AdvertisementAdvertisement

Kekuatan Kolaborasi Warnai Semarak Diklat Water Rescue SAR Hidayatullah di Raja Ampat

Content Partner

​RAJA AMPAT (Hidayatullah.or.id) – Debur ombak Pantai Saleo 2, Raja Ampat, Papua Barat, menjadi saksi bisu lahirnya para pejuang kemanusiaan baru di tanah Papua Barat. Setelah digembleng selama 5 hari penuh sejak 10 Januari lalu, Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Water Rescue SAR Hidayatullah Papua Barat resmi berakhir pada Rabu, 25 Rajab 1447 (14/01/2026).

​Berbeda dengan upacara pada umumnya, prosesi penutupan dilakukan langsung di laut. Para peserta yang berasal dari berbagai elemen organisasi berdiri tegap meski dihantam riak gelombang, melambangkan kesiapan mereka menghadapi tantangan bencana di masa depan.

​Kadiv Diklat PP SAR Hidayatullah, Khusnul Aqibah, yang hadir langsung untuk menutup kegiatan, menyampaikan rasa bangganya atas daya juang para peserta.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa keberhasilan seorang relawan tidak hanya diukur dari kekuatan fisik, tetapi dari kecepatan nurani dalam merespons musibah.

​Senada dengan itu, Rohman, perwakilan instruktur dari Pos Basarnas Raja Ampat, menitipkan pesan mendalam bagi para peserta.

​”Kalian adalah perpanjangan tangan kami di lapangan. Di laut yang luas ini, ketenangan dan teknik yang tepat adalah kunci keselamatan, baik bagi korban maupun bagi diri kalian sendiri,” ujar Rohman saat menyampaikan kesan dan pesannya.

​Keberhasilan diklat ini merupakan buah dari keberagaman. Hal ini terlihat saat penyerahan merchandise kepada perwakilan peserta yang terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari Garda Bangsa, Pemuda Hidayatullah, hingga semangat muda dari Mahasiswa UNIMUDA dan IAIN Sorong.

Tak ketinggalan, dedikasi dari rekan-rekan RAPI Wilayah 01 Sorong, Tagana, serta komunitas unik Pecinta Kopi Hitam (PKH) turut mewarnai kolaborasi ini.

​Puncak haru terjadi saat pengumuman Peserta Teladan dan Peserta Terbaik. Penghargaan ini bukan sekadar gelar, melainkan simbol dedikasi tertinggi selama mengikuti materi yang menguras fisik dan mental di perairan Raja Ampat.

Sinergi untuk Negeri

Dibalik suksesnya acara yang melibatkan banyak personel ini, terdapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Fadhlurrahman Anshari, selaku Koordinator Penyelenggara, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pemanfaatan bantuan hibah yang tepat sasaran.

​”Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat. Tanpa dukungan hibah tersebut, peningkatan kapasitas relawan ini sulit terwujud seoptimal ini. Ini adalah investasi jangka panjang untuk keselamatan masyarakat Papua Barat,” tegas Fadhlurrahman.

​Saat matahari mulai bergeser di ufuk Pantai Saleo, para peserta pulang membawa ilmu dan semangat baru.

Kini, Papua Barat memiliki tambahan barisan penyelamat yang siap sedia saat panggilan kemanusiaan memanggil dari tengah lautan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

KH Hamim Thohari Ingatkan Jangan Sampai Perjuangan Berubah Menjadi Rutinitas Tanpa Makna

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) -- Ketua Pimpinan Majelis Syura Hidayatullah, KH. Drs. Hamim Thohari, M.Si, menyampaikan refleksi mengenai orientasi perjuangan dalam...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img