
الْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ التَّقْوَى مِفْتَاحَ الْجِنَانِ، وَأَنْزَلَ الْقُرْآنَ نُوْرًا لِلْأَنَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، خَيْرُ مَنْ قَامَ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Marilah kita memulai khutbah ini dengan memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT. Dialah yang telah melimpahkan kepada kita nikmat iman, nikmat Islam, serta kesempatan untuk terus beribadah kepada-Nya.
Tidak ada karunia yang lebih berharga daripada iman yang tertanam di hati dan kemampuan untuk menjalani hidup dalam ketaatan kepada Allah.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan terbaik bagi umat manusia. Melalui beliau, kita mengenal jalan hidup yang benar, jalan yang membawa manusia menuju kebahagiaan dunia dan keselamatan di akhirat.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Ramadhan telah berlalu. Namun semangat ibadah yang kita jalani selama bulan suci tidak boleh ikut berlalu. Puasa, tadarus Al-Qur’an, infak, zakat, dzikir, dan berbagai amal saleh yang kita lakukan di bulan Ramadhan sesungguhnya bukan sekadar ibadah musiman. Semua itu diarahkan kepada satu tujuan besar: membentuk pribadi yang bertakwa.
Allah SWT mengingatkan kita agar menjalani Islam secara utuh dan tidak setengah-setengah. Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 208)
Ayat ini menegaskan bahwa Islam bukan sekadar label atau identitas, melainkan jalan hidup yang harus dijalankan sepenuhnya. Takwa bukan hanya hadir dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam sikap hidup, cara berpikir, dan perilaku sosial.
Allah juga berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS. Ali Imran: 102)
Jamaah yang dirahmati Allah,
Takwa adalah derajat mulia yang ingin dicapai oleh setiap mukmin. Bahkan Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ada manusia-manusia tertentu yang dirindukan oleh surga. Beliau bersabda:
اَلْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ: تَالِي الْقُرْآنِ، وَحَافِظِ اللِّسَانِ، وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ، وَصَائِمٍ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ
“Surga merindukan empat golongan manusia: orang yang membaca Al-Qur’an, orang yang menjaga lisannya, orang yang memberi makan orang lapar, dan orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.”
Hadis ini menggambarkan bahwa kemuliaan seorang mukmin tidak hanya tampak dalam ibadah personal, tetapi juga dalam kepedulian sosial dan akhlak yang baik.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Salah satu tanda utama orang bertakwa adalah kuatnya tauhid dalam dirinya. Ia meneguhkan keyakinan bahwa tidak ada yang layak disembah selain Allah. Hatinya tidak bergantung kepada kekuasaan, kekayaan, ataupun manusia, melainkan sepenuhnya kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، يَبْتَغِي بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّهِ
“Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan ‘Laa ilaha illallah’ dengan ikhlas mengharap wajah Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Tauhid yang kuat membuat seorang mukmin mampu menghadapi berbagai keadaan hidup dengan sikap yang seimbang. Ketika memperoleh nikmat ia bersyukur, dan ketika menghadapi kesulitan ia bersabar.
Rasulullah juga mengingatkan agar iman senantiasa diperbarui. Beliau bersabda:
جَدِّدُوا إِيمَانَكُمْ … أَكْثِرُوا مِنْ قَوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
“Perbaruilah iman kalian.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana cara memperbarui iman?” Beliau menjawab, “Perbanyaklah mengucapkan Laa ilaha illallah.”
Jamaah yang dirahmati Allah,
Ciri lain dari orang bertakwa adalah akhlak yang mulia. Islam tidak hanya mengajarkan hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan sesamanya.
Ketika Rasulullah ditanya tentang amalan yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga, beliau menjawab:
تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ
“Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)
Akhlak Rasulullah sendiri adalah gambaran nyata dari ajaran Al-Qur’an. Ketika seseorang bertanya kepada Aisyah RA tentang akhlak Nabi, beliau menjawab bahwa akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Orang bertakwa juga memiliki kedekatan spiritual yang kuat dengan Allah melalui ibadah. Ia menjaga shalat wajib, memperbanyak ibadah sunnah, membaca Al-Qur’an, dan menghidupkan hatinya dengan dzikir.
Rasulullah SAW bersabda:
وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ
“Tidaklah seorang hamba mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada amalan yang Aku wajibkan kepadanya. Dan ia terus mendekat kepada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari)
Salah satu ibadah yang memiliki kedudukan tinggi adalah shalat malam. Rasulullah bersabda:
أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ الصَّلَاةُ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ
“Shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat di tengah malam.” (HR. Muslim)
Selain itu, Al-Qur’an menjadi cahaya bagi kehidupan seorang mukmin. Rasulullah bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Dzikir juga menjadi sumber ketenangan hati. Allah berfirman:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Jamaah yang dirahmati Allah,
Takwa tidak berhenti pada kesalehan pribadi. Orang bertakwa juga memiliki kepedulian untuk mengajak manusia menuju kebaikan.
Allah berfirman:
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan.” (QS. Fussilat: 33)
Dakwah tidak selalu berarti ceramah di mimbar. Dakwah bisa dilakukan dengan teladan, dengan nasihat yang baik, dengan mengajak keluarga dan masyarakat menuju kebaikan.
Rasulullah bersabda:
بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
“Sampaikanlah dariku walau satu ayat.” (HR. Bukhari)
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Jika nilai-nilai takwa tumbuh dalam diri seorang individu, maka ia akan melahirkan kehidupan yang baik. Allah menjanjikan:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً
“Barang siapa beramal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An-Nahl: 97)
Kehidupan yang baik ini bermula dari pribadi yang saleh, lalu melahirkan keluarga yang penuh kasih sayang, masyarakat yang diberkahi, hingga negeri yang damai.
Allah berfirman:
وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَىٰ دَارِ السَّلَامِ
“Allah menyeru manusia menuju negeri keselamatan.” (QS. Yunus: 25)
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita menjaga nilai-nilai yang telah kita bangun selama Ramadhan. Jadikan iman semakin kuat, akhlak semakin baik, ibadah semakin kokoh, dan kepedulian sosial semakin luas.
Semoga Allah membimbing kita menjadi hamba-hamba yang bertakwa, yang hidupnya dipenuhi kebaikan dan kelak dipanggil memasuki surga-Nya dengan penuh kemuliaan. Aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا
اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد
فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى اِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ
Do’a Penutup
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً. اللّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَأَتْمِمْ تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ . وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبّ الْعَالَمِيْنَ
!عِبَادَاللهِ
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
(Untuk mengunduh naskah ini ke format PDF, klik icon “print” pada share button di bawah lalu pilih simpan file PDF)






