Beranda blog

LDK STAIL Bersama Pemuda Hidayatullah Gelar Aksi Kemanusian di Bengkulu

BENGKULU (Hidayatullah.or.id) — Menyikapi dampak serius dan kian luas dari wabah Covid-19, LDK Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim (STAIL) Surabaya, Rumah Quran Al-Fatih bersama corwdfunding pemuda.org serta Bunda Al-Fatih menggelar aksi kemanusiaan. Aksi kemanusiaan berupa pembagian paket sembako itu menyasarย  ย warga terdampak Covid-19.

Aksi kemanusiaan itu dilaksanakan di Desa Padang Kedeper, Kecamatan MErigi, Kelindang, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, Kamis (16/4).

Ketua LDKย STAILย Surabaya, Ahlun Nazir mengungkapkan bahwa program ini adalah bentuk tanggung jawab kaum muda yang masih menimba ilmu perihal kepekaan dan kepedulian terhadap sesama.

“Aksi yang LDK STAIL lakukan hari ini bersama Rumah Quran Al-Fatih, pemuda.org dan Bunda Al-Fatih adalah wujud tanggung jawab sosial guna mengasah kepekaan dan kepedulian kaum muda. Ternyata di lapangan kami mendengar langsung tangisan, keluhan, dan rasa syukur orang-orang yang menerima manfaat dari program ini. Ini adalah pembelajaran sangat berarti bagi kami anak-anak muda,” kata Ahlun Nazir.

Pada tahap awal ini,  20 paket bantuan ketahanan pangan telah disalurkan.  Para  penerima manfaat  adalah 14 orang dari kelompok lansia (14 orang),  orang anak yatim (empat orang),  orang sakit (satu orang)  dan  disabilitas (satu orang).

Aksi kemanusiaan ini mendapatkan tanggapan  positif Kepala Desa Padang Kedeper, Sudirjono. “Kami tak melihat berapa yang kalian berikan kepada warga kami, tapi kepedulian kalian ini adalah anugerah besar bagi kami. Semoga semakin banyak lahir pemuda-pemuda yang seperti kalian, peduli dan bertindak langsung menolong orang yang membutuhkan uluran tangan,” ucapnya.

Demikian pula para penerima manfaat.  Mereka tidak saja berterima kasih,  tetapi juga ada rasa haru dan bangga. Sebab,  yang datang mengantarkan bantuan adalah sekolompok anak-anak muda. 

Sementara itu, General Manager pemuda.org Ainuddin Chalik mengatakan, pihaknya memang selalu membuka diri dalam sinergi kemanusiaan khususnya di tengah wabah seperti sekarang.

“Pemuda.org adalah crowdfunding yang dikelola oleh Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah, senantiasa siap dan terbuka untuk sinergi program dan aksi kemanusiaan. Alhamdulillah, kami telah melakukan aksi kemanusiaan tersebut  di Depok, Lombok, sekarang Bengkulu dan akan disusul di beberapa daerah lainnya,” tutupnya.

SAR Hidayatullah dan BMH Turun ke Banjir Konawe

KONAWE (Hidayatullah.or.id) — Tim relawan Hidayatullah bergerak menuju lokasi terdampak banjir di Kabupaten Konawe dan Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) dan telah menyalurkan bantuan, Senin (10/06/2019).

Kadiv Operasi SAR Hidayatullah Ahmad Hamim menjelaskan, sejak Senin tadi ada dua tim yang bergerak ke lokasi banjir di Sultra.

Lokasi menuju Konawe masih sulit ditembus hingga Senin sore waktu setempat. Namun demikian, tim SAR terus berusaha agar bisa segera sampai di lokasi bencana.

โ€œAkses jalan banyak yang terputus, saat ini tim sedang berusaha mencari jalur untuk bisa masuk ke Konawe Utara,โ€ ujar Hamim.

Sementara itu, relawan BMH-Hidayatullah sudah menyalurkan bantuan tahap pertama kepada sebagian korban bencana langsung di TKP.

โ€œAlhamdulillah tadi siang kami juga sudah turunkan bantuan logistik dari BMH untuk bantuan kepada salah satu desa yang terdampak parah banjir,โ€ ujar Ketua DPD Hidayatullah Konawe Utara Sulaiman Muadz kepada hidayatullah.com secara terpisah.

Bantuan tersebut diserahkan ke posko warga yang berada di luar lokasi banjir parah, sebab untuk menuju titik lokasi banjir terparah masih sulit.

โ€œAir masih tinggi sehingga kami nda bisa masuk ke dalam menemui warga setempat,โ€ jelas Sulaiman.

Masyarakat pun sangat menyambut baik kedatangan relawan dan bantuan tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa kondisi masyarakat setempat korban banjir memprihatinkan.

โ€œMemprihatinkan karena baru kami yang bisa bawa bantuan banyak kepada mereka dan baru hari itu juga mereka dapat bantuan setelah beberapa hari mereka terdampak banjir nda ada bantuan masuk dari pemerintah maupun relawan,โ€ ungkapnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis, per 9 Juni 2019, banjir di Kabupaten Konawe Utara, mengakibatkan 1.091 KK atau 4.198 jiwa mengungsi.

Sebanyak enam kecamatan terimbas banjir adalah Andowia, Asera, Oheo, Landawe, Langgikima, dan Wiwirano.

Kecamatan Asera merupakan kecamatan dengan jumlah desa terdampak paling tinggi yaitu 13 desa. Banjir ini juga mengakibatkan 72 rumah hanyut dan ribuan lain terendam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe Utara masih melakukan pendataan di lapangan. Kerusakan sektor pertanian mencakup lahan sawah 970,3 ha, lahan jagung 83,5 ha dan lainnya 11 ha, sedangkan sektor perikanan pada tambak seluas 420 ha.

Di samping itu, kerusakan fasilitas umum teridentifikasi berupa jembatan, jalan, rumah ibadah, dan fasilitas kesehatan.

BPBD setempat melaporkan jembatan penghubung Desa Laronanga ke Desa Puwonua hanyut, jembatan lain di Desa Padalerutama tidak dapat dilalui karena terendam banjir, jembatan putus yang menghubungkan Desa Tanggulari ke Desa Tapuwatu dan jembatan antar provinsi di Asera. Kerusakan bangunan lain berupa masjid 3 unit, puskesmas 2 unit, dan pustu 2 unit.

Berita terkini seputar aksi Hidayatullah Peduli lainnya dapat juga dilihat di Facebook fanpage SAR Hidayatullah di @sarhidayatullah.id atau melalui website www.sarhidayatullah.com. (ybh/hio)

Dorong Kesehatan Masyarakat, Ribuan Anak di Bogor Diteliti IMS Center

Anak anak buang feces di ruang terbuka / ILUSTRASI

Anak anak buang feces di ruang terbuka / ILUSTRASI

HIDORID — Lembaga layanan kesehatan masyarakat nasional milik Hidayatullah, Islamic Medical Service (IMS) Pusat, melakukan penelitian kesehatan kepada 2.400 orang anak di di wilayah Parung Panjang, Kota Bogor, Jawa Barat. Dalam penelitiannya, IMS secara seksama mempelajari dampak akumulasi feses terhadap lingkungan.

Manajer Program dan Pemberdayaan Komunitas IMS, Muhammad Adnan, mengatakan salah satu faktor dipilihnya wilayah Parung, Jawa Barat, menjadi pusat penelitian IMS dikarenakanย  mayoritas ekonomi serta kesadaran tentang kesehatan masyarakatnya masih terbilang rendah dan berada pada taraf ekenomi tidak mampu

“Wilayah ini tidak jauh dari Ibu Kota Negara Indonesia yang hanya membutuhkan waktu 3-4 jam, namun masih jauh dari kebutuhan layanan kesehatan yang memadai,” kata Adnan dalam siaran persnya, beberapa waktu lalu.

Adnan menerangkan, hasil dari penelitian IMS Center tersebut diharapkan akan menjadi acuan dasar untuk mengetahui dengan pasti infeksi penyakit yang diderita mayoritas anak-anak khususnya di wilayah Jawa Barat sehingga program-program kesehatan yang akan dilakukan baik swasta maupun pemerintah akan lebih tetap sasaran.

Selain melakukan penelitian feces, team medis IMS dekat juga mengadakan penyuluhan kesehatan serta Medical Check-Up (MCU) kepada seluruh anak-anak yang diteliti dan masyarakat di wilayah Parung, Bogor, Jawa Barat, sebagai media pendukung keakuratan hasil penelitian feces terhadap anak-anak dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan anak.

Program penelitian dan kegiatan sosial ini didukung oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) Bank Syariah Mandiri. Adnan menyebutkan pihaknya juga membuka dompet donasi untuk mendukung program keummatan untuk layanan sosial IMS.

Bagi Anda pemerhati kesehatan umat dapat mendonasikan bantuannya melalui rekening Bank BCA 496.019.291.1 A.N Layanan Kesehatan Islam. (ybh/hio)

Hidayatullah Institute Gelar Pelatihan Kepemimpinan DPW se-Indonesia

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: png1-scaled.png

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) โ€” Hidayatullah Institute menggelar Pelatihan Kepemimpinan bagi pengurus DPW Hidayatullah se-Indonesia dengan mengusung tema โ€œKepemimpinan Manhaji: Visioner dan Progresifโ€ di Aula Lobbies Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, pada Senin, 18 Mei 2026 bertepatan dengan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah, Nanang Noerpatria. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguatan kepemimpinan dan konsolidasi organisasi guna menghadapi tantangan dakwah dan pembangunan umat ke depan.

Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat stabilitas perjuangan sekaligus membangun jiwa kepemimpinan yang visioner dan progresif di lingkungan Hidayatullah.

โ€œKita berharap pelatihan ini mampu melahirkan kepemimpinan yang solid, produktif, dan mampu membawa transformasi organisasi menuju lembaga yang mandiri, berdaya saing, dan berpengaruh,โ€ ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya konsolidasi internal serta penguatan disiplin organisasi sebagai bagian dari penilaian dan arah pembangunan organisasi dalam lima tahun mendatang. Menurutnya, transformasi organisasi harus terus dilakukan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan komunikasi agar kepemimpinan tetap dapat hadir memberi semangat dan arahan kepada seluruh kader di berbagai daerah.

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: 2-1-scaled.png

Pelatihan tersebut diikuti jajaran pengurus DPW Hidayatullah dan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti rangkaian materi dan diskusi yang difokuskan pada penguatan manhaj kepemimpinan, profesionalitas organisasi, serta efektivitas gerakan dakwah.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembinaan strategis untuk memperkuat ruh perjuangan, meningkatkan kapasitas kepemimpinan kader, serta memperkuat arah gerakan dakwah Hidayatullah di masa depan.

Gelar Pilot Project di KIKU, DPP Hidayatullah Matangkan Sistem Perkaderan lewat HISUF

0
Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: zoom-imam.jpeg

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) โ€” Bidang Rekrutmen, Pembinaan Anggota, dan Perkaderan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah menggelar agenda Sosialisasi Hidayatullah Student Forum (HISUF) bersinergi dengan Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) DPP Hidayatullah secara daring melalui platform Zoom, Sabtu (16/5/2026).

Agenda strategis ini berstatus sebagai proyek percontohan (pilot project) yang diimplementasikan di seluruh Kampus Induk dan Kampus Utama (KIKU) Hidayatullah. Karena menjadi langkah awal, seluruh elemen organisasi diinstruksikan untuk memaksimalkan persiapan guna membentuk standardisasi program di masa mendatang.

Arahan Strategis dan Proyeksi Jangka Panjang

Ketua Bidang Rekrutmen, Pembinaan Anggota, dan Perkaderan DPP Hidayatullah, Dr. Abdul Ghofar Hadi, menekankan pentingnya totalitas dalam pelaksanaan proyek percontohan ini.

Menurutnya, keberhasilan serta hasil evaluasi dari program tahun ini akan menjadi fondasi utama dalam membangun sistem perkaderan yang jauh lebih matang dan sistemik pada tahun 2027.

“Seluruh persiapan wajib dilakukan secara maksimal. Hasil dari program ini akan menjadi rujukan standardisasi untuk pelaksanaan ke depan,” tegas Dr. Abdul Ghofar Hadi.

Beliau juga menginstruksikan Tim Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (GMH) untuk segera menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang komprehensif pasca-agenda demi menjaga keberlanjutan program. Selain itu, aspek publikasi juga menjadi sorotan, di mana dokumentasi berupa kesan, pesan, dan testimoni positif dari para peserta wajib dikemas secara menarik dalam bentuk output video sebagai ruang syiar digital.

Data Kelulusan Siswa 2026

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah DPP Hidayatullah, Ust. Farhan, memaparkan data definitif jumlah santri dan siswa di lingkungan KIKU yang akan menyelesaikan masa studinya pada tahun ini.

Total kelulusan tahun ini mencapai 1.714 siswa, dengan rincian sebagai berikut:

Kategori Peserta DidikJumlah Kelulusan
Siswa Putra978 Siswa
Siswa Putri736 Siswa
Total Kelulusan KIKU1.714 Siswa

HISUF Sebagai Gerbang Dakwah dan Pengabdian

Menutup pemaparan, Ketua Departemen Rekrutmen DPP Hidayatullah, Imam Nawawi, menegaskan peran vital HISUF bagi masa depan para alumni KIKU. Wadah ini dirancang sebagai jembatan strategis agar para santri yang lulus tetap terintegrasi dengan arus utama gerakan organisasi.

“Hidayatullah Student Forum (HISUF) merupakan gerbang bagi santri yang akan lulus untuk tetap dapat terhubung. Ini adalah upaya kita bersama untuk menguatkan kontribusi mencerdaskan bangsa melalui gerakan dakwah dan pendidikan, khususnya saat mereka melanjutkan studi di berbagai kampus perguruan tinggi,” pungkas mas Imam Nawawi.*

Dzulhijjah Ruang Aktualisasi Jihad Bil Amwal wal Anfus

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: Zulhijjah.png

Dzulhijjah secara normatif historis, tentu telah banyak orang kaji. Oleh karena itu pada momentum ini, izinkan saya memberikan tambahan pada sudut perspektif implementatif.

Sungguh Dzulhijjah bukan sebatas bulan terakhir dari hitungan satu tahun menurut kalender Hijriah. Dzulhijjah juga bukan sebatas bagian dari bulan-bulan haram, seperti Dzulqa’dah, Muharram dan Rajab.

Jika kita renungkan lebih dalam, Dzulhijjah adalah ruang aktualisasi spiritualitas insan beriman. Allah Ta’ala telah menyediakan rangkaian ibadah yang harus kita tunaikan, terutama bagi yang mampu. Mulai dari shalat Idul Adha, menyembelih hewan kurban hingga ibadah haji.

Secara khusus, Ibadah haji inilah yang saya sebut sebagai momentum aktualisasi harta dan fisik (amwal wal anfus) secara serentak. ‘Pernikahan’ keduanya tentu bukan semata karena dipertemukan oleh waktu pelaksanaan, tetapi juga penyempurnaan iman sebab dalam banyak dimensi ibadah haji jauh berbeda dengan ibadah shalat, puasa dan ritual lainnya.

Nilai Pendidikan dalam Ibadah Haji

Ibadah haji yang kaum Muslimin jalankan pada bulan Dzulhijjah memberikan begitu banyak hikmah, utamanya dalam hal pendidikan.

Pertama, mengandung nilai pendidikan keimanan (Tarbiyah Imaniyyah). Nilai ini menunjukkan bahwa haji bukan semata proses yang harus umat Islam jalankan secara pisik (ibadah jasadiyyah), akan tetapi lebih pada hasil yang diperoleh pasca haji. Nilai-nilai haji harus memancar dalam sikap dan perilaku sehari-hari sebab Haji yang sempurna akan melahirkan alumni yang berakhlak mulia dan konstruktif dalam sikap serta pikiran.

Nabi Saw bersabda :
ู…ู† ุญุฌู‘ูŽ ูู„ู… ูŠุฑูุซ ูˆู„ู… ูŠูุณู‚ ุฑุฌุนูŽ ูƒูŠูˆู…ู ูˆู„ุฏุชู‡ู ุฃู…ู‘ูู‡
Barangsiapa yg berhaji dan -selama berhaji- tidak berkata jorok dan berbuat destruktif, dirinya akan bersih seperti sucinya saat lahir” (HR. Muttafaq ‘Alaihi).

Kedua, ibadah haji mendorong umat Islam memiliki etos kerja produktif dan motivasi untuk berprestasi tinggi. Sebagaimana Siti Hajar, ibunda Nabi Ismail as. dalam mencari dan menemukan air bagi kehidupan.

Ketiga, ibadah haji mendorong lahirnya pendidikan akhlak, yakni sikap positif yang melekat dalam jiwa seseorang dan melahirkan perbuatan baik (shalihun li ghairihi) berdasarkan iman kepada Allah SWT.

Keempat, ibadah haji menyuburkan pendidikan sosial. Hal ini terwujud karena sesama Muslim kita harus merawat persaudaraan hingga persatuan. Selama berhaji, kita melatih diri untuk bersabar, saling memahami dan tidak egois. Haji merekatkan persaudaraan dan persatuan umat.

Jihad Sampai Akhir Hayat

Usai merenungi nilai ini semua, maka kita bisa melihat bahwa bulan Dzulhijjah dan ibadah haji yang ada di dalamnya adalah sebuah gerbang besar agar umat Islam tak berhenti untuk berjihad -dalam arti luas- sampai akhir hayat.

Jihad yang dibangun pasca haji adalah jiwa dan harta yang dimiliki harus memberi makna konstruktif, menghadirkan nilai yang nyata bagi kehidupan dan peradaban umat.

Oleh karena itu, euforia keberangkatan ke Tanah Suci harus kita pastikan benar-benar berbalut kesadaran dan komitmen akan amal paling tinggi dalam Islam, yakni jihad dengan segala derivasinya.

Jihad adalah upaya sarat kesungguhan untuk menata hati, menata keluarga dan menata lingkungan untuk hidup dengan kebaikan dan keteladanan. Dan sebenarnya inilah yang para tamu Allah harus kuatkan. Bukankah kemiskinan masih terjadi dimana-mana. Kemudian mental korup dan etos kebaikan yang masih rendah juga masih belum bisa seutuhnya kita tinggalkan. Inilah makna nyata dari jihad, yang kita semua mesti sadari dan jalankan.

Allahu a’lam bish-shawab

*) K.H. Naspi Arsyad, Lc /  penulis adalah Ketua Umum DPP Hidayatullah

Di Era Individualisasi, Kolaborasi Menjadi Jawaban

0

Kompetisi itu boleh, tetapi sesekali saja. Sebab bagaimanapun kompetisi membutuhkan energi yang besar. Fisik bisa lelah, mental pun demikian. Terlebih jika kompetisi dijalani secara individual. Letihnya terasa berlipat karena tidak ada tempat berbagi cerita atau bertukar pikiran. Pada titik tertentu, seseorang dapat merasa sepi dan hampa di tengah perjuangannya sendiri.

Karena itu, kolaborasi menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan. Dalam kolaborasi, satu sama lain saling membantu. Beban tidak harus dibagi sama rata, tetapi proporsional sesuai kemampuan dan kapasitas masing-masing. Dengan begitu, pekerjaan terasa lebih ringan dan perjalanan menjadi lebih menyenangkan.

Selain meringankan beban, kolaborasi juga menghadirkan teman berbicara. Hal ini penting, mengingat manusia pada dasarnya membutuhkan ruang untuk menyampaikan rasa dan pikiran. Dari sisi afeksi, keberadaan teman diskusi memungkinkan seseorang berbagi kesedihan maupun kegembiraan. Tumpukan emosi yang semula memenuhi hati perlahan dapat diurai sedikit demi sedikit.

Apabila ruang berbagi itu tidak tersedia, ledakan emosi bisa saja terjadi. Tekanan batin yang terus dipendam berpotensi melahirkan depresi atau gangguan sejenis lainnya. Situasi demikian tentu tidak baik bagi keberlangsungan hidup maupun produktivitas seseorang.

Dalam aspek kognitif, teman diskusi juga memiliki peran penting. Kolaborasi memungkinkan ide divalidasi dan diverifikasi bersama. Seberapa runtut sebuah gagasan, seberapa relevan penerapannya, serta bagaimana hubungan ide baru dengan pengalaman sebelumnya dapat dibahas secara lebih mendalam. Bahkan langkah-langkah paling efektif untuk merealisasikan ide pun bisa ditemukan melalui percakapan yang terbuka.

Memang diakui, sebagian orang merasa proses validasi dan verifikasi itu merepotkan. Menurut mereka, proses tersebut terlalu panjang dan menghambat eksekusi. Ide dianggap seharusnya segera dijalankan tanpa perlu banyak pembahasan.

Akan tetapi bagi mereka yang terbiasa bekerja secara sistemik dan akuntabel, proses validasi tetap penting dilakukan. Sebab melalui proses itulah sebuah ide diuji kematangannya. Harapannya, ketika diaplikasikan, hasil yang diperoleh menjadi lebih efektif, tepat sasaran, dan minim kesalahan.

Lebih jauh lagi, dalam perspektif coaching maupun peer-coaching, kolaborasi dapat berfungsi sebagai โ€œcerminโ€. Dalam kehidupan sehari-hari sering kali seseorang mengalami kebingungan berpikir. Banyak persoalan bercampur di kepala layaknya benang kusut yang sulit diurai sendiri.

Kehadiran rekan kolaborator membantu proses penjernihan tersebut. Melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana namun mendalam, seseorang dibantu melihat persoalan dengan lebih utuh. Misalnya, โ€œApakah pilihan ini sudah sesuai dengan tujuan?โ€, โ€œApa dampak jangka panjang dari keputusan ini?โ€, atau โ€œAdakah cara yang lebih baik untuk ditempuh?โ€. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sering kali menjadi pintu lahirnya kesadaran baru.

Pada akhirnya, kolaborasi bukan sekadar kerja bersama untuk menyelesaikan tugas. Lebih dari itu, kolaborasi adalah ruang untuk saling menguatkan, saling menjaga, sekaligus saling bertumbuh. Sebab manusia tidak diciptakan untuk berjalan sendiri. Ada kalanya seseorang membutuhkan orang lain, bukan untuk menggantikan langkahnya, tetapi untuk menemani perjalanan agar tetap kuat hingga tujuan tercapai.

FUโ€™AD FAHRUDIN

Rakerwil Muslimat Hidayatullah Jabar Jadi Momentum Penguatan Dakwah dan Tarbiyah

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: WhatsApp-Image-2026-05-16-at-15.25.28.jpeg

DEPOK (Hidayatullah.or.id) โ€” Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Jawa Barat menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada Jumat, 26 Dzulqaโ€™dah 1447 H bertepatan dengan 14 Mei 2026, bertempat di Aula Abdullah Saโ€™id Pondok Pesantren Hidayatullah Depok.

Pertemuan strategis tahunan tersebut mengusung tema โ€œKonsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimah yang Mandiri, Berdaya, dan Berpengaruh.โ€ Tema ini menjadi arah gerak organisasi dalam memperkuat peran Muslimat Hidayatullah di tengah masyarakat.

Pembukaan Rakerwil dihadiri berbagai unsur dan lembaga di lingkungan Hidayatullah, di antaranya perwakilan MMP, MMW, PP, DMW, DPW, Pemhida, PD Mushida Jawa Barat, serta sejumlah organisasi muslimah di Jawa Barat seperti Al Irsyad dan Wanita PUI. Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi bentuk sinergi dan dukungan terhadap penguatan peran dakwah Muslimat Hidayatullah.

Rakerwil secara resmi dibuka oleh Ahmad Andi Suhendar selaku Sekretaris DPW Hidayatullah Jawa Barat. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya menjadikan enam jati diri Hidayatullah sebagai pedoman dalam penyusunan maupun pelaksanaan program kerja organisasi. Ia juga mengajak seluruh kader Muslimat Hidayatullah untuk membangun komitmen dalam mengokohkan jati diri di setiap peran yang dijalankan, baik sebagai istri, pendidik, penggerak tarbiyah dan dakwah, maupun sebagai ibu dalam keluarga.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilaksanakan seminar yang menghadirkan Elly Farida dengan tema โ€œKebijakan Peran Anggota Dewan terkait Regulasi Ketahanan Keluarga di Kota Depok, Jawa Barat.โ€ Seminar tersebut memberikan wawasan mengenai pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pemangku kebijakan dalam membangun ketahanan keluarga yang kokoh dan berdaya.

Melalui forum Rakerwil ini, diharapkan lahir berbagai program kerja yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat kontribusi Muslimat Hidayatullah dalam membangun umat dan peradaban.

Hadir Sejak 2023, Rumah Qurโ€™an Hidayatullah Kebon Legi Konsisten Bina Masyarakat Desa

0
Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: 2.png

MAGELANG (Hidayatullah.or.id) โ€” Di tengah sejuknya udara pegunungan lereng Gunung Sumbing, Rumah Qurโ€™an Hidayatullah Kebon Legi perlahan menghadirkan kehangatan dakwah dan pembinaan Al-Qurโ€™an bagi masyarakat Desa Kebon Legi, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.

Berlokasi di Kebonlegi RT 06 RW 03, Kaliangkrik, Magelang, Rumah Qurโ€™an tersebut resmi berdiri pada 20 Oktober 2023 sebagai bagian dari semangat menyongsong Silaturahim Nasional Hidayatullah melalui penguatan dakwah dan kebermanfaatan di tengah masyarakat.

Rumah Qurโ€™an Hidayatullah Kebon Legi berada di kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.224 meter di atas permukaan laut. Kehadirannya menjadi ruang pembelajaran, pembinaan, dan penguatan nilai-nilai keislaman bagi masyarakat di wilayah lereng Gunung Sumbing yang juga dikenal dengan geliat sektor pariwisatanya.

Rumah Qurโ€™an ini didirikan oleh Muhammad Abdurrosyid, alumni STAIL Hidayatullah Surabaya tahun 2021. Pada masa awal berdiri, seluruh aktivitas pengajaran dan pembinaan dijalankan secara mandiri olehnya. Namun seiring berkembangnya aktivitas dakwah dan meningkatnya kebutuhan masyarakat, pembinaan kemudian diperkuat dengan keterlibatan para daโ€™i dari DPD Hidayatullah Kabupaten Magelang.

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: Desain-tanpa-judul-8.png

Saat ini, Rumah Qurโ€™an Hidayatullah Kebon Legi telah memiliki tujuh pengajar aktif yang membersamai masyarakat dalam berbagai kegiatan pembelajaran Al-Qurโ€™an dan pembinaan keagamaan.

Pembinaan yang dilakukan tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga para guru ngaji, imam masjid dan musala, serta jamaah masyarakat umum. Tercatat sekitar enam guru ngaji, empat imam masjid dan musala, serta sekitar 40 hingga 60 jamaah masjid dan musala menjadi peserta binaan secara rutin.

Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkala dan terstruktur, masyarakat mulai merasakan dampak positif dalam peningkatan pemahaman keagamaan dan kualitas bacaan Al-Qurโ€™an. Warga memperoleh wawasan keislaman yang lebih luas sebagai panduan dalam menjalankan ibadah sehari-hari.

Tidak hanya itu, para guru ngaji di lingkungan sekitar juga perlahan mengalami peningkatan kemampuan dalam ilmu Al-Qurโ€™an. Harapannya, kualitas pembelajaran anak-anak di desa ikut meningkat melalui guru-guru ngaji yang terus berkembang kompetensinya.

Menariknya, Rumah Qurโ€™an Hidayatullah Kebon Legi tidak mengambil alih sepenuhnya pembelajaran anak-anak di desa. Pendekatan yang dibangun justru berfokus pada penguatan para guru ngaji lokal agar tradisi pembelajaran Al-Qurโ€™an dan ritme dakwah masyarakat tetap hidup secara berkelanjutan.

Dengan semangat kolaborasi dan pembinaan yang berkesinambungan, Rumah Qurโ€™an Hidayatullah Kebon Legi menjadi contoh bagaimana dakwah dapat tumbuh dari desa, mengakar di tengah masyarakat, dan menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.

Rakerwil Muslimat Hidayatullah Papua Tengah Bahas Penguatan Dakwah dan Kemandirian Ekonomi

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: unnamed-file-6.jpg

TIMIKA (Hidayatullah.or.id) โ€” Muslimat Hidayatullah Papua Tengah menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada Kamis, 26 Dzulqaโ€™dah 1447 H (14/5/2026) di Horison Meeting Hall, Timika, Papua Tengah.

Rakerwil yang menjadi salah satu forum tertinggi di lingkungan Muslimat Hidayatullah tersebut mengusung tema โ€œKonsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimat Hidayatullah yang Mandiri dan Berpengaruh.โ€ Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat konsolidasi jati diri, organisasi, serta wawasan gerakan Muslimat Hidayatullah di Papua Tengah.

Ketua PW Muslimat Hidayatullah Papua Tengah, Nur Lailatul Jannah, M.Pd., dalam sambutannya berharap kegiatan tersebut mampu mempererat komunikasi dan memperkuat sinergi antar elemen organisasi maupun masyarakat.

Sementara itu, Bendahara Umum PP Muslimat Hidayatullah dalam arahannya pada pembukaan acara menekankan pentingnya penguatan ekonomi sebagai penopang kemandirian organisasi.

โ€œPemberdayaan ekonomi harus ditingkatkan untuk menopang kemandirian finansial. Jaringan kolaborasi yang dimiliki harus dimaksimalkan untuk memperkuat pengaruh bagi bangsa dan umat,โ€ ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemahaman terhadap jati diri organisasi menjadi bekal penting dalam menjalankan amanah dakwah dan organisasi secara optimal.

โ€œPemahaman jati diri akan memberikan semangat dan bekal untuk berorganisasi dengan baik. Konsolidasi jati diri yang kita miliki akan mengantar menuju transformasi organisasi yang mandiri dan berpengaruh,โ€ tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, DPW Hidayatullah Papua Tengah yang diwakili oleh Ust. Abdul Syakur, S.Pd.I., menyampaikan bahwa Rakerwil menjadi momentum refleksi untuk melihat sejauh mana kontribusi Muslimat Hidayatullah dalam membangun peradaban di Papua Tengah.

โ€œSejarah mencatat bahwa peradaban tidak pernah lahir dari ruang hampa. Peradaban lahir dari dalam rumah, dari sentuhan tangan dingin seorang ibu yang memiliki kejernihan tauhid. Jika kita berbicara tentang konsolidasi jati diri, maka kita sedang berbicara tentang mengokohkan akar,โ€ ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Muslimat Hidayatullah harus menjadi garda terdepan dalam menjaga fitrah keluarga di tengah tantangan ideologi dan kerusakan moral yang semakin kompleks.

โ€œJati diri kita sebagai pendidik generasi adalah benteng terakhir peradaban Islam,โ€ katanya.

Menutup sambutannya, Ust. Abdul Syakur menyampaikan pantun yang menggambarkan pentingnya menjaga jati diri dan semangat transformasi organisasi dalam membangun masyarakat Papua Tengah yang lebih baik.

โ€œBurung kakaktua hinggap di dahan
Melihat pemandangan di Kuala Kencana
Muslimat mandiri menjadi tumpuan
Membangun Papua Tengah yang penuh makna.โ€

Muslimat Hidayatullah Papua Barat Teguhkan Peran Perempuan dalam Dakwah dan Sosial Kemasyarakatan

MANOKWARI (Hidayatullah.or.id) โ€” Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Hidayatullah Papua Barat resmi dibuka pada hari Sabtu 14 Mei 2026, bertempat di aula pondok.Pesantren Hidayatullah Manokwari. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan dengan dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, majli2 ta’lim distrik mansel, guru2, DPW dan DMW papua barat dan pengurus Muslimat Hidayatullah se-Papua Barat.

Acara pembukaan dihadiri dan di buka langsung oleh Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani S.H. M.Si, serta Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Papua Barat, Lani Lasainggi S.Pd. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan pemerintah dan organisasi perempuan terhadap penguatan peran muslimah dalam pembangunan masyarakat di Papua Barat.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Papua Barat menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muslimat Hidayatullah dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial, dan pembinaan keluarga. Ia menekankan pentingnya organisasi perempuan Islam menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berakhlak.

โ€œPerempuan memiliki peran penting dalam membangun keluarga dan masyarakat. Kami berharap Muslimat Hidayatullah terus menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi umat dan masyarakat Papua Barat,โ€ ujarnya.

Sementara itu, Ketua BKOW Papua Barat menyampaikan bahwa organisasi perempuan harus terus memperkuat sinergi dan kolaborasi demi meningkatkan pemberdayaan perempuan, pendidikan keluarga, dan kesejahteraan masyarakat.

Rakerwil Muslimat Hidayatullah Papua Barat mengusung tema: โ€œKonsolidasi Jati Diri Dan Transformasi Organosasi Menuju Muslimat Hidayatullah Yang Mandiri Dan Berpengaruhโ€.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai kabupaten/kota di Papua Barat dan dirangkaikan dengan sidang komisi, penyusunan program kerja, serta pembahasan agenda strategis organisasi untuk periode mendatang.

Dengan terselenggaranya Rakerwil ini, diharapkan Muslimat Hidayatullah Papua Barat semakin solid dalam menjalankan perannya sebagai organisasi perempuan Islam yang aktif dalam dakwah, pendidikan, sosial kemasyarakatan, dan pembangunan daerah.

Muslimat Hidayatullah Maluku Utara Siapkan Program Strategis Hadapi Tantangan Zaman

MALUKU UTARA (Hidayatullah.or.id) — Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah (PW Mushida) Maluku Utara menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada Jumat, 27 Dzulqaโ€™dah 1447 H bertepatan dengan 15 Mei 2026, di Pondok Pesantren Hidayatullah Ternate. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat arah gerak organisasi melalui konsolidasi jati diri dan transformasi kelembagaan menuju Muslimat Hidayatullah yang mandiri dan berpengaruh.

Rakerwil dihadiri oleh berbagai unsur dan lembaga di lingkungan Hidayatullah, di antaranya perwakilan DMW, DPW, BMH, DPD, pemuda, serta sejumlah organisasi muslimat di Maluku Utara, termasuk Muslimat NU Provinsi Maluku Utara dan Muslimat NU Kota Ternate. Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan semangat sinergi dan kolaborasi lintas organisasi perempuan Islam dalam membangun umat.

Ketua PW Muslimat Hidayatullah Maluku Utara, Salbiah, S.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa Rakerwil ini merupakan momentum penting untuk memperkuat konsolidasi jati diri dan transformasi organisasi sebagaimana tema yang diusung, โ€œKonsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimat Hidayatullah yang Mandiri dan Berpengaruh.โ€

Menurutnya, tema tersebut mengandung harapan besar agar Muslimat Hidayatullah semakin kokoh dalam nilai, tertata dalam gerak organisasi, mandiri dalam pengelolaan program, serta mampu memberikan pengaruh positif di tengah masyarakat. Ia juga menekankan bahwa tantangan umat saat ini, mulai dari persoalan keluarga, pendidikan generasi, ketahanan moral, hingga pembinaan muslimah, membutuhkan kerja bersama dan sinergi lintas organisasi. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai organisasi perempuan Islam dinilai sebagai kekuatan besar dalam membangun umat dan memperluas manfaat dakwah.

Mewakili Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah, Sekretaris Jenderal PP Muslimat Hidayatullah, Zahratun Nahdah, S.H.I., M.Pd., menegaskan bahwa konsolidasi jati diri merupakan fondasi utama agar arah perjuangan tetap selaras dengan visi nubuwwah. Sementara itu, transformasi organisasi adalah kebutuhan yang tidak dapat dihindari di tengah perubahan zaman.

Ia menekankan bahwa Muslimat Hidayatullah harus tampil sebagai subjek utama transformasi dengan berperan mandiri dalam keluarga, pendidikan, dan masyarakat tanpa kehilangan jati diri perjuangan. Kemandirian tersebut, lanjutnya, mencakup kekuatan finansial, intelektual, dan jaringan sosial, sedangkan pengaruh diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam pendidikan, pemberdayaan umat, serta kebijakan sosial. Untuk mewujudkannya, diperlukan langkah strategis melalui penguatan pendidikan dan tarbiyah, pembangunan ekonomi berbasis komunitas, advokasi sosial terhadap isu keluarga dan perempuan, serta perluasan jaringan kolaborasi.

Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Maluku Utara, Drs. Nasri Bukhari, menyoroti peran strategis Muslimat Hidayatullah baik secara internal maupun eksternal. Secara internal, Muslimat berfungsi membina keluarga agar menjadi keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah serta memperkuat ketahanan keluarga. Adapun secara eksternal, Muslimat Hidayatullah diharapkan mampu menjalin ukhuwah dan sinergi dengan berbagai organisasi lain.

Ia menegaskan bahwa Muslimat Hidayatullah bukan sekadar organisasi perempuan, tetapi juga shahabiyah perjuanganโ€”sahabat perjuangan dalam mendukung keberhasilan dakwah dan organisasi. Menurutnya, keberhasilan perjuangan tidak dapat dicapai tanpa sinergi dengan berbagai institusi. Karena itu, dakwah harus dijalankan secara inklusif, responsif, dan terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat, tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar syariat.

Melalui Rakerwil ini, PW Muslimat Hidayatullah Maluku Utara diharapkan mampu melahirkan program-program strategis yang memperkuat peran Muslimat sebagai pilar ketahanan keluarga, penggerak pemberdayaan perempuan, dan mitra dakwah yang adaptif dalam menjawab tantangan zaman. Dengan semangat konsolidasi dan transformasi, Muslimat Hidayatullah Maluku Utara terus meneguhkan langkah menuju organisasi yang kokoh dalam nilai, mandiri dalam gerak, dan berpengaruh luas bagi umat, bangsa, dan peradaban.

Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Barat Tekankan Muslimat Harus Menjadi Magnet Dakwah dan Perubahan

MAMUJU (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Barat Najamuddin menegaskan pentingnya penguatan peran Muslimat Hidayatullah sebagai pusat pembinaan keluarga, penggerak dakwah, sekaligus motor perubahan sosial dalam sambutannya pada kegiatan organisasi yang digelar di kampus Hidayatullah Sulawesi Barat, 15 Mei 2026.

Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa keberadaan kampus Hidayatullah di Sulawesi Barat diharapkan mampu menjadi pusat pertemuan, penguatan ukhuwah, dan pengembangan gerakan dakwah Muslimat Hidayatullah di wilayah tersebut.

โ€œKita harapkan Mamuju ini menjadi magnet bagi perkembangan dakwah dan pertemuan ukhuwah kita,โ€ ujarnya di hadapan peserta kegiatan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga silaturahim sebagai bagian dari penguatan organisasi. Dalam penyampaiannya, ia mengutip hadits Rasulullah SAW tentang keutamaan menyambung hubungan persaudaraan.

โ€œBarangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan dibukakan rezekinya maka hendaklah menyambung silaturahim,โ€ katanya.

Menurutnya, forum organisasi tidak hanya menjadi ruang pertemuan rutin, tetapi juga tempat menyusun arah gerakan, mengevaluasi program, dan menurunkan kebijakan organisasi agar dapat dijalankan hingga tingkat daerah dan keluarga.

Ia menekankan bahwa Muslimat Hidayatullah memiliki posisi penting sebagai benteng pembinaan umat. Muslimat, menurutnya, memegang peran strategis dalam keluarga, pendidikan anak, dakwah masyarakat, hingga penguatan organisasi.

โ€œMuslimat adalah madrasah pertama bagi anak-anak dan benteng pertama dalam rumah tangga,โ€ ujarnya.

Dalam konteks transformasi organisasi, ia meminta seluruh kader menghadirkan kebermanfaatan nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan organisasi tidak boleh sekadar administratif, tetapi harus mampu memberikan pengaruh positif dalam kehidupan sosial.

โ€œKeberadaan kita harus memberikan dampak, baik di rumah, untuk anak-anak, keluarga, maupun masyarakat,โ€ katanya.

Ia menambahkan bahwa pengaruh positif organisasi hanya dapat dibangun jika kader memiliki kepercayaan diri terhadap program dan gerakan yang dijalankan. Karena itu, setiap kader diminta serius membangun kualitas pribadi dan organisasi.

Selain penguatan organisasi, ia juga menyoroti pentingnya pembinaan spiritual Muslimat Hidayatullah. Menurutnya, kekuatan dakwah harus dimulai dari penguatan ibadah, kedekatan dengan Al-Qurโ€™an, dan suasana rumah tangga yang menghadirkan ketenangan.

โ€œKalau ibu-ibu mampu menciptakan rumah yang baik dan penuh ketenangan, insyaallah keluarga akan merasakan surga di rumahnya,โ€ ujarnya.

Ia juga mendorong Muslimat Hidayatullah untuk terus berinovasi dan tidak pasif dalam menjalankan program organisasi. Menurutnya, penguatan gerakan harus dilakukan melalui sinergi dan kolaborasi dengan tetap menjadikan tarbiyah dan dakwah sebagai arus utama perjuangan.

โ€œBersinergi dan berkolaborasi, mainstream kita tetap tarbiyah dan dakwah,โ€ tegasnya