hidayatullah (Foto: Dok. Ongky/ RRI)

TERNATE (Hidayatullah.or.id) – Di bawah langit pagi jelang siang yang teduh, lapangan Pondok Pesantren Hidayatullah Ternate pada Selasa, 18 Safar 1447 (12/8/2025) dipenuhi derap langkah dan senyum penuh harapan.

Seragam pramuka yang rapi berpadu dengan bendera berkibar, menandai momen bersejarah bagi 112 peserta yang akan mengemban misi membawa nama Maluku Utara di ajang Islamic Scout Camp of Hidayatullah (ISCH) ke-3 digelar di Bumi Perkemahan Gunung Tembak, Teritip, Kota Balikpapan.

Suasana hangat kekeluargaan berpadu dengan semangat perjuangan, menciptakan atmosfer pelepasan yang sarat makna.

Ibu Wali Kota Ternate yang juga menjabat Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Ternate, Kak Marliza Marsaoly, memimpin langsung prosesi pelepasan.

Hadir pula jajaran Kwarcab Kota Ternate, Mabicab Sako Kota Ternate, Pengurus Sakoda Pramuka Hidayatullah Maluku Utara, kepala sekolah, dewan guru Hidayatullah se-Kota Ternate, serta para peserta jambore. Momen puncak ditandai dengan penyerahan bendera kontingen oleh Kak Marliza kepada pimpinan kontingen.

Dalam sambutannya, Kak Marliza menyatakan kebanggaannya kepada peserta yang terpilih mewakili Maluku Utara, khususnya Kota Ternate. Ia berpesan agar mereka menjaga sikap, disiplin, dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

“Kakak bangga dengan adanya Sako Pramuka Hidayatullah di Maluku Utara, khususnya Ternate, yang memiliki warna kabilah tersendiri. Gunakan ini untuk menambah wawasan, mempererat persaudaraan, pengalaman bermanfaat dan jaga kesehatan juga nama baik daerah,” pesannya.

Mengakhiri sambutannya, Marliza mengucapkan, “Bismillahirrahmanirahim, kakak melepas kontingen Sako Pramuka Hidayatullah untuk mengikuti kegiatan Jambore Nasional di Balikpapan. Iringan doa restu kami panjatkan untuk kontingen Maluku Utara.”

Pimpinan Kontingen Maluku Utara, Muhammad Nashirul Haq atau Kak Irul, menyampaikan bahwa daerahnya mengirimkan total 112 peserta, terdiri dari 92 peserta inti serta 20 panitia dan pendamping.

Dia menyebutklan, ISCH ke-3 akan berlangsung pada 21–24 Agustus 2025 dan bertujuan membentuk watak, meningkatkan kemandirian, keterampilan, serta menjadi sarana pertemuan besar anggota Sako Hidayatullah.

“Kegiatan ini memperkuat lima profil Sako Hidayatullah yaitu benar aqidahnya, berakhlak Qur’ani, tekun beribadah, berdakwah di jalan Allah, dan komitmen berjamaah,” jelas Kak Irul.

Kontingen jambore akan berangkat pada tanggal 15 Agustus menuju Makassar. Selanjutnya bergabung dengan kontingen Sulawesi Selatan menuju Balikpapan.

Sukseskan ISCH III, Doa Bersama Nasional Santri Hidayatullah untuk Bangsa dan Peradaban

0
Kontingen regu Sako Pramuka Hidayatullah perwakilan Maluku Utara (Foto: Dok. Hidayatullah.or.id)

YOGYAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Menjelang pelaksanaan Islamic Scout Camp of Hidayatullah (ISCH) III yang akan digelar di Bumi Perkemahan Gunung Tembak, Teritip, Kota Balikpapan, Departemen Kepesantrenan Dewan Pengurus Pusat (Deptren DPP) Hidayatullah mengeluarkan arahan strategis kepada seluruh Pondok Pesantren Hidayatullah di seluruh Indonesia.

Ketua Deptren DPP Hidayatullah, KH Muhammad Syakir Syafi’i, menegaskan pentingnya langkah ini agar proses pengkaderan santri melalui kegiatan Jambore Nasional Sako Pramuka Hidayatullah dapat berjalan lancar, sukses, dan penuh berkah.

“Hal ini perlu disebarluaskan dan ditindaklanjuti agar pengkaderan santri berjalan dengan baik. Doa menjadi kekuatan ruhani yang menopang keberhasilan acara ini,” ujar KH Syakir dalam arahannya dikutip Rabu, 19 Safar 1447 (13/8/2025).

Instruksi Mujahadah Ruhiyyah Nasional

Dalam broadcast resmi, Deptren DPP mengimbau seluruh santri untuk serentak melakukan mujahadah ruhiyyah dengan memanjatkan doa bersama. Teknisnya, satu orang ustadz atau santri membacakan teks doa, sementara seluruh santri dan jamaah lainnya mengamini.

“Caranya, teks doa (Arab dan terjemahnya) dibaca oleh satu orang ustadz/santri, sedangkan santri dan jamaah lainnya mengamini,” jelas KH Syakir.

Tidak hanya memberikan instruksi, Deptren DPP juga melakukan pemantauan langsung ke berbagai daerah untuk memastikan pelaksanaan imbauan tersebut.

“Alhamdulillah pengaruhnya bagus dan positif. Selain tujuan utama doa untuk kesuksesan Jamnas, doa yang dibacakan itu juga menjadi narasi yang memberikan multi manfaat kepada santri,” ungkap KH Syakir usai memantau pelaksanaan di beberapa daerah.

Nilai Kebangsaan dan Peradaban

Menurut Pembina Kampus Madya Hidayatullah Yogyakarta tersebut, doa ini memiliki makna mendalam, yaitu menanamkan cinta kepada bangsa, memperkuat perhatian pada kepemimpinan, dan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat, khususnya para pemuda.

“Doa ini dapat memupuk rasa memiliki dan menganggap penting eksistensi organisasi beserta sejumlah programnya. Ini juga niscaya bisa menumbuhkan cita-cita membangun peradaban Islam dan motivasi perjuangan untuk mewujudkannya,” tegasnya.

Adapun doa resmi yang diedarkan Deptren DPP Hidayatullah berbunyi:

“Ya Allah, jadikanlah Jambore Perkemahan Nasional Sako Pramuka Hidayatullah (ISCH) ke-3 ini acara yang penuh berkah, tempat turunnya rahmat, terbangunnya kesadaran, dan diperbaharuinya komitmen perjuangan

“Ya Allah, tambahkan keimanan kami, eratkan persaudaraan kami, tanamkan dalam diri kami kecintaan yang tulus terhadap negeri yang Engkau berkahi ini. Jadikan kami penjaga bangsa dengan ilmu dan amal, dengan tarbiyah dan dakwah”

Ya Allah, lindungilah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bimbinglah para pemimpin, masyarakat, dan pemudanya untuk membawa risalah, melayani agama dan tanah air tercinta

Ya Allah, mudahkanlah seluruh rangkaian acara ini, berkahilah seluruh panitia dan pesertanya, dan jadikan ia wasilah terbangunnya peradaban Islam.

Allahumma Amin”.

Momen Bersejarah Pelepasan Sarjana Dai Hidayatullah dari Balikpapan

0

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Acara pembacaan SK Penugasan 184 sarjana dai tangguh Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah di Aula Jabal Rahmah, Embarkasi Haji Balikpapan, Kalimantan Timur beberap waktu lalu menuai banjir dukungan dari berbagai pihak.

Kegiatan yang dirangkai dengan Sidang Senat Terbuka atau dikenal dengan wisuda alumni tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Kopertais XI Kalimantan Prof. Dr. H. Mujiburrahman, Wakil Wali Kota Balikpapan Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Untuk diketahui, di momen bersejarah itu lulusan dai sarjana STIS bukan hanya sekadar diwisuda dan mendapatkan pengukuhan gelar akademik sebagai Sarjana Hukum (S.H) semata, tapi juga sekaligus sebagai pelepasan resmi para alumni sebelum berangkat berdakwah ke seluruh penjuru nusantara.

Dukungan itu di antaranya datang dari Wawali Kota Balikpapan sendiri yang memberi apresiasi terhadap lulusan STIS Hidayatullah. Mahasiswa yang ditempa dengan program pengkaderan secara kuliah berasrama itu disebutnya memiliki peran penting dalam membangun kota Balikpapan.

“Bagi Kota Balikpapan, kompetensi ilmu syariah memiliki peranan penting dalam membangun peradaban. Baik dalam bidang agama, sosial, ekonomi, maupun bidang lainnya,” ucapnya Bapak Bagus Susetyo saat memberi sambutan dalam kegiatan wisuda, Sabtu, 15 Safar 1447 (9/8/2025).

Senada, Prof. Mujiburrahman turut menyampaikan rasa salut atas kekhasan yang dimiliki oleh para sarjana Hidayatullah. Ia menyebut alumni tersebut terbuka pada siapapun yang berbeda tanpa mesti menghilangkan identitas mereka yang khas.

“Tidak sedikit dari tokoh Hidayatullah ini yang kuliah di UIN Antasari, dan sebagian pernah kuliah dengan saya. Ini mungkin salah satu yang membuat mereka unik, yakni dapat menggabungkan disiplin dan pengkaderan ala pesantren yang ketat dengan keterbukaan akademik,” ucap Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, Banjarmasin sekaligus Ketua Kopertais XI Kalimantan, yang dirilis melalui postingan di akun medsos pribadinya.

“Mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya wisuda ini,” pesan dukungan singkat ini juga datang dari Direktur Kantor Hukum Haji Nasrun Mukmin Lawfirm, Abdullah Khalid, S.H., M.H.

Pesan serupa turut mengalir dari Lembaga Pendampingan Perempuan dan Anak, Bina Aisyah Kalimantan Timur.

“Sudah tentu kami terus mendukung para lulusan menjadi orang berpengaruh dan memberi warna dan manfaat yang baik untuk masyarakat, sebagai mitra dan rekan belajar, untuk menimba ilmu hukum dunia dan akhirat,” ucap Muhammad Iqbal, S.H., M.H selaku direktur.

Dukungan serupa tak luput dari alumni senior hingga para pembimbing tokoh sesepuh Hidayatullah. Di antaranya.

“Alhamdulillah, sangat terasa manfaat kiprah dan manfaat para alumni di dunia pendidikan, baik bagi lembaga maupun masyarakat secara umum. Semoga ke depannya para alumni STIS tetap bisa memberikan banyak kontribusi, kebermanfaatan, dan warna baru bagi pendidikan, terutama untuk alumni STIS putri,” ucap Ustadzah najmatun Nahdhah, Kepala Sekolah Menengah Hidayatullah (SMH) RM Putri Balikpapan, yang juga lulusan STIS tahun 2014.

“Selamat dan Sukses wisuda ke-9. Selamat datang di alam realita bukan di alam cerita. Semangat!” ucap Kepala SMH RM Putra, Ustadz Sukman.

Dukunga dan penguatan untuk para sarjana STIS Hidayatullah tak kalah istimewanya hadir dari Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Dr. Nashirul Haq.

“Ini adalah hari yang istimewa, hari bersejarah. Bukan hanya hari wisuda bagi sarjana STIS Hidayatullah, namun ini adalah momen persaksian lahirnya generasi pelanjut perjuangan, sarjana kader, pemimpin masa depan. Para wisudawan bukan sebatas sarjana, tetapi juga pejuang peradaban, penyebar dakwah, pendidik, dan pengajar ilmu yang akan menyinari negeri dengan cahaya Al-Qur’an dan sunah. Para alumni, jangan merasa sedih di mana pun berada. Anda adalah bagian dari jemaah dalam gerakan tarbiyah dan dakwah. Misi kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa menuju Indonesia yang berperadaban. Tugas ini tentu berat dan tidak ringan, tetapi sangat mulia. Maka teruslah belajar, terus melangkah, dan berjuang semaksimal kemampuan. Jadilah solusi bagi negeri ini, bagi persoalan-persoalan yang dihadapi umat dan bangsa. Selamat bertugas di medan juang. Semoga Allah Ta’ala memberikan keistiqamahan dan keimanan yang kuat dalam menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya,” tuturnya panjang melalui rekaman video yang beredar.

Terakhir, pesan menyentuh datang dari Ibunda Rosmala Dewi, istri dari pendiri Hidayatullah, almarhum Ustadz Muhammad Hasyim.

“Alhamdulillah, saya mewakili ibu-ibu pembimbing dengan bangga mengucapkan selamat kepada wisudawan STIS Hidayatullah Balikpapan. Semoga sukses selalu menyertai langkah-langkah kalian di masa depan. Kami para orang tua hanya mengiringi dengan doa, semoga kalian semua selamat dunia dan akhirat. Amin ya Rabbal alamin,” pungkasnya.

Ketua Umum Sebut ‘Panca Dharma’ Jadi Pembeda Perguruan Tinggi Hidayatullah

BALIKPAPAN (Hidyatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ust. Dr. H. Nashirul Haq, MA menyampaikan apresiasi dan kesyukuran mendalam atas terselenggaranya Sidang Terbuka Wisuda IX Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah yang digelar di Aula Jabal Rahmah, Embarkasi Haji Kota Balikpapan, Sabtu, 15 Safar 1447 (9/8/2025).

Hadir sebagai anggota Dewan Senat, Nashirul menyampaikan turut berbahagia atas pencapaian STIS yang dinilai terus tumbuh dan berkembang lebih baik.

Alhamdulillah kami hadirkan STIS pada tahun 2004 di Gunung Tembak, ternyata lulusan alumninya sudah angkatan ke-19 sekarang, dan jumlah wisudawan setiap tahun alhamdulillah sangat menggembirakan,” ucapnya diselingi senyum bahagia sekaligus menyetir ayat “… wa amma bi nikmati rabbika fahaddits,”.

Lebih jauh, ustadz yang diamanahi sebagai perintis sekaligus ketua pertama Perguruan Tinggi Hidayatullah (PTH) di Balikpapan tersebut mendorong agar STIS Hidayatullah terus berkembang lebih baik dan menyebar manfaat lebih luas kepada masyarakat.

Doktor yang menyelesaikan seluruh jenjang pendidikan tingginya di luar negeri itu juga mengapresiasi STIS Hidayatullah yang mampu menyelenggarakan Panca Dharma PT sekaligus.

“Jadi bukan hanya Tri Dharma perguruan tinggi, tetapi Panca Dharma sekaligus. Ini luar biasa,” ucapnya.

Di hadapan 184 alumni STIS yang diwisuda dan para tamu undangan lainnya, hal ini lalu diurai secara singkat oleh Ustadz Nashirul.

Menurutnya, selain tiga dharma yang sudah umum tentang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Maka PT Hidayatullah punya ciri khas tambahan, yakni dharma kepesantrenan dan pengkaderan.

Perkuliahan dengan sistem asrama 24 jam, lanjutnya adalah kekhasan sekaligus keunggulan lulusan STIS Hidayatullah dan PTH lainnya.

“Lulusan STIS yang berbasis pesantren 24 jam kualitasnya bisa tiga kali lipat dari alumni perguruan tinggi yang cuma belajar lima sampai delapan jam sehari. Khususnya dalam pendalaman ilmu-ilmu agama,” terangnya tentang keunggulan alumni PTH.

“Ketersediaan waktu di kampus dan kehadiran para dosennya, para murabbinya, mentornya itu semua berada di sekitar kampus, jadi sangat memungkinkan untuk itu,” ungkapnya optimis.

“Nah, yang kelima adalah dharma pengkaderan. Mahasiswa ini bukan hanya ditarbiyah dari sisi akademik tetapi lebih daripada itu disiapkan untuk menjadi agen perubahan. Menjadi dai, menjadi murabbi, jadi pemimpin sekaligus pelayan umat,” tutupnya.

Pantauan media secara langsung, acara sidang terbuka wisuda STIS Hidayatullah dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat seperti Prof. Dr. H. Mujiburrahman, MA (Ketua Kopertais XI Kalimantan), Dr. Bagus Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M (Wakil Walikota Balikpapan), dan Drs. H. Ahmad Fanani, M.H (Ketua Pengadilan Agama Balikpapan).

Hadir puka Pemimpin Umum Hidayatullah Ust. H. Abdurrahman Muhammad, Ketua Dewan Murabbi Wilayah Hidayatullah Kalimantan Timur Ust Muhammad Nurdin AR, Ketua YPPH Balikpapan Ust. H. Hamzah Akbar, Pembimbing Pesantren Hidayatullah dan para tamu undangan lainnya.*/

Menggapai Puncak Lawu Semarakkan Munas VI, Kader Hidayatullah Ngawi Teguhkan Pesan Ukhuwah

0

NGAWI (Hidayatullah.or.id) — Dalam rangka menyemarakkan Musyawarah Nasional (Munas) VI Hidayatullah, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Ngawi menyelenggarakan Ekspedisi Gunung Lawu pada 9–10 Agustus 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh kader internal unit dan amal usaha organisasi, mengusung tujuan memperkuat ukhuwah, kebersamaan, dan syiar dakwah di alam terbuka.

Rombongan memulai perjalanan dari Jalur Cemoro Sewu, Magetan, pada Sabtu, 9 Agustus 2025, pukul 09.00 WIB. Cuaca cerah mengiringi langkah para peserta menapaki jalur pendakian yang dinilai menantang sekaligus indah.

Sepanjang perjalanan, peserta saling menguatkan, menjaga kekompakan, dan menebarkan semangat ukhuwah, diselingi lantunan doa dan canda tawa ringan.

Setelah menempuh perjalanan selama tujuh jam, tim tiba di camping area Sendang Derajat pukul 16.30 WIB.

Menjelang maghrib, peserta melaksanakan salat, makan malam, dan beristirahat untuk memulihkan tenaga sebelum melanjutkan pendakian ke puncak.

Suhu malam yang dingin menjadi tantangan tersendiri, menjadikan waktu istirahat sebagai momen penting bagi seluruh rombongan.

Pada Ahad, 10 Agustus 2025, setelah melaksanakan salat subuh, peserta memulai summit attack menuju puncak Gunung Lawu yang berada pada ketinggian 3.265 mdpl.

Setibanya di puncak, suasana haru dan rasa syukur menyelimuti seluruh rombongan. Kegiatan di puncak meliputi pengibaran bendera, doa bersama, dan dokumentasi untuk mengabadikan momen tersebut.

Sekretaris DPD Hidayatullah Ngawi sekaligus Ketua Tim Ekspedisi, Khairul Huda, menyampaikan bahwa pendakian ini memiliki nilai pembelajaran yang dalam.

“Pendakian ini mengajarkan tentang menjaga ego, sabar, saling membantu, dan selalu mengingat Allah di setiap langkah. Semoga semangat ini terbawa hingga pelaksanaan Munas VI nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Imam Muslim, Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Timur yang turut mendukung kegiatan ini, mengungkapkan apresiasinya.

“BMH sangat mendukung program-program yang mempererat ukhuwah, menumbuhkan semangat dakwah, dan membentuk karakter. Ekspedisi ini menjadi simbol keteguhan hati dalam perjuangan dakwah,” tuturnya.

Perjalanan turun dimulai pada pukul 12.15 WIB dan seluruh peserta tiba dengan selamat. Ekspedisi ini diakhiri dengan ungkapan rasa syukur atas kelancaran kegiatan.

Semangat yang terbangun di Gunung Lawu diharapkan menjadi bekal dalam melanjutkan dakwah dan pendidikan, sejalan dengan visi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Wakil Wali Kota Ajak Lulusan STIS Hidayatullah Majukan Ekonomi Syariah

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Prosesi sidang senat wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan tahun 2025 menjadi momentum penting bagi pengembangan ekonomi syariah di kota ini. Sebanyak 184 lulusan sarjana (S-1) angkatan ke-18 dan 19 resmi diwisuda dalam acara yang berlangsung di Aula Jabal Rahmah, Asrama Haji Balikpapan, Sabtu, 15 Safar 1447 (9/8/2025).

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, hadir dan menyampaikan ajakan kepada para wisudawan untuk berperan aktif dalam penguatan ekonomi syariah Balikpapan, terutama pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) syariah.

“Atas nama Pemerintah Kota Balikpapan, saya mengucapkan selamat kepada adik-adik mahasiswa STIS Hidayatullah yang hari ini wisuda. Semoga ilmu yang telah Anda dapat bermanfaat untuk kemaslahatan masyarakat,” ujar Bagus dalam sambutannya.

Menurut Bagus, ekonomi syariah menjadi kekuatan baru dalam perekonomian nasional dan global, berlandaskan prinsip keadilan, transparansi, dan kebermanfaatan. “Ini sejalan dengan arah pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Ia menegaskan, peran lulusan perguruan tinggi syariah sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan UMKM berbasis halal. Selain itu, lulusan diharapkan mampu menghadirkan solusi bisnis yang sesuai syariat dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kota Balikpapan berkomitmen untuk meningkatkan literasi halal dan mendorong pengelolaan wakaf produktif. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi syariah yang transparan dan berkeadilan di tingkat lokal hingga nasional.

Bagus optimistis, melalui kolaborasi dan inovasi, Balikpapan dapat menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

Acara wisuda ke-9 ini meluluskan 184 wisudawan dan wisudawati dari berbagai program studi ilmu syariah. Para lulusan diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk kemajuan di bidang agama, sosial, dan ekonomi.

Bagus menutup sambutannya dengan pesan bahwa lulusan perguruan tinggi STIS Hidayatullah memiliki tanggung jawab moral untuk membangun kota Balikpapan yang berlandaskan etika, keadilan, dan kebermanfaatan dalam bingkai madinatul iman.*/

Sanabil dan Hidayatullah Tandatangani Nota Kesepahaman Program Beasiswa

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Dalam rangka memperluas akses pendidikan tinggi bagi siswa berprestasi, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah dan Sanabil Development Berhad (Malaysia) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama pendidikan pada Kamis, 13 Shafar 1447 (7/8/2025)

Kesepakatan ini difokuskan pada pemberian beasiswa penuh Program Kafa’at Asia bagi lulusan sekolah menengah Indonesia yang memiliki prestasi akademik dan akhlak terpuji.

MoU tersebut ditandatangani oleh Prof. Dr. Fuad Abdo Mohammed Al Soufi, Direktur Jenderal Sanabil Development Berhad, dan Dr. Muh Arfan AU, S.Si., M.Pd, Ketua Departemen Sumber Daya Manusia DPP Hidayatullah.

Berdasarkan dokumen kesepakatan, ruang lingkup kerja sama mencakup program beasiswa jenjang sarjana di Malaysia. Sanabil Development bertanggung jawab melakukan seleksi, menerima pendaftaran, dan menanggung seluruh biaya studi serta kebutuhan hidup mahasiswa selama masa pendidikan.

Selain itu, pihak Sanabil juga akan memantau perkembangan akademik dan pembinaan mahasiswa, serta menjalin komunikasi dengan pihak Hidayatullah apabila muncul kendala yang dihadapi mahasiswa di perantauan.

DPP Hidayatullah berkewajiban menyeleksi dan merekomendasikan calon penerima beasiswa dari kalangan lulusan SMA di Indonesia. Seleksi dilakukan berdasarkan kriteria akademik, perilaku, dan integritas moral sesuai standar Sanabil Development.

Pihak Hidayatullah juga memastikan kelengkapan dokumen dan keabsahan berkas setiap kandidat, termasuk verifikasi rekam jejak hukum. Para kandidat yang terpilih akan diberikan surat rekomendasi resmi sebagai bagian dari proses pengajuan beasiswa.

Secara hukum, MoU ini memiliki dua sifat yaitu sebagai komitmen moral yang dilandasi semangat kolaborasi pendidikan, sekaligus mengikat secara hukum pada pasal-pasal yang berkaitan dengan jaminan pembiayaan dan tanggung jawab masing-masing pihak.

Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi jembatan strategis bagi peningkatan kapasitas generasi muda Indonesia untuk berkompetisi di tingkat internasional.

Melalui dukungan pendidikan yang terstruktur, para penerima beasiswa akan memperoleh pengalaman akademik dan kultural yang lebih luas, sekaligus menjadi duta positif bangsa di luar negeri.

Program ini juga memperkuat hubungan kelembagaan antara organisasi pendidikan Islam di Indonesia dan lembaga pengembangan masyarakat di Malaysia, membuka peluang kerja sama di bidang lain seperti penelitian, pelatihan, dan pertukaran budaya.

MoU antara DPP Hidayatullah dan Sanabil Development Berhad merupakan langkah mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui jalur pendidikan tinggi. Dengan adanya pembagian peran yang jelas, kerja sama ini diharapkan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat langsung bagi para penerima beasiswa.

Agar keberlanjutan program terjaga, kedua pihak membentuk tim koordinasi bersama untuk memantau pelaksanaan beasiswa, mengantisipasi kendala di lapangan, dan memperluas cakupan kerja sama ke bidang pengembangan kapasitas lainnya.