AdvertisementAdvertisement

Longsor Babakan Menyisakan Duka Mendalam dan Puluhan Warga Masih Hilang

Content Partner

Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kelurahan Pasirkuning, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Foto: Yusep/ Hidayatullah.or.id)

BOGOR (Hidayatullah.or.id) — Dini hari itu pada Sabtu, 5 Sya’ban 1447 (24/1/2025) sekira pukul tiga pagi, alam seolah tumpah di Kampung Babakan. Hujan deras yang tak henti berujung pada petaka yang mengubur puluhan rumah dalam sekejap.

Kini, di hari kedua pascabencana, Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kelurahan Pasirkuning, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, bukan lagi sekadar titik koordinat di peta, melainkan pusat duka bagi mereka yang kehilangan segalanya.

Relawan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) – SAR Hidayatulah bersama tim gabungan telah berada di sana sejak detik-detik awal. Bukan sekadar bertugas, mereka hadir untuk memeluk duka warga yang kini hanya bisa menatap gundukan tanah tempat rumah mereka dulu berdiri.

Ahad pagi (25/1), suasana di lokasi evakuasi sempat mencekam. Saat tim sedang berupaya mencari 73 warga yang masih hilang, suara gemuruh kembali terdengar. Pukul 10.30 WIB, longsor susulan terjadi. Nyawa para relawan terancam.

“Kami harus mundur sementara dari zona utama demi keselamatan tim,” ujar Yusep Suhendar, Koordinator Lapangan BMH, dengan napas tersengal.

Namun, langkah mundur itu bukan berarti menyerah. Begitu situasi mereda, mereka kembali terjun ke kubangan lumpur. Medan berat dan ancaman maut tidak menyurutkan langkah BMH untuk menemukan mereka yang masih tertimbun.

Timbunan Tanah

Hingga Minggu sore, data mencatat pilu yang mendalam. Sebanyak 17 saudara kita ditemukan telah tiada, sementara puluhan lainnya masih dalam penantian yang menyiksa di bawah timbunan tanah.

Bagi 23 penyintas yang berhasil selamat dari maut, hidup tak lagi sama. 30 rumah yang mereka bangun dengan tetesan keringat bertahun-tahun, kini hilang tak berbekas.

Di posko pengungsian, tatapan kosong para penyintas berbicara lebih banyak dari kata-kata. Mereka butuh lebih dari sekadar makanan; mereka butuh kepastian dan kehadiran kita.

Saat ini, kebutuhan mendesak bukan hanya alat pelindung bagi relawan yang bertaruh nyawa di lapangan, tapi juga makanan siap saji untuk perut-perut yang lapar di pengungsian.

“BMH terus bersiaga, berkoordinasi dengan Basarnas dan BNPB, memastikan setiap bantuan sampai ke tangan yang paling membutuhkan,” imbuh Yusep.

Reporter: Herim Achmad
Editor: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Sambut Ramadhan, Dana Umat Hadirkan Air Bersih untuk Santri dan Warga Cimanggu

BANDUNG BARAT (Hidayatullah.or.id) -- Menjelang Ramadhan 1447 H, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) rampungkan program pipanisasi...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img