
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) menggelar silaturrahim di Kantor Pengurus Pusat Mushida, Jalan Cipinang Cempdak, Otista, Polinia, Jakarta, Selasa, 18 Jumadil Akhir 1447 (9/12/2025).
Pada momentum ini, Ketua Umum Pengurus Pusat Mushida, Hani Akbar, S.Sos.I., M.Pd, dalam sambutannya menempatkan dimensi spiritual sebagai fondasi utama kesinambungan gerak organisasi.
“Pertolongan dan ridho Allah adalah harapan utama dalam setiap langkah melanjutkan perjuangan dalam berorganisasi,” ujarnya, menegaskan bahwa keberhasilan hanya dapat dicapai melalui ketaatan dan keikhlasan dalam memikul amanah.
Hani Akbar menyampaikan rasa syukur atas tuntasnya amanah 2020–2025 serta menjelaskan bahwa penetapan pengurus dilakukan melalui proses syura yang menempatkan musyawarah sebagai prinsip etis dan organisatoris.
“Alhamdulillah kita berhasil menyelesaikan amanah periode 2020–2025 dengan husnul khatimah,” ungkapnya. Ia berharap seluruh jajaran yang baru dikukuhkan dapat menjalankan tugas secara profesional dan tetap berpegang pada nilai-nilai dakwah.
Sebelumnya, Ketua Majelis Mudzakarah Muslimat Hidayatullah, Kurnia Irawati, S.Ag., menyampaikan tausiyah mengenai pentingnya keyakinan kepada pertolongan Allah dalam setiap langkah perjuangan.
Ia menegaskan bahwa sejarah menunjukkan bagaimana kekuatan menjadi berlipat ganda ketika perjuangan dilakukan di jalan yang benar.
“Pertolongan Allah pasti datang. Maka bercita-citalah lebih tinggi,” pesannya. Ia mengingatkan bahwa seorang muslimah tidak perlu gentar selama berada dalam barisan perjuangan yang lurus. “Percayalah kepada janji-Nya,” tambahnya.
Penguatan dimensi moral dan spiritual tersebut diperluas oleh Anggota Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah, Ir. Emi Pitoyanti, yang mengingatkan pentingnya kerendahan hati dalam menerima amanah. Menurutnya, setiap tanggung jawab yang diberikan merupakan bagian dari ketetapan Allah dan harus dijalankan dengan penuh kesungguhan.
“Takdir Allah tidak pernah salah, termasuk amanah yang kini dipikul oleh para pengurus. Amanah yang diberikan wajib kita pertanggungjawabkan di hadapan-Nya. Maka lakukan dengan profesional,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar kepengurusan yang baru dapat semakin solid dan saling menguatkan. “Bismillah, semoga Pengurus Tingkat Pusat Muslimat Hidayatullah semakin kompak dan solid,” tuturnya.
Silaturahmi ini dihadiri oleh 26 peserta dan menjadi forum untuk merapikan struktur serta memperkuat arah kerja kepengurusan. Setelah sesi tausiyah dan arahan pimpinan, acara dilanjutkan dengan serah terima amanah sebagai simbol transisi kepemimpinan yang tertib.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, membawa harapan agar kepengurusan baru mampu menjalankan peran strategisnya dalam memperluas dakwah, membangun ketahanan keluarga, serta meningkatkan kontribusi sosial Muslimat Hidayatullah di seluruh Indonesia.






